Penulis
KOMPAS.com - Terdapat keterkaitan signifikan antara MJO (Madden-Julian Oscillation) dengan topografi kepulauan dan curah hujan di Indonesia, menurut Ilmuwan meteorologi tropis dan interaksi darat-laut-atmosfer dari Florida Institute of Technology, Amerika Serikat, Pallav Ray.
Ray menjelaskan bahwa karakteristik topografi Benua Maritim Indonesia terdiri dari banyak pulau besar yang dikelilingi perairan hangat.
Baca juga:
Kondisi ini menciptakan lingkungan atmosfer yang sangat khas. Kombinasi daratan dan laut menghasilkan proses konveksi yang aktif dan berkelanjutan. Proses ini menjadi kunci terbentuknya hujan.
"Hasil eksperimen pemodelan menunjukkan bahwa keberadaan pulau berperan penting dalam mendukung pembentukan hujan," ucap Ray, dilansir dari Antara, Jumat (16/1/2026).
Ia menambahkan bahwa simulasi model menunjukkan penurunan presipitasi ketika daratan dihilangkan. Penurunan itu terjadi baik di daratan maupun di lautan.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa daratan tidak hanya berfungsi sebagai lokasi hujan, tapi juga memengaruhi dinamika atmosfer di wilayah sekitarnya.
MJO dan kondisi pulau-pulau disebut sebagai kunci curah hujan dan cuaca ekstrem di Indonesia, menurut pakar. Apa itu?Fnomena MJO pertama kali ditemukan pada awal tahun 1970-an oleh Dr. Roland Madden dan Dr. Paul Julian. Waktu itu, keduanya tengah mempelajari pola angin dan tekanan di daerah tropis.
Dilansir dari laman National Oceanic and Atmospheric Association (NOAA), MJO merupakan gangguan atmosfer yang bergerak ke timur, meliputi awan, curah hujan, angin, dan tekanan udara.
MJO melintasi wilayah tropis di bumi dan kembali ke titik awalnya dalam waktu rata-rata 30 hingga 60 hari.
MJO terdiri dari dua fase. Fase pertama adalah curah hujan yang meningkat (konvektif), dan fase lainnya adalah curah hujan yang tertekan.
Aktivitas MJO bisa cukup kuat, bahkan bisa "membagi" bumi menjadi dua bagian. Bagian pertama mengalami fase konvektif, sedangkan bagian lainnya fase curah hujan tertekan.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya