Terakhir, fluktuasi harga karbon di pasar global yang masih relatif rendah. Harganya belum selalu memberikan insentif ekonomi yang kuat bagi pengembangan proyek karbon berbasis ekosistem.
"Apakah harga karbon yang saat ini, terutama blue carbon (karbon biru) yang saat ini sudah ada atau sudah terjadi transaksi, itu adalah cukup layak dan ekonomis untuk mendukung pengelolaan ekosistem pesisir berbasis bisnis karbon? Ini saya kira pertanyaan yang sangat signifikan karena harapan kita karbon ke depan ini menjadi sumber pendapatan negara yang lain, yang sangat potensial," ujar Asep.
Di Pasar Karbon Sukarela (Voluntary Carbon Market/VCM), harganya saat ini masih sangat bervariasi. Harganya bisa berkisar antara tiga hingga 30 dollar AS atau setara Rp 50.000 sampai Rp 500.000 per ton CO2 ekuivalen.
"Ya, ini tergantung dari proyek dan standar sertifikasi yang digunakan," tutur Asep.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya