Terdapat delapan lokasi pemasangan stasiun pemantau kualitas udara (SPKU) di sekitar fasilitas RDF di Rorotan.
SPKU berada di Metland Menteng, SDN Cakung Timur 05, JGC Shinano, SMKN 4 Jakarta Utara, SDN Rorotan 03 Pagi, Rusun Rorotan, Taman Sungai Kendal, dan Taman RW 09 Rorotan.
Alat in dilengkapi sensor kebauan untuk mendeteksi amoniak, hidrogen sulfida, metil merkaptan, metil sulfida, dan stirena.
"Alat dengan sensor kebauan (itu) pertama yang ada di Indonesia. Jadi, di Indonesia enggak pernah ada alat automatic yang memasang sensor kebauan. Baru, hanya ada di sini," ujar Agung.
Baca juga:
Sebelumnya, Ketua RT 18 RW 14, Cluster Shinano Perumahan Jakarta Garden City (JGC), Kelurahan Cakung Timur, Jakarta Timur, Wahyu Andre Maryono mengeluhkan bau dari fasilitas RDF sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga perumahan.
"Bau banget sampah dari RDF itu, bukan bau sampah biasa, tapi bau asam yang menusuk hidung. Aktivitas sehari-hari jelas terganggu. Bayangkan saja, mau makan atau sedang bersantai di rumah bersama keluarga, tiba-tiba 'serangan' bau datang," ujar Wahyu Andre kepada Kompas.com, Senin (2/2/2026).
Saat "serangan" bau datang, Wahyu segera menutup pintu dan jendela dengan rapat, meski menginginkan sirkulasi udara yang segar.
Ia juga khawatir dampak kesehatan dari bau tidak sedap RDF bagi anak-anak dan lanjut usia (lansia) di lingkungan tempat tinggalnya, yang memang sering beraktivitas di luar ruangan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya