Setelah itu, rongga tersebut diisi dengan material semen yang cepat memadat. Alhasil, batuan gamping bakal menjadi lebih kokoh dari sebelumnya.
Adrin menyatakan, teknologi serupa juga diterapkan di sejumlah negara Timur Tengah termasuk Arab Saudi untuk pembangunan infrastruktur bandara.
"Jadi teknologinya ada tetapi cukup mahal. Biasanya dipakai teknologi itu untuk membangun bangunan yang sangat penting ya, bangunan-bangunan tinggi ataupun bandara," tutur dia.
Kemunculan lubang raksasa di Indonesia bukan pertama kali terjadi. Sinkhole pernah terlihat di persawahan kawasan Sukabumi, Jawa Barat, dengan ukuran sekitar tiga meter.
"Jadi di daerah yang secara geologi itu terdapat batu gamping, di situ punya potensi terbentuknya sinkhole," papar Andri.
Adapun batu gamping berfungsi sebagai kanal untuk aliran air tanah atau air sungai di bawah permukaan. Dengan begitu, masyarakat yang tinggal di daerah batuan gamping bisa dengan mudah mengakses air bersih.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya