Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kerugian Bencana Alam Global 2025 Turun 40 Persen, tapi..

Kompas.com, 14 Januari 2026, 17:35 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber AFP

Setelah kebakaran hutan di Los Angeles, bencana termahal tahun 2025 adalah gempa bumi dahsyat yang melanda Myanmar pada bulan Maret.

Diperkirakan gempa bumi Myanmar menyebabkan kerugian 12 miliar dollar AS (sekitar Rp 202,3 triliun), yang hanya sebagian kecilnya diasuransikan.

Siklon tropis mengakibatkan kerugian sekitar 37 miliar dollar AS (sekitar Rp 623,9 triliun). Jamaika dihantam oleh Badai Melissa, salah satu badai terkuat yang pernah mendarat, menghasilkan kerugian sekitar 9,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 165,2 triliun).

Baca juga:

Berdasarkan wilayah, total kerugian Amerika Serikat mencapai 118 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.990,3 triliun), dengan 88 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.484,3 triliun) di antaranya diasuransikan.

Sementara itu, kawasan Asia-Pasifik mengalami kerugian sekitar $73 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.231,3 triliun) dengan hanya sembilan miliar dollar AS (sekitar Rp 151,8 triliun) yang diasuransikan.

Australia mengalami tahun termahal kedua dalam hal kerugian keseluruhan akibat bencana alam sejak tahun 1980 karena serangkaian badai dan banjir hebat.

Eropa mengalami kerugian sebesar 11 miliar dollar AS (sekitar Rp 185,5 triliun). Untuk Afrika, bencana alam menyebabkan kerugian sebesar tiga miliar dollar AS (sekitar Rp 50,6 triliun), kurang dari seperlima di antaranya diasuransikan.

Laporan Munich Re muncul pada saat skeptisisme terhadap kebijakan ramah lingkungan meningkat, terutama sejak kembalinya Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke tampuk kekuasaan.

Namun Grimm memperingatkan bahwa Bumi "terus menghangat".

"Lebih banyak panas berarti lebih banyak kelembapan, curah hujan yang lebih deras, dan kecepatan angin yang lebih tinggi, perubahan iklim sudah berkontribusi pada cuaca ekstrem," ucapnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau