JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang buka puasa, Selasa (10/3/2026), saya menyempatkan diri mendaftar layanan medical check-up gratis yang disediakan perusahaan penyedia solusi teknologi kesehatan, DoctorTool.
Setelah mengukur tinggi dan berat badan, saya menjalani pengecekan tekanan darah. Hasilnya, tensi 107/76 mmHg atau tergolong normal dan langsung tertera dalam akun aplikasi DoctorTool saya.
Baca juga:
Hasil pengukuran berbagai alat DoctorTool langsung masuk ke dalam sistem tanpa perlu dimasukkan datanya secara manual oleh tenaga kesehatan.
Hal itu termasuk contoh teknologi yang bisa menjembatani masyarakat untuk mengakses kesehatan ke fasilitas dengan sistem terdigitalisasi.
"Kami membangun SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit), (juga yang untuk) puskesmas. Kemudian kami membuat aplikasi untuk pasiennya agar bisa terkoneksi dengan fasilitas kesehatan. Kami menciptakan suatu teknologi IoT hub ya," ujar Chief Executive Officer & Co-Founder, Rainaldo dalam media briefing DBS Foundation Grant 2025 di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika dalam media briefing DBS Foundation Grant 2025 di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
?Sebenarnya, pemerintah Indonesia sudah mencoba memperluas akses dengan BPJS Kesehatan, tapi masih terdapat sejumlah kendala.
Misalnya, total biaya untuk mencapai fasilitas kesehatan di wilayah terpencil sangat mahal, meski pelayanannya gratis. Khususnya, bagi mereka yang harus meninggalkan pekerjaan hanya untuk mengakses layanan kesehatan.
Menurut Rainaldo, dana hibah dari DBS Foundation akan dipakai perusahaannya untuk membantu para dokter di tingkat desa, yang mana mereka tidak memiliki berbagai macam kasus untuk belajar.
"Jadi, kami perkuat mereka dengan AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan). AI membantu mereka mengecek ulang apakah sudah benar diagnosisnya, sudah benar pengobatannya," tutur Rainaldo.
DoctorTool merupakan satu dari lima daftar social enterprise dan bisnis berdampak sosial (BFI) penerima DBS Foundation Grant Program 2025.
Selain DoctorTool, ada Parongpong RAW Lab yang meningkatkan pendapatan nelayan dengan mengolah limbah jaring ikan (ghost net) menjadi bahan bangunan bernilai tinggi dan ramah lingkungan (Prototile).
Ada pula Koneksi Indonesia Inklusif (KONEKIN) yang berfokus pada penciptaan lingkungan kerja lebih inklusif bagi 17 juta penyandang disabilitas usia produktif di Indonesia melalui pelatihan, asesmen, serta pendampingan praktik rekrutmen yang berkeadilan.
Sementara itu, Nazava Water Filters membantu menyediakan akses air bersih terjangkau, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah, melalui teknologi penyaring air yang memurnikan air keran, sumur, sungai, atau hujan tanpa perlu merebus atau membeli botol air plastik.
Filter Nazava diklaim sebagai satu-satunya filter air minum buatan Indonesia yang disertifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya