Sebelumnya, AS telah secara sistematis menghapus referensi tentang perubahan iklim dan keadilan lingkungan selama tahun pertama masa jabatan kedua Donald Trump sebagai presiden.
AS bahkan menghapus secara permanen bukti dan memblokir akses ke data yang bertentangan dengan agenda presidennya itu.
Jonathan Gilmour, yang bekerja di Public Environmental Data Partners memperkirakan, sains yang tidak sejalan dengan agenda akan dibungkam selama sisa masa jabatan Trump.
Sebaliknya, temuan sains yang sering disalahartikan atau terbukti salah akan dipublikasikan untuk mendukung agendanya.
Adapun yang dimaksud agenda dari Trump ialah penyangkalannya terhadap perubahan iklim akibat emisi gas rumah kaca (GRK).
Trump menyebut, krisis iklim sebagai "tipuan" dan pemerintahannya berupaya "menghidupkan" kembali energi fosil sebagai salah satu penyumbang tertinggi emisi GRK.
Di antaranya, dengan mengaktifkan kembali pembangkit listrik tenaga batu bara yang ditutup, meningkatkan produksi minyak dan gas alam, serta menghapus insentif pajak untuk sumber energi terbarukan.
Pemerintahan Donald Trump cabut temuan tentang perubahan iklim mengancam kesehatan, serta menjulukinya sebagai penipuan.“Mengaburkan apa yang terjadi baik di dalam maupun di luar pemerintahan dan mencoba membungkam para ilmuwan serta menghentikan aliran data yang memberi tahu kita tentang dunia, kesehatan masyarakat, dan lingkungan di sekitar kita, merusak seluruh premis demokrasi,” ujar Gilmour, dilansir dari Thomson Reuters Foundation melalui Eco-Business.
Badan federal yang bertugas melindungi kesehatan manusia dan lingkungan (EPA) disebut mulai secara diam-diam menghapus referensi tentang perubahan iklim yang disebabkan oleh ulah manusia.
EPA juga menghapus menghapus sekitar 80 halaman dari situs webnya, yang sebagian besar berkaitan dengan penyebab dan dampak perubahan iklim.
“Jadi, misalnya, di halaman EPA tentang penyebab perubahan iklim, halaman tersebut masih ada, tetapi informasi tentang bagaimana perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia tidak dapat dijelaskan oleh peristiwa alam telah dihapus dan semua informasi yang tersisa membahas tentang alasan alami untuk variasi iklim Bumi,” tutur Izzy Pacenza dari Environmental Data & Governance Initiative.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya