Editor
KOMPAS.com - PT Energia Prima Nusantara (EPN) mencatat kapasitas listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) hingga saat ini telah mencapai 162 MW.
Direktur EPN Boy Gemino Kalauserang mengatakan, kapasitas itu dihasilkan dari berbagai pembangkit listrik di berbagai wilayah di Indonesia.
"Jumlah itu di luar pembangkit yang kami baru dapat PPA (purchase power agreement/perjanjian jual-beli listrik) yang bisa menambah 20 MW. Itu kami sedang mengejar untuk financial closing," jelas dia pekan lalu.
Boy mengungkapkan pihaknya akan terus mencari berbagai peluang untuk meningkatkan kapasitas listrik energi baru terbarukan, dengan melihat berbagai tender yang dibuka oleh PLN selaku pembeli listrik.
Baca juga: United Tractors Perkuat Perkuat Komitmen Transisi Energidengan Optimalkan PLTM Besai Kemu
Salah satu pembangkit yang berada di bawah naungan EPN adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air tipe Aliran Sungai Langsung (run-of-river) Besai Kemu yang dijalankan oleh anak usaha EPN, PT Uway Energi Perdana (UEP).
Fasilitas ini berkapasitas 2 × 3,5 MW dan secara konsisten mampu menghasilkan pasokan listrik sebesar 33,4 GWh per tahun yang disalurkan kepada PT PLN (Persero).
Dengan kapasitas tersebut, PLTM Besai Kemu mampu menyediakan listrik setara kebutuhan sekitar 16.000 hingga 22.000 rumah tangga per tahun.
EPN adalah perusahaan energi terbarukan yang berfokus pada pengembangan dan implementasi teknologi energi hijau, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
EPN memanfaatkan energi berkelanjutan yang mendukung pengurangan emisi karbon di Indonesia.
Sejak 2018 hingga Juni 2024, EPN telah memasang PLTS atap dengan total kapasitas 17,3 MWp, dengan tambahan sekitar 3,7 MWp yang sedang dalam proses instalasi dan 12,55 MWp dalam proses perizinan di PLN.
Untuk proyek PLTS atap di Astra Daihatsu Motor (ADM) dan beberapa lokasi Anak Usaha Astra, EPN bekerja sama dengan PLN Icon Plus, subholding PLN yang berfokus pada pengembangan PLTS atap.
Selain PLTS atap, EPN juga mengembangkan sistem offgrid microgrid hybrid yang menggabungkan Solar PV dengan Battery Energy Storage System (BESS) dan genset diesel untuk mengurangi pemakaian bahan bakar diesel dan emisi CO2.
Proyek hybrid yang sedang berlangsung antara lain di tiga lokasi Pama Grup, yakni PAMA BAYA (336 kWp dan 60 kWh BESS), PAMA MTBU (615 kWp dan 200 kWh BESS), serta KPP INDEXIM (369 kWp dan 200 kWh BESS) dengan total kapasitas sekitar 1,3 MWp dan 460 kWh BESS, serta rencana pemasangan lanjutan di PAMA Teluk Timbau dan PAMA BRCB.
Baca juga: Transisi Energi di Daerah 3T harus Disesuaikan dengan Potensi Sumber Energi Baru
Portofolio pembangkit Independent Power Producer (IPP) berbasis energi terbarukan yang
dikembangkan grup EPN mencakup beberapa PLTM dengan total kapasitas 24,4 MW yang telah
beroperasi dan 25,4 MW dalam tahap konstruksi, serta PLTP Rantau Dedap dengan kapasitas 91,2 MW.
Selain itu, EPN juga tengah melakukan negosiasi Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PPA) untuk proyek PLTSa Legok Nangka berkapasitas 40 MW.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya