Dalam pendampingan tersebut muncul Program Sentra Ketahanan Pangan Obi (Sentani) dan perluasan budi daya semangka.
Pemilihan komoditas semangka didasarkan pada tingginya permintaan pasar, baik di tingkat lokal maupun untuk memenuhi kebutuhan internal karyawan Harita Nickel.
Darwan memaparkan bahwa kelompok taninya telah mendapatkan perluasan lahan semangka seluas 2 ha melalui program PPM pada 2022.
Menariknya, Harita Nickel mensyaratkan seluruh budi daya dilakukan secara organik tanpa pupuk kimia pada 2024. Awalnya, hal ini menjadi tantangan karena para petani belum memiliki keterampilan membuat pupuk kompos sendiri.
Namun, melalui pelatihan dari tim CSR Harita Nickel, termasuk pendampingan langsung dari instruktur, para petani mulai memproduksi pupuk organik secara mandiri. Mereka juga belajar membuat pestisida nabati atau boreh.
Selain semangka, pertanian padi dan jagung juga berkembang pesat. Pada panen raya Januari 2026, produktivitas petani Desa Buton mencapai 8 ton per hektare (ha). Ini jauh di atas rata-rata nasional yang berkisar 5 ton per ha.
“Yang penting, bagaimana masyarakat di sekitar tambang bisa memanfaatkan potensi alamnya secara bijak. Dengan proses yang tepat, pertanian bisa menjadi sumber penghidupan yang kuat,” ujarnya.
Atas dedikasinya, Darwan dianugerahi Penghargaan Pengembangan Desa Berkelanjutan dari Kementerian Desa pada 2024.
Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan Harita Nickel dalam memajukan pertanian di Kepulauan Obi.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bassam saat menghadiri panen raya padi sawah seluas 12 ha di Desa Buton, Kecamatan Obi, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, keberhasilan panen raya di Desa Buton, Kecamatan Obi, mematahkan anggapan bahwa wilayah Obi sulit dikembangkan untuk pertanian padi.
“Apa yang selama ini identik dengan daerah lain, hari ini terbukti hadir di Obi dan memberikan manfaat nyata. Ini menunjukkan potensi besar yang berkontribusi pada ekonomi lokal,” ujar Bupati Bassam dikutip dari laman tbpnickel.com, Jumat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Halmahera Selatan Suyatmi Aljogja memaparkan, capaian hasil panen 8 ton per ha di Desa Buton merupakan capaian yang menggembirakan.
Berdasarkan informasi dari petani, hasil panen tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat ketimbang musim sebelumnya. Bahkan, hasil panen ini juga di atas rata-rata nasional, yakni lima ton per ha.
“Peluang pengembangan masih sangat besar mengingat Desa Buton memiliki potensi lahan sawah hingga 100 ha yang belum tergarap optimal,” kata Suyatmi.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya