Untuk mengilustrasikan dampak di dunia nyata, pada peneliti memodelkan emisi GRK di Portugal di empat sektor yaitu, bangunan, energi, industri, dan transportasi.
Jika Portugal telah menerapkan semua 28 kebijakan efektif dengan tingkat keketatan maksimum sejak tahun 2000, penghematan emisi kumulatif akan mencapai total 538 Mt karbon dioksida (CO2) ekuivalen.
Angka tersebut setara dengan satu tahun bebas emisi di seluruh sektor tersebut untuk Korea Selatan, yang ekonominya sekitar enam kali lebih besar daripada Portugal.
Analisis secara spesifik negara tertentu sangat penting karena menunjukkan peluang yang jelas dan terarah. Misalnya, Jerman dapat meningkatkan aksi iklim melalui pembatasan kecepatan jalan raya yang lebih ketat.
Australia, Kanada, dan Jepang bisa secara signifikan meningkatkan kinerja melalui pajak cukai bahan bakar fosil yang lebih tinggi.
Analisis dari studi ini memungkinkan para pembuat kebijakan untuk mengidentifikasi titik buta dalam strategi iklim yang ambisius.
Studi ini menunjukkan bahwa aksi iklim yang efektif tidak bergantung pada penemuan satu solusi sempurna. Ada banyak jalur yang tersedia, dengan beberapa instrumen terbukti lebih andal daripada yang lain.
Penetapan harga karbon, perpajakan, dan investasi dalam penelitian energi terbarukan menjadi instrumen terbaik yang akan meningkatkan performa negara mana pun dalam mengurangi emisi GRK.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya