Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nihil Insentif, RI Tak Bisa Adopsi EPR Model Eropa

Kompas.com, 29 November 2025, 10:48 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Berkah Mitra Perdana Sukses, operator collection center di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mampu mengumpulkan 50 ton sampah plastik jenis PET setiap bulannya.

Direktur PT Berkah Mitra Perdana Sukses, Muhammad Martin mengatakan dengan menjaga kapasitas sebesar itu, pihaknya mampu mendapat keuntungan.

"Secara pendapatan, kami sudah dibantu Amandina Bumi Nusantara itu untuk mengukur bagaimana bisa untung. Sampai saat ini, Enggak sampai berapa miliar itu ya," ujar , Kamis (27/11/2025).

Baca juga: RI Bergantung Infrastruktur Informal untuk Pengumpulan Sampah

Collection Center Cibarusah menyortir sampah jenis PET dan melakukan pengepresan dengan dua mesin yang dioperasikan sembilan pekerjanya.

Collection Center Cibarusah mengirim sampah jenis PET tersebut ke Amandina Bumi Nusantara untuk didaur ulang menjadi botol plastik kembali sejak 2023. Sedangkan sampah plastik jenis lain akan diolah menjadi tali rafia.

Chairwoman Mahija Parahita Nusantara Foundation, Ardhina Zaiza mengatakan, sampah plastik jenis PET tidak dibersihkan secara mendalam di Collection Center. Untuk proses pembersihan secara menyeluruh akan dikerjakan Amandina Bumi Nusantara.

"Jadi, dapat dipastikan bersih dan aman untuk menjadi botol yang bisa diisi minuman kembali," tutur Zaiza.

Dua mesin pengepresan sampah jenis PET yang telah disortir di Collection Center Cibarusah, Bekasi, pada Kamis (27/11/2025).Kompas.com/Manda Firmansyah Dua mesin pengepresan sampah jenis PET yang telah disortir di Collection Center Cibarusah, Bekasi, pada Kamis (27/11/2025).

Mahija Parahita Nusantara Foundation menjalankan Responsible Sourcing Initiative untuk memastikan proses transisi dari pengelolaan sampah informal ke formal selalu memprioritaskan aspek kemanusiaan di setiap tahapnya.

Dengan mengintegrasikan prinsip hak asasi manusia (HAM) ke dalam rantai pasok, Mahija Parahita Nusantara Foundation menyediakan tingkat transparansi yang diperlukan oleh mitra, seperti Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia dan Amandina Bumi Nusantara.

Menurut Zaiza, hal itu untuk menjamin material berkualitas tinggi yang masuk ke dalam proses daur ulang tidak hanya berkelanjutan secara lingkungan. Namun, juga bertanggung jawab secara sosial dengan mengangkat kesejahteraan para pemulung yang menjadi tulang punggung infrastruktur pengumpulan sampah di Indonesia.

Yayasan untuk membantu pengadaan sampah plastik PET, Mahija Parahita Nusantara dan fasilitas daur ulang, Amandina Bumi Nusantara dibangun CCEP untuk perluasan tanggung jawab produsen (extended producer responsibility / EPR).

Ketertelusuran Pengelolaan Sampah Plastik

VP Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP, Lucia Karina mengatakan, mekanisme EPR mencerminkan ketertelusuran dari pengelolaan sampah plastik yang dihasilkan suatu perusahaan.

Dalam menjawab tuntutan EPR di tengah kondisi tata kelola persampahan Indonesia yang berantakan, kata dia, CCEP sebagai perusahaan produsen tetap harus melaksanakan.

"Yang kami kerjakan dapat menjadi contoh bagus untuk EPR dengan melibatkan pemangku kepentingan secara bertanggung jawab dan inklusif. Kami bangun benar-benar roadmap-nya, kami bangun blueprint-nya. Kalau kami menyatakan siap atau tidak siap, sementara itu tidak kami lakukan secara bertahap, kapan mau siapnya?, Sebelumnya kami memastikan orang lain melakukan, kami (harus) sudah melakukan," ucapnya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Produksi Sawit Bisa Tertekan
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Produksi Sawit Bisa Tertekan
LSM/Figur
ESDM: Konflik di Timur Tengah jadi Momentum RI Akselerasi Transisi Energi
ESDM: Konflik di Timur Tengah jadi Momentum RI Akselerasi Transisi Energi
Pemerintah
Raja Juli Temui Tiga Menteri Jepang, Bahas Investasi Karbon hingga Komodo
Raja Juli Temui Tiga Menteri Jepang, Bahas Investasi Karbon hingga Komodo
Pemerintah
ASN Didorong Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Evaluasi Kebijakan Publik
ASN Didorong Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Evaluasi Kebijakan Publik
Pemerintah
Wilayah China Tengah Diidentifikasi Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Global Terbaru
Wilayah China Tengah Diidentifikasi Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Global Terbaru
LSM/Figur
IESR: Pemerintah Harus Transparan Ungkap Data Pasokan Energi ke Publik
IESR: Pemerintah Harus Transparan Ungkap Data Pasokan Energi ke Publik
LSM/Figur
Pekerja Industri Kreatif Kecewa Ide dan 'Skill Editing' Dihargai Rp 0
Pekerja Industri Kreatif Kecewa Ide dan "Skill Editing" Dihargai Rp 0
Pemerintah
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Pemerintah
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
Pemerintah
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Swasta
Harga CPO Global Diproyeksi Naik pada Q2 2026, Dipicu Ketegangan Timur Tengah
Harga CPO Global Diproyeksi Naik pada Q2 2026, Dipicu Ketegangan Timur Tengah
Swasta
Transformasi Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi China
Transformasi Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi China
Pemerintah
Auriga Ungkap Deforestasi Indonesia Naik 66 Persen, Terluas di Kalimantan
Auriga Ungkap Deforestasi Indonesia Naik 66 Persen, Terluas di Kalimantan
LSM/Figur
Meski Menjijikkan, Kecoak Bisa Menjadi Solusi atasi Sampah Plastik
Meski Menjijikkan, Kecoak Bisa Menjadi Solusi atasi Sampah Plastik
Pemerintah
Program Rumpon Bantu Nelayan Wawonii Tenggara Lebih Terencana
Program Rumpon Bantu Nelayan Wawonii Tenggara Lebih Terencana
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau