Terdapat kesenjangan yang dalam terkait konsumsi daging dan susu di negara-negara berpenghasilan tinggi dan rendah.
Rata-rata, konsumsi daging adalah 71,4 kg per kapita per tahun di negara-negara OECD dan 61,98 kg per kapita per tahun di China.
Sebaliknya, konsumsi daging di negara-negara berkembang adalah 26,6 kg per kapita per tahun.
Sementara itu, total jumlah kawanan ternak global diproyeksikan meningkat lebih dari 50 persen pada tahun 2050, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).
Hal ini tidak sejalan dengan tujuan Perjanjian Paris untuk mencapai Net Zero emissions (nol emisi) pada tahun 2050 karena produksi ternak bertanggung jawab atas 80 persen penggunaan lahan global.
Penerapan pajak daging dan susu di negara-negara berpendapatan tinggi tidak hanya akan membantu mengurangi emisi, tapi juga membebaskan lahan-lahan luas yang dapat dipulihkan atau dikembalikan ke alam liar.
Dengan demikian, hal tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas alami dunia untuk menyerap karbon.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya