Forum tersebut juga akan menggugat pengembang perumahan JGC karena membangun kawasan hunian tanpa mampu menyediakan pengelolaan smapah secara mandiri.
Menurut Wahyu, pengembangan perumahan JGC harus turut bertanggung jawab terhadap permasalahan sampah dan bau yang terjadi belakangan ini.
Saat "serangan" bau datang, Wahyu mengaku segera menutup pintu dan jendela dengan rapat, meski menginginkan sirkulasi udara yang segar.
Ia juga khawatir dampak kesehatan dari bau tidak sedap RDF bagi anak-anak dan lanjut usia di lingkungan tempat tinggalnya, yang memang sering beraktivitas di luar ruangan.
Ketika sore menjelang malam, angin berembus dari arah utara ke selatan, biasanya menyebarkan bau RDF ke perumahan JGC. Namun, sering pula bau RDF menguar pada subuh atau pagi, yang merusak suasana memulai hari.
Saat atau usai hujan, bau dari RDF malah semakin menyengat. Wahyu menduga bau sangat busuk disebabkan kelembapan udara yang tinggi sehingga aromanya tertahan di bawah dan tercium di mana-mana.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya