Setidaknya ada 587 pendaftar Meet The Market Road to InaBuyer 2026, dengan hanya 200 di antaranya yang dinyatakan lolos proses kurasi untuk bertemu calon pembeli.
Doddy menjelaskan, seleksi dilakukan berdasarkan kriteria utama yakni kualitas produk, kontinuitas pasokan, kapasitas produksi, serta kesiapan pembiayaan.
Di samping itu, pengalaman ekspor menjadi nilai tambah. UMKM yang produknya sudah diterima di pasar luar negeri memiliki peluang lebih besar untuk masuk pasar domestik modern.
Lima kategori produk yang difokuskan dalam kegiatan ini meliputi makanan dan minuman, pertanian, kriya, aksesori, dan wellness (produk terkait kebugaran).
"Memang kali ini kami pilih lima karena ini yang diminta, ini yang menjadi kayaknya demand (permintaan) tertingginya dari gerai ritel modern hari ini," tutur Doddy.
Baca juga:
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Kecil Menengah Kementerian UMKM, Temy Satya Permana mengakui masih banyak produk impor yang dijual di ritel modern dalam negeri.
Hal ini, lanjut Temy, bukan karena pelaku usaha besar enggan bermitra dengan UMKM, melainkan akibat keterbatasan kapasitas dan konsistensi pasokan.
"Kalau bicara kemitraan antara usaha besar dengan UMKM, saya harus mengingatkan bahwa ada 3K yang harus Bapak-Ibu pegang yakni kualitas, kontinuitas, dan kapasitas. Berurusan dengan usaha besar bukan sekadar punya barang atau produk bagus, tetapi selanjutnya seperti apa termasuk masalah kebijakan harga yang benar," papar Temy.
Dia lalu mengingatkan kepada pelaku UMKM betapa pentingnya membangun merek sendiri dalam skema kemitraan, agar konsumen tak salah persepsi terhadap produk yang dijajakan.
"Di forum ini Meet the Market saya harapkan dapat menjadi ajang bertemunya Bapak-Ibu dengan teman-teman pengusaha besar. Catat peluang-peluang yang ada, dan kita harus open-minded apabila ternyata kurasi demikian ketat, wajar karena saingannya pun adalah produk-produk impor," tutur dia.
Pemerintah mewajibkan belanja minimal 40 persen produk UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah maupun BUMN. Maka dari itu, Temy mendorong sektor swasta untuk turut memperluas kemitraan dengan UMKM.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya