Berdasarkan keterangan awal di lapangan, Tim Penanggulangan Konflik Satwa Liar (TPKSL) Blok Ukui, gajah jantan ini mati dengan kondisi pembusukan lanjut. Balai Besar KSDA Riau kemudian melakukan nekropsi atau otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Hasil pemeriksaan menunjukkan, gajah diperkirakan berusia di atas 40 tahun. Dwi menyebut, satwa dilindungi itu telah mati sekitar dua pekan sebelum ditemukan.
Dari hasil bedah bangkai terdapat indikasi cedera kepala berat, dan secara medis dugaan sementara mengarah pada trauma kepala akibat luka tembak.
Temuan ini memperkuat dugaan adanya tindak kejahatan terhadap satwa liar yang dilindungi.
Baca juga:
Sebagai informasi, WWF Indonesia mencatat populasi gajah sumatera turun lebih dari 70 persen. Dalam 10 tahun terakhir, lebih dari 55 gajah ditemukan mati yang sebagian besarnya karena konflik dengan manusia dan perburuan.
Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), gajah sumatera saat ini berstatus kritis (critically endangered). Populasinya kian berkurang akibat peruburuan, alih fungsi lahan, fragmentasi, dan konflik antara gajah dengan manusia
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya