“Saat selesai beraktivitas dan beristirahat, mobil juga perlu diistirahatkan sambil di-charge. Itulah fungsi utama home charging,” katanya.
Melalui produk Home Charging Ultima, PLN menawarkan paket premium yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan PLN.
Keunggulan utamanya adalah tarif diskon pada pukul 22.00–05.00. Dengan skema ini, biaya pengisian bisa turun hingga Rp 178 per kilometer, jauh lebih murah ketimbang pengisian di SPKLU yang berkisar Rp 370 per kilometer.
Biaya tersebut juga lebih murah dari mobil berbahan bakar bensin yang mencapai sekitar Rp 1.300 per kilometer.
“Perbandingannya sangat terasa. Dari Rp 1.300 turun ke Rp 370, lalu ke Rp 178. Bagi masyarakat yang cermat mengatur pengeluaran, ini sangat menguntungkan,” kata Revanny.
Baca juga: Penjualan REC PLN Tumbuh 19,65 Persen, Industri Berat dan Manufaktur Besar Jadi Pendorong Utama
Meski home charging menjadi basis, keberadaan SPKLU tetap krusial, terutama untuk perjalanan jarak jauh, kondisi darurat, serta kebutuhan kendaraan operasional seperti taksi online.
“Mobilitas kita tidak selalu terencana. Bisa saja lupa mengisi daya di rumah atau tiba-tiba ada tugas mendadak. Di situlah SPKLU hadir sebagai solusi cepat. Pengisian (daya) di SPKLU rata-rata hanya 20–30 menit sudah penuh,” jelasnya.
Melalui PLN Mobile, pengguna dapat melihat peta SPKLU secara real-time, mengetahui ketersediaan charger, daya yang tersedia, hingga antrean. Fitur Trip Planner membantu pengguna merancang perjalanan dengan lebih tenang.
“Pengalaman pelanggan selama ini benar-benar kami gali agar aplikasi ini relevan dengan kebutuhan nyata,” kata Revanny.
PLN juga tidak memonopoli ekosistem SPKLU. Justru perusahaan mendorong keterlibatan pelaku usaha untuk ikut membangun jaringan pengisian daya.
Baca juga: Rumah Baru Anti Gelap, Begini Cara Praktis Pasang Listrik via PLN Mobile
“SPKLU bisa menjadi bisnis bagi mitra. PLN hanya menjadi inisiator awal, tetapi kami sangat terbuka bagi badan usaha yang ingin berinvestasi. Skema kemitraan sudah tersedia dan bisa diajukan langsung melalui PLN Mobile,” ucap Revanny.
Cara pengajuan dibuat sederhana, mulai dari pendaftaran hingga panduan teknis tersedia di aplikasi. Hal serupa berlaku untuk layanan Home Charging Ultima yang dapat diajukan secara mandiri oleh pelanggan.
Di IIMS 2026, PLN turut menawarkan berbagai promo menarik. Salah satunya adalah program Power Up Event yang memberikan diskon 50 persen untuk layanan tambah daya.
Caranya menikmati promo itu cukup mudah. Pengunjung hanya melakukan check-in di booth PLN melalui PLN Mobile, lalu melakukan transaksi.
Sistem akan otomatis memberikan potongan harga tanpa perlu proses manual. Promo ini berlaku selama pameran dan dapat digunakan untuk seluruh ID pelanggan di Indonesia, dari Jayapura hingga Aceh.
Baca juga: Bikin Hajatan Tanpa Genset, Begini Cara Pesan Listrik Sementara via PLN Mobile
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya