Azreen menambahkan, pihaknya berharap kinerja tersebut dapat berlanjut pada proyek-proyek berikutnya.
Baca juga: PLN Kantongi Pasokan 84 Juta Ton Batu Bara, Tepis Isu Ancaman Listrik Padam
"Kami sangat puas dengan hasilnya dan berharap pencapaian luar biasa ini dapat terus berlanjut pada proyek-proyek berikutnya di Pencawang Seberang Jerteh dan Gombak,” tambahnya.
Keberhasilan PLN dalam proyek ini sekaligus menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam mendukung infrastruktur transportasi rendah karbon di kawasan Asia Tenggara.
Dalam proyek elektrifikasi ECRL, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).
Dalam hal ini, PLN NP berperan dalam pengadaan peralatan utama, sedangkan PLN NPC berperan dalam pengadaan peralatan pendukung dan mengeksekusi pekerjaan konstruksi sekaligus pelaksanaan komisioning.
Secara teknis, PLN Group mengerjakan empat dari total 10 Feeder Station dalam proyek ECRL, yakni FS1, FS2, FS9, dan FS10.
Baca juga: Lebih dari 390.000 Pelaku Usaha Agrikultur dan Kelautan Adopsi Teknologi Listrik PLN
Proyek tersebut dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada Juni 2026.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan, penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti kapabilitas perusahaan dalam proyek strategis lintas negara.
"Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional," ujar Ruly.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction Djarot Hutabri menjelaskan, PLN NPC telah memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di bidang pembangkitan dan transmisi.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi dalam mengerjakan proyek elektrifikasi ECRL di Malaysia.
Baca juga: Cukup 20 Menit, Sinergi PLN, MEBI, dan Huawei Percepat Pengisian Mobil Listrik
Ia memastikan, PLN NPC siap melaksanakan design and build untuk elektrifikasi FS ECRL yang mencakup pembangunan 132 kV switching station, instalasi overhead transmission line (OHL) dan underground cable sepanjang 3 km.
Djarot menegaskan, PLN juga siap mendukung pekerjaan pendukung lainnya demi memastikan proyek tersebut dikerjakan tepat waktu dan berstandar tinggi.
"Capaian ini mencerminkan kapabilitas, profesionalisme, dan komitmen seluruh insan PLN NPC dalam menghadirkan layanan konstruksi ketenagalistrikan yang andal, tepat waktu, dan berstandar global,” katanya.
Djarot menambahkan, apresiasi dari TSG dan TNB juga menjadi bukti bahwa PLN Group mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis.
Baca juga: Nyamar Jadi Petugas PLN, Dua Pencuri Kabel di Asahan Gagal Beraksi
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya