Inisiatif yang dijalankan pun beragam dan menyentuh langsung masyarakat. Mulai dari penguatan ketahanan pangan melalui pembagian sembako dan makan siang gratis di Boyolali, Jawa Tengah, hingga pemberdayaan ekonomi lokal lewat program inkubasi BTN Housingpreneur, dukungan pameran UMKM di Surakarta, Jawa Tengah, serta bantuan alat usaha bagi pelaku usaha kecil di Sulawesi Tengah.
Di sisi lain, BTN terus memperluas inklusi dan literasi keuangan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Selama hampir lima dekade, BTN dikenal sebagai tulang punggung pembiayaan rumah subsidi di Indonesia.
Sejak 1976 hingga Desember 2025, BTN telah menyalurkan KPR subsidi sekitar 4,4 juta unit dengan nilai Rp 300,99 triliun.
Kini, misi tersebut diperluas. Tak hanya membantu masyarakat memiliki rumah, BTN juga mendorong agar hunian yang dibiayai lebih efisien energi dan ramah lingkungan.
Di tengah kekhawatiran bahwa penerapan ESG dapat menekan margin perbankan, kinerja BTN justru menunjukkan bahwa stratetegi keberlanjutan dapat ebrjalan beriringan dengan profitabilitas.
Untuk memastikan implementasi berjalan konsisten, BTN membentuk Komite ESG serta Enterprise & ESG Risk Management Division. Perseroan juga menyusun Governance, Risk, and Compliance (GRC) Roadmap 2025–2029 sebagai panduan penguatan tata kelola.
Dalam Laporan Keberlanjutan 2024, BTN menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar target tahunan, melainkan perjalanan jangka panjang yang melibatkan erbagai pemangku kepentingan.
“BTN meyakini bahwa keberlanjutan bukan merupakan sebuah tujuan, melainkan merupakan perjalanan yang melibatkan berbagai pihak dan aspek yang saling terkait,” demikian tertulis dalam laporan tersebut.
Bagi BTN, pendekatan keberlanjutan dirangkum dalam konsep 5P: People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership. Artinya, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Di tengah dinamika industri perbankan dan properti, BTN berupaya menunjukkan bahwa profit dan purpose dapat berjalan beriringan. Di balik angka pertumbuhan laba dan ekspansi kredit, terdapat upaya menjaga keseimbangan antara kinerja ekonomi, dampak sosial, dan tanggung jawab lingkungan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya