"BMKG memberikan rekomendasi kepada kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, institusi terkait, dan seluruh masyarakat. Pertama, untuk sektor pangan agar dapat menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air, lebih tahan terhadap kekeringan, serta memiliki siklus tanam yang lebih pendek," terang Ardhasena.
Kedua, melakukan revitalisasi waduk, memperbaiki jaringan distribusi air, serta memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat pada periode musim kemarau.
BMKG juga mengimbau perlunya memastikan kapasitas air bendungan memadai untuk operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Sektor lingkungan, harus menyiapkan mekanisme respon cepat oleh pemerintah daerah untuk antisipasi kemungkinan penurunan kondisi kualitas udara.
"Terakhir, untuk sektor kehutanan dan kebencanaan, kita perlu kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau yang akan datang," ucap dia.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya