Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Sekadar Polusi, Mikroplastik Ganggu Laut Serap Karbon Dioksida

Kompas.com, 7 Januari 2026, 21:50 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mikroplastik melemahkan pertahanan bumi dalam menghadapi krisis iklim, dengan mengurangi kemampuan lautan untuk menyerap karbon dioksida (CO2). Studi terbaru menunjukkan, mikroplastik menganggu lautan dalam menyimpan karbon dan mengatur suhu.

"Lautan adalah penyerap karbon terbesar di planet ini dan mikroplastik merusak perisai alami ini terhadap perubahan iklim. Mengatasi polusi plastik kini menjadi bagian dari perjuangan melawan pemanasan global,” ujar salah satu penuli studi tersebut, Ihsanullah Obaidullah dari University of Sharjah di Uni Emirat Arab (UEA), dilansir dari Independent.co.uk, Rabu (7/1/2026).

Baca juga:

Dampak mikroplastik untuk lautan

Mikroplastik merusak proses penyerapan karbon dioksida

Mikroplastik memengaruhi proses biogeokimia, mengganggu pompa karbon laut, serta berkontribusi langsung terhadap emisi GRK.Unsplash Mikroplastik memengaruhi proses biogeokimia, mengganggu pompa karbon laut, serta berkontribusi langsung terhadap emisi GRK.

Mikroplastik sudah menyebar ke setiap sudut bumi, bahkan termasuk di perairan laut dalam, es Arktik, dan tubuh manusia.

Kontribusi mikroplastik terhadap krisis iklim dinilai kurang diperhatikan, meski partikel yang berukuran kurang dari lima milimeter ini sudah terkenal sebagai polusi.

Sebagai permasalahan lingkungan utama di bumi, krisis iklim dan polusi mikroplastik saling bertautan dengan cara yang kompleks.

Mikroplastik memengaruhi proses biogeokimia, mengganggu pompa karbon laut, serta berkontribusi langsung terhadap emisi gas rumah kaca (GRK).

Lautan menyerap sekitar seperempat CO2 yang dilepaskan oleh aktivitas manusia setiap tahun dan memperlambat laju pemanasan global.

Yang terpenting justru proses "pompa karbon biologis"-nya, di mana fitoplankton laut menyerap karbon melalui fotosintesis, lalu mentransfernya ke lapisan laut lebih dalam saat mereka mati atau dimakan.

Mikroplastik mengganggu proses tersebut dengan mengurangi fotosintesis fitoplankton dan merusak metabolisme zooplankton, yang keduanya memainkan peran sentral dalam siklus karbon. Mikroplastik juga melepaskan emisi GRK ketika terurai.

Di sisi lain, studi tersebut juga menggarisbawahi peran "plastisfer" atau komunitas mikroba yang mengkolonisasi partikel plastik di lautan. Imbasnya, bisa memengaruhi siklus karbon dan nitrogen, serta berkontribusi emisi GRK.

Baca juga:

Mikroplastik bisa sebabkan pemanasan laut

Mikroplastik memengaruhi proses biogeokimia, mengganggu pompa karbon laut, serta berkontribusi langsung terhadap emisi GRK.pixabay.com Mikroplastik memengaruhi proses biogeokimia, mengganggu pompa karbon laut, serta berkontribusi langsung terhadap emisi GRK.

Obaidullah memperingatkan dampak mikroplastik dapat meningkat seiring waktu.

“Seiring waktu, perubahan ini dapat menyebabkan pemanasan laut, pengasaman, dan hilangnya keanekaragaman hayati, yang mengancam ketahanan pangan dan masyarakat pesisir di seluruh dunia," ucapnya.

Studi tersebut menganalisis literatur ilmiah untuk memetakan bagaimana mikroplastik berinteraksi dengan kesehatan laut dan sistem iklim, serta mengidentifikasi kesenjangan dalam pemahaman saat ini. Apalagi, proses di balik dampak ekologis dari mikroplastik belum dipahami dengan baik.

Kendati menciptakan risiko bagi ekosistem dan stabilitas iklim dalam jangka panjang, kehidupan modern manusia masih sangat bergantung dengan plastik.

Imbasnya, upaya untuk mengurangi produksi plastik tetap lambat dan kerap diperdebatkan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau