Editor
Di sekolah asalnya, perubahan juga mulai terlihat. Kantin tidak lagi menjual minuman berasa. Kontrol konsumsi gula dibiasakan, bukan lewat larangan keras, tetapi lewat kesepahaman.
Baca juga: Jaga Pola Hidup Sehat, Ini Batas Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Harian
Bagi Achmad, tujuan 3S sebenarnya tidak rumit. Membantu siswa memahami batas konsumsi gula harian, maksimal 50 gram, lalu membiarkan pengetahuan itu menyebar ke lingkungan mereka sendiri.
Dengan latar sekolah kesehatan, SMK Sehat Insan Perjuangan diharapkan bisa menjadi contoh praktik “Bijak Gula” di sekitar Jombang.
Kisah ini mengingatkan bahwa gaya hidup sehat tidak selalu harus dimulai dari aturan besar atau kampanye masif. Terkadang, ia berawal dari keberanian untuk bertanya pada kebiasaan sendiri dan menyediakan alat sederhana untuk menjawabnya.
Jika siswa bisa mulai membaca gula dari botol yang mereka pegang setiap hari, mungkin kita pun bisa melakukan hal yang sama. Bukan besok, bukan nanti, tetapi dari pilihan kecil yang kita buat hari ini.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya