Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

DBS Salurkan Rp 11,2 Miliar untuk 5 Bisnis Sosial Indonesia, Bantu Dokter di Desa Pakai AI

Kompas.com, 11 Maret 2026, 08:30 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang buka puasa, Selasa (10/3/2026), saya menyempatkan diri mendaftar layanan medical check-up gratis yang disediakan perusahaan penyedia solusi teknologi kesehatan, DoctorTool.

Setelah mengukur tinggi dan berat badan, saya menjalani pengecekan tekanan darah. Hasilnya, tensi 107/76 mmHg atau tergolong normal dan langsung tertera dalam akun aplikasi DoctorTool saya.

Baca juga:

Hasil pengukuran berbagai alat DoctorTool langsung masuk ke dalam sistem tanpa perlu dimasukkan datanya secara manual oleh tenaga kesehatan.

Hal itu termasuk contoh teknologi yang bisa menjembatani masyarakat untuk mengakses kesehatan ke fasilitas dengan sistem terdigitalisasi.

"Kami membangun SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit), (juga yang untuk) puskesmas. Kemudian kami membuat aplikasi untuk pasiennya agar bisa terkoneksi dengan fasilitas kesehatan. Kami menciptakan suatu teknologi IoT hub ya," ujar Chief Executive Officer & Co-Founder, Rainaldo dalam media briefing DBS Foundation Grant 2025 di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Hibah dana DBS untuk usaha berdampak sosial

Dari kesehatan hingga air bersih

Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika dalam media briefing DBS Foundation Grant 2025 di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
?KOMPAS.com/Manda Firmansyah Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika dalam media briefing DBS Foundation Grant 2025 di Jakarta, Selasa (10/3/2026). ?

Sebenarnya, pemerintah Indonesia sudah mencoba memperluas akses dengan BPJS Kesehatan, tapi masih terdapat sejumlah kendala.

Misalnya, total biaya untuk mencapai fasilitas kesehatan di wilayah terpencil sangat mahal, meski pelayanannya gratis. Khususnya, bagi mereka yang harus meninggalkan pekerjaan hanya untuk mengakses layanan kesehatan.

Menurut Rainaldo, dana hibah dari DBS Foundation akan dipakai perusahaannya untuk membantu para dokter di tingkat desa, yang mana mereka tidak memiliki berbagai macam kasus untuk belajar.

"Jadi, kami perkuat mereka dengan AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan). AI membantu mereka mengecek ulang apakah sudah benar diagnosisnya, sudah benar pengobatannya," tutur Rainaldo.

DoctorTool merupakan satu dari lima daftar social enterprise dan bisnis berdampak sosial (BFI) penerima DBS Foundation Grant Program 2025.

Selain DoctorTool, ada Parongpong RAW Lab yang meningkatkan pendapatan nelayan dengan mengolah limbah jaring ikan (ghost net) menjadi bahan bangunan bernilai tinggi dan ramah lingkungan (Prototile).

Ada pula Koneksi Indonesia Inklusif (KONEKIN) yang berfokus pada penciptaan lingkungan kerja lebih inklusif bagi 17 juta penyandang disabilitas usia produktif di Indonesia melalui pelatihan, asesmen, serta pendampingan praktik rekrutmen yang berkeadilan.

Sementara itu, Nazava Water Filters membantu menyediakan akses air bersih terjangkau, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah, melalui teknologi penyaring air yang memurnikan air keran, sumur, sungai, atau hujan tanpa perlu merebus atau membeli botol air plastik.

Filter Nazava diklaim sebagai satu-satunya filter air minum buatan Indonesia yang disertifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara
Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara
Pemerintah
Cara Kurangi Beban Sampah Bantargebang Bisa Dimulai dari Rumah Tangga
Cara Kurangi Beban Sampah Bantargebang Bisa Dimulai dari Rumah Tangga
Pemerintah
DBS Salurkan Rp 11,2 Miliar untuk 5 Bisnis Sosial Indonesia, Bantu Dokter di Desa Pakai AI
DBS Salurkan Rp 11,2 Miliar untuk 5 Bisnis Sosial Indonesia, Bantu Dokter di Desa Pakai AI
Swasta
Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar AI Dibanding Laki-laki
Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar AI Dibanding Laki-laki
Swasta
Bumi Memanas Lebih Cepat, Batas 1,5 Derajat Diprediksi Terlampaui Sebelum 2030
Bumi Memanas Lebih Cepat, Batas 1,5 Derajat Diprediksi Terlampaui Sebelum 2030
LSM/Figur
Indonesia Diprediksi Dilanda Gelombang Panas per April, Suhu di Atas Normal
Indonesia Diprediksi Dilanda Gelombang Panas per April, Suhu di Atas Normal
LSM/Figur
THR Tak Bikin Daya Beli Masyarakat Naik, Ahli Jelaskan Penyebabnya
THR Tak Bikin Daya Beli Masyarakat Naik, Ahli Jelaskan Penyebabnya
LSM/Figur
Mikroba Laut Dalam Jadi Sekutu Hadapi Perubahan Iklim
Mikroba Laut Dalam Jadi Sekutu Hadapi Perubahan Iklim
Pemerintah
Pulihkan Kualitas Air, 7.000 Liter Eco Enzyme Dituangkan ke Sungai Jeletreng Tangsel
Pulihkan Kualitas Air, 7.000 Liter Eco Enzyme Dituangkan ke Sungai Jeletreng Tangsel
LSM/Figur
Boeing Teken Penghapusan 40.000 Ton Karbon lewat Teknologi Biochar
Boeing Teken Penghapusan 40.000 Ton Karbon lewat Teknologi Biochar
Swasta
Hujan Diprediksi Melanda Indonesia Jelang Mudik Lebaran 2026
Hujan Diprediksi Melanda Indonesia Jelang Mudik Lebaran 2026
Pemerintah
Tanaman Menahun Bisa Jadi Solusi Krisis Iklim dan Pangan
Tanaman Menahun Bisa Jadi Solusi Krisis Iklim dan Pangan
Pemerintah
Eropa Cari Cara Produksi Hidrogen Hijau Tanpa PFAS dan Logam Mahal
Eropa Cari Cara Produksi Hidrogen Hijau Tanpa PFAS dan Logam Mahal
LSM/Figur
Satu-satunya Perempuan di DEN, Sripeni Singgung Kesenjangan Gender di Dunia Kerja
Satu-satunya Perempuan di DEN, Sripeni Singgung Kesenjangan Gender di Dunia Kerja
Pemerintah
Bab Baru Nilai Ekonomi Karbon
Bab Baru Nilai Ekonomi Karbon
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau