KOMPAS.com - Survei terbaru dari perusahaan layanan profesional British Standards Institution (BS) menunjukkan sebagian besar bisnis kini mengubah cara mereka membicarakan aksi net zero.
Mereka lebih fokus membahas ketahanan dan pengurangan risiko untuk menghadapi keraguan publik terhadap isu iklim di media dan politik.
Meski pesan keberlanjutannya berubah, sebagian besar perusahaan tetap berkomitmen menjalankan aksi iklim mereka karena melihat adanya peluang dan manfaat. Mereka juga yakin bahwa isu net zero akan kembali menjadi prioritas politik di masa depan.
Melansir ESG Today, Selasa (21/4/2026) selain itu, meski survei menunjukkan perusahaan secara umum tetap berkomitmen pada aksi iklim, banyak dari mereka mengakui bahwa ketidakpastian kebijakan pemerintah soal net zero membuat mereka sulit berinvestasi.
Beberapa perusahaan bahkan telah mengubah rencah dan target transisi mereka.
Laporan berjudul G7 Net Zero Temperature Check ini disimpulkan setelah BSI melakukan jajak pendapat terhadap lebih dari 7.000 pemimpin bisnis di Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Jepang.
Baca juga: Konsumen Berharap Perusahaan Lebih Aktif Lindungi Sumber Air
Laporan menemukan bahwa sebagian besar bisnis tetap berkomitmen pada program iklim mereka meskipun situasi politik kurang mendukung.
Sebanyak 78 persen responden menyatakan akan terus mengejar target net zero tanpa mempedulikan ketidakpastian politik karena hal itu menguntungkan bagi bisnis.
Selain itu, jumlah yang hampir sama (76 persen) mengaku melakukannya karena dorongan ekspektasi dari pelanggan mereka. Secara keseluruhan, 83 persen responden menyatakan berkomitmen untuk mencapai target net zero sesuai dengan target nasional negara masing-masing.
Hal yang menarik, 69 persen responden melaporkan bahwa perusahaan mereka justru meningkatkan aksi net zero selama 12 bulan terakhir, sementara hanya 4 persen yang melaporkan penurunan.
Selain itu, 38 persen merasa yakin akan menambah investasi untuk net zero dalam 12 bulan ke depan, dibandingkan hanya 25 persen yang memperkirakan adanya pengurangan.
Komitmen yang terus berlanjut terhadap net zero ini terjadi karena para pemimpin bisnis melihat adanya keuntungan dan nilai strategis dalam bersiap menghadapi transisi iklim.
Menurut survei tersebut, 75 persen responden setuju bahwa net zero penting bagi ketahanan bisnis mereka di masa depan.
Selain itu, 74 persen menyatakan bahwa risiko jika tidak melakukan transisi ke net zero justru lebih besar daripada risiko saat melakukannya. Hampir tiga perempat (73 persen) responden juga setuju bahwa upaya net zero yang konsisten akan memberikan mereka keunggulan dibanding pesaing yang justru mengurangi aksi iklim mereka.
Hebatnya, empat dari lima (79 persen) responden setuju bahwa net zero akan kembali menjadi prioritas politik dalam sepuluh tahun ke depan, sehingga mereka terus berupaya mencapainya.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya