KOMPAS.com - Uni Eropa berencana memperketat impor plastik, menurut Komisi Eropa. Hal ini dilakukan untuk membantu pabrik daur ulang Eropa yang kesulitan bersaing dengan produk impor yang lebih murah.
"Sektor daur ulang menghadapi biaya energi yang tinggi, harga plastik baru yang rendah dan tidak dapat diprediksi serta persaingan dari impor plastik murah," kata Komisi Eropa dalam sebuah dokumen yang menjabarkan rencana tersebut, dilansir dari Reuters, Rabu (24/12/2025).
Baca juga:
Uni Eropa berencana memperketat impor plastik untuk melindungi industri daur ulang lokal yang terhimpit plastik murah impor.Kelompok industri Plastics Recyclers Europe menyebut, industri daur ulang plastik Eropa terus mengurangi jumlah produksinya. Tahun 2025 tercatat sebagai tahun terburuk bagi industri ini.
Masalah utamanya adalah banjir plastik murah dari luar Eropa yang harganya jauh di bawah harga plastik daur ulang Eropa.
Penyebab lainnya adalah proses daur ulang memerlukan banyak energi. Biaya produksi yang tinggi tersebut akhirnya memicu penutupan pabrik di berbagai negara, termasuk di Belanda.
Sebelumnya pada bulan lalu, enam negara Eropa, termasuk Perancis, Spanyol, dan Belanda, meminta Uni Eropa untuk mengambil tindakan lebih lanjut terhadap impor plastik daur ulang berkualitas rendah yang menurut mereka dijual dengan harga diskon besar-besaran.
Kekhawatiran juga muncul akibat adanya eksportir nakal. Mereka disebut mengirim plastik baru, tapi mengaku sebagai plastik daur ulang dengan harga yang lebih murah.
Hal ini merugikan perusahaan daur ulang lokal karena plastik daur ulang mereka tidak dapat bersaing dalam hal harga.
Baca juga:
Uni Eropa berencana memperketat impor plastik untuk melindungi industri daur ulang lokal yang terhimpit plastik murah impor.Untuk menanggulanginya, Uni Eropa pun mengusulkan perubahan hukum pada paruh pertama 2026. Usulan tersebut mewajibkan dokumentasi yang lebih ketat bagi impor plastik daur ulang.
Usulan lainnya adalah pembuatan kode bea cukai terpisah untuk plastik daur ulang dan plastik murni. Hal tersebut bertujuan memudahkan pelacakan impor.
Langkah-langkah lain juga akan dilakukan, antara lain audit Uni Eropa terhadap pabrik daur ulang, termasuk di luar Eropa.
Selain itu, ada pula dukungan bagi laboratorium untuk menjalankan pemeriksaan kontrol guna memastikan apakah kiriman plastik daur ulang tersebut asli.
Saat ini, Uni Eropa telah mengenakan bea anti-dumping pada plastik PET China yang biasanya digunakan untuk membuat botol.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi impor yang harganya sangat murah sehingga memaksa perusahaan Uni Eropa untuk menjual dengan harga rugi supaya bisa bersaing.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya