Untuk mengetahui seberapa efektif metode tersebut dijalankan, peneliti menggunakan model khusus yang bisa melacak jejak karbon di 33 sektor ekonomi Inggris.
Hasilnya menunjukkan bahwa infrastruktur 5G yang lebih pintar tidak hanya mengurangi polusi langsung dari emisi telekomunikasi langsung, tapi juga mengurangi polusi tidak langsung dari pemakaian listrik dan seluruh rantai pasok industri lainnya.
Sektor keuangan, TI, dan pemrogaman mendapatkan keuntungan pengurangan polusi paling besar. Bagi industri-industri ini, tingkat polusi dari infrastruktur 5G saat ini menjadi bagian penting dalam laporan emisi mereka.
Baca juga:
Banyak dari teknologi ini sebenarnya sudah direncanakan oleh para insinyur. Namun, penggunaannya bisa lebih cepat jika pemerintah tidak lagi hanya menuntut "semua daerah harus ada sinyal", tapi juga menuntut "semua sinyal harus hemat energi".
Ke depannya, izin penggunaan frekuensi mungkin akan mewajibkan syarat efisiensi energi sehingga operator terpaksa membuktikan bahwa mereka benar-benar memangkas emisi 5G.
Perusahaan-perusahaan kini semakin ketat dalam mengejar target bebas polusi sehingga tekanan pun akan semakin besar.
Bagi perusahaan telekomunikasi, memasang AI di jaringan 5G akan segera berubah, dari yang tadinya cuma cara untuk irit biaya, menjadi syarat wajib agar bisa bersaing dan memenuhi target ESG (Environment, Social, Governance).
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya