Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 3 Maret 2026, 20:21 WIB
Agung Dwi E,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

“BTN berkomitmen mendukung pertumbuhan berkelanjutan untuk Indonesia dengan mengusung konsep ‘Become The ESG Champion’ sebagai landasan,” ujar Nixon dalam Laporan Keberlanjutan BTN 2024.

Langkah ini menunjukkan pergeseran orientasi BTN daris ekadar volume kredit menuju kualitas dampak pembiayaannya.

Baca juga: Dorong Penerapan ESG, BTN Jadi Anggota UNEP FI

Bayar cicilan rumah dengan sampah

Transformasi keberlanjutan BTN juga menyasar perilaku nasabah. Pada September 2025, perseroan meluncurkan program "Bayar Angsuranmu Pakai Sampahmu". Terobosan ini memungkinkan nasabah mengurangi cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) melalui pengelolaan sampah rumah tangga.

Melalui kerja sama dengan perusahaan pengelola sampah berbasis teknologi, nasabah dapat menyetorkan sampah yang telah dipilah, seperti plastik, kardus, botol kaca, hingga minyak jelantah.

Sampah tersebut kemudian diolah menjadi poin bernama Rekopoin yang dikonversi menjadi saldo tabungan di rekening BTN untuk membantu pembayaran angsuran.

Baca juga: Kunjungi Bekasi, Ratu Belanda Soroti Program BTN yang Ubah Sampah Jadi Tabungan KPR

Nixon menjelaskan, program tersebut merupakan wujud peran aktif BTN di bidang ESG. Di program ini, sampah rumah tangga yang dikumpulkan bisa dikonversi jadi rupiah ke tabungan serta dapat mengurangi angsuran 10-15 persen per bulan.

"Jadi, kalau angsurannya sekitar Rp 1,1-1,2 juta per bulan, nasabah bisa menabung dari sampah rumah tangga sekitar Rp100-200.000 per bulan. Ini sekaligus membantu negara, bumi, dan lingkungan agar lebih bersih dan green," ujar Nixon di bekas, Jakarta, Rabu (26/11/2025), seperti dikutip dari laman resmi BTN.

Dengan rerata rumah tangga menghasilkan sampah 4 kg per hari, program ini pun bisa mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Sampah yang selama ini dianggap beban ternyata punya nilai ekonomi. Melalui program ini, sampah dipilah, ditimbang, dan dikonversi menjadi tabungan untuk mengurangi cicilan rumah. Semakin rajin memilah, semakin ringan cicilan mereka,” ujar Nixon.

Program ini sudah berjalan di beberapa lokasi di Bogor, Jawa Barat, dan direncanakan akan diperluas ke sekitar 100 titik di Pulau Jawa hingga akhir 2026. BTN juga menilai inisiatif ini sejalan dengan agenda nasional dalam pengembangan ekonomi hijau dan percepatan penanganan sampah.

Inovasi itu mendapat sorotan global. Ratu Belanda Queen Máxima dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Kesehatan Keuangan mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga berpenghasilan rendah sekaligus mengurangi beban sampah di tingkat masyarakat terkecil.

TJSL dan inklusi keuangan

Komitmen sosial BTN juga tecermin dari penyaluran dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang 2024, nilai TJSL yang disalurkan mencapai Rp 88,96 miliar untuk program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, bantuan sosial, hingga pelestarian lingkungan.

Pada periode Januari hingga Juni 2025, BTN kembali menggelontorkan dana TJSL sebesar Rp 40,7 miliar untuk menyokong Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sebagian besar alokasi diarahkan pada sektor pangan.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak terlepas dari kontribusi sosial perusahaan.

“Keberhasilan BTN dalam menjalankan bisnis tidak dapat dilepaskan dari kontribusi nyata terhadap masyarakat dan lingkungan. BTN hadir sebagai bank yang memberikan berbagai layanan keuangan bagi masyarakat serta sebagai mitra pembangunan yang aktif,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).

Baca juga: TJSL BTN Salurkan KPR Mikro hingga Bantuan untuk Pencegahan Stunting

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
PLN Siap Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Kajian Lingkungan dan Sosial Jadi Perhatian
PLN Siap Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Kajian Lingkungan dan Sosial Jadi Perhatian
BUMN
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
LSM/Figur
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Pemerintah
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Pemerintah
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Pemerintah
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Pemerintah
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Pemerintah
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Pemerintah
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Pemerintah
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
Pemerintah
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Pemerintah
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
LSM/Figur
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Pemerintah
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk 'Urban Farming' Tanaman Anggur
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk "Urban Farming" Tanaman Anggur
LSM/Figur
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau