Sebagian besar pestisida ditemukan di lahan pertanian, tetapi para peneliti juga menemukan pestisida di hutan dan padang rumput, tempat pestisida biasanya tidak diaplikasikan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh penyebaran semprotan.
Baca juga:
Peneliti juga menunjukkan bahwa residu pestisida mengubah fungsi tanah. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi alami tanah yang terpengaruh berkurang, dan pemupukan tambahan diperlukan untuk mempertahankan hasil panen.
"Studi kami menunjukkan bahwa pestisida mewakili dampak lingkungan manusia yang sangat signifikan pada tanah kita. Sering kali, orang bahkan tidak mempertimbangkan sejauh mana efek pestisida pada organisme non-target," kata Maria J. I. Briones dari University of Vigo.
Beberapa pestisida sulit terurai sehingga pestisida tersebut tetap berada di tanah selama bertahun-tahun setelah diaplikasikan dan memiliki dampak jangka panjang yang besar pada ekosistem tanah.
Untuk melindungi ekosistem tanah, penilaian ekotoksikologi harus melangkah lebih maju lagi. Bukan hanya sekedar bagaimananya dampaknya pada satu jenis hewan saja, tapi juga mencakup respons pada tingkat komunitas dan fungsi ekosistem.
Menurut para peneliti, aspek-aspek ini mendesak untuk segera diintegrasikan ke dalam regulasi pestisida yang ada saat ini agar benar-benar bisa melindungi kesuburan tanah jangka panjang.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya