Penulis
BATAM, KOMPAS.com - Reparasi tak selamanya mengganti produk lama dengan yang baru. Di Service Hub Batam milik Schneider Electric, reparasi bisa bermakna mengubah pola pikir dan meningkatkan produk sehingga lebih berkelanjutan.
"Di Schneider, kita punya end-to-end activity yang kita rangkum dalam tiga topik, tiga cycle," kata Business Vice President, Services & Sustainability, Schneider Electric, Geraldi Tjhin di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (25/2/2026).
Baca juga:
Service Hub Batam berlokasi di Ruko Mega Techno City di Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau. Bangunannya terdiri dari beberapa lantai yang terbagi menjadi beberapa fungsi, antara lain ruang penyimpanan spare-part hingga ruang untuk pelatihan para teknisi setempat.
Pusat layanan ini menawarkan layanan untuk berbagai bidang, di antaranya data center (pusat data) dan industri healthcare (kesehatan).
Diresmikan pada akhir 2025 lalu, pusat layanan ini beroperasi dengan cakupan wilayah Indonesia barat. Namun, tak menutup kemungkinan meluas hingga ke negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.
Layanan Service Hub Batam diawali dari EcoConsult. Pada tahap ini, para tenaga ahli akan melakukan audit dan penemuan pain point (masalah utama) sebelum proyek berlanjut.
"Tenaga ahli consulting bisa datang melakukan audit, melakukan verifikasi, sebenarnya aset bapak sama ibu itu seperti apa, kondisinya baik atau tidak, performanya sudah oke atau tidak, dari segi kelistrikan aman atau tidak, mana yang harus diganti, mana yang harus dilakukan perawatan," jelas Geraldi.
Business Vice President, Services & Sustainability, Schneider Electric, Geraldi Tjhin di Service Hub Batam, Rabu (25/2/2026).Tim tersebut juga bisa melakukan audit energi untuk memberikan solusi terkait roadmap (peta jalan) efisiensi yang seperti apa.
"Dengan investment (investasi) kecil bisa mendapatkan ROI (return of investment) berapa tahun, emisi karbonnya bisa direduksi berapa," tambah dia.
Tahap selanjutnya adalah EcoCare yang disebut sama seperti maintenance plan (rencana perawatan).
Geraldi memberi contoh AC yang biasanya harus diperbaiki secara berkala. Pada tahap ini, teknisi bisa datang dan menentukan penanganan selanjutnya, misalnya dari segi temperatur atau freon.
Baca juga:
Apabila perawatan sudah dilakukan, pelanggan bisa maju ke tahap EcoFit agar mereka lebih memahami perawatan aset yang ada dan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
"Tidak semuanya harus diganti. Tidak semuanya harus dimodernisasi. Di Schneider kami percaya kalau misalnya kamu melakukan maintenance yang proper (tepat), dan kamu melakukan prosedur penggantian yang baik, pasti umur dari aset itu bakal lebih lama," terang Geraldi.
Dengan demikian, opsi penggantian produk atau aset menjadi opsi terakhir yang ditawarkan. Sebab, sebisa mungkin umur produk atau aset tersebut diperpanjang.
Sistem monitoring juga bisa dipasang di aset atau produk tersebut sehingga bisa dipantau kecenderungannya semakin baik atau semakin buruk guna memengaruhi keputusan selanjutnya.
Adapun monitoring tersebut bisa menggunakan AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan). Bila mengambil contoh AC, AI bisa membantu memprediksi temperatur yang sesuai dan memberikan peringatan dini terkait kapan spare-part harus diganti.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya