Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bisnis Global Tetap Fokus pada Isu Iklim, Tapi Ubah Pesan Keberlanjutannya

Kompas.com, 22 April 2026, 14:30 WIB
Add on Google
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Survei terbaru dari perusahaan layanan profesional British Standards Institution (BS) menunjukkan sebagian besar bisnis kini mengubah cara mereka membicarakan aksi net zero.

Mereka lebih fokus membahas ketahanan dan pengurangan risiko untuk menghadapi keraguan publik terhadap isu iklim di media dan politik.

Meski pesan keberlanjutannya berubah, sebagian besar perusahaan tetap berkomitmen menjalankan aksi iklim mereka karena melihat adanya peluang dan manfaat. Mereka juga yakin bahwa isu net zero akan kembali menjadi prioritas politik di masa depan.

Melansir ESG Today, Selasa (21/4/2026) selain itu, meski survei menunjukkan perusahaan secara umum tetap berkomitmen pada aksi iklim, banyak dari mereka mengakui bahwa ketidakpastian kebijakan pemerintah soal net zero membuat mereka sulit berinvestasi.

Beberapa perusahaan bahkan telah mengubah rencah dan target transisi mereka.

Laporan berjudul G7 Net Zero Temperature Check ini disimpulkan setelah BSI melakukan jajak pendapat terhadap lebih dari 7.000 pemimpin bisnis di Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Jepang.

Baca juga: Konsumen Berharap Perusahaan Lebih Aktif Lindungi Sumber Air

Komitmen pada Aksi Iklim

Laporan menemukan bahwa sebagian besar bisnis tetap berkomitmen pada program iklim mereka meskipun situasi politik kurang mendukung.

Sebanyak 78 persen responden menyatakan akan terus mengejar target net zero tanpa mempedulikan ketidakpastian politik karena hal itu menguntungkan bagi bisnis.

Selain itu, jumlah yang hampir sama (76 persen) mengaku melakukannya karena dorongan ekspektasi dari pelanggan mereka. Secara keseluruhan, 83 persen responden menyatakan berkomitmen untuk mencapai target net zero sesuai dengan target nasional negara masing-masing.

Hal yang menarik, 69 persen responden melaporkan bahwa perusahaan mereka justru meningkatkan aksi net zero selama 12 bulan terakhir, sementara hanya 4 persen yang melaporkan penurunan.

Selain itu, 38 persen merasa yakin akan menambah investasi untuk net zero dalam 12 bulan ke depan, dibandingkan hanya 25 persen yang memperkirakan adanya pengurangan.

Keuntungan Menjalankan Aksi Iklim

Komitmen yang terus berlanjut terhadap net zero ini terjadi karena para pemimpin bisnis melihat adanya keuntungan dan nilai strategis dalam bersiap menghadapi transisi iklim.

Menurut survei tersebut, 75 persen responden setuju bahwa net zero penting bagi ketahanan bisnis mereka di masa depan.

Selain itu, 74 persen menyatakan bahwa risiko jika tidak melakukan transisi ke net zero justru lebih besar daripada risiko saat melakukannya. Hampir tiga perempat (73 persen) responden juga setuju bahwa upaya net zero yang konsisten akan memberikan mereka keunggulan dibanding pesaing yang justru mengurangi aksi iklim mereka.

Hebatnya, empat dari lima (79 persen) responden setuju bahwa net zero akan kembali menjadi prioritas politik dalam sepuluh tahun ke depan, sehingga mereka terus berupaya mencapainya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Target PLTS 100 GW Dinilai Bikin RI Lebih Tahan Guncangan Krisis Energi
Target PLTS 100 GW Dinilai Bikin RI Lebih Tahan Guncangan Krisis Energi
LSM/Figur
Pekerja Keamanan Siber Makin Dibutuhkan, Swasta dan Pemerintah Perlu Berinvestasi
Pekerja Keamanan Siber Makin Dibutuhkan, Swasta dan Pemerintah Perlu Berinvestasi
Pemerintah
EV Lebih Efisien dari WFH, Pemerintah Berpotensi Hemat Rp 12 Triliun
EV Lebih Efisien dari WFH, Pemerintah Berpotensi Hemat Rp 12 Triliun
LSM/Figur
BSSN: Serangan Siber Naik 7 Kali Lipat pada 2025 dan Berlanjut di Awal 2026
BSSN: Serangan Siber Naik 7 Kali Lipat pada 2025 dan Berlanjut di Awal 2026
Pemerintah
Indef: Cukai Emisi Kendaraan Berpotensi Hasilkan Rp 40 Triliun Per Tahun
Indef: Cukai Emisi Kendaraan Berpotensi Hasilkan Rp 40 Triliun Per Tahun
LSM/Figur
Program 'Reuse' Global Mandek Akibat Aturan yang Berbeda di Tiap Negara
Program "Reuse" Global Mandek Akibat Aturan yang Berbeda di Tiap Negara
Pemerintah
PLTS hingga EV Diprediksi Bakal Dongkrak Produksi Tembaga di Indonesia
PLTS hingga EV Diprediksi Bakal Dongkrak Produksi Tembaga di Indonesia
BUMN
Banyak CEO Tak Anggap Keamanan Siber sebagai Investasi
Banyak CEO Tak Anggap Keamanan Siber sebagai Investasi
Swasta
Studi Sebut 98 Persen Janji Keberlanjutan Industri Daging dan Susu Hanya Greenwashing
Studi Sebut 98 Persen Janji Keberlanjutan Industri Daging dan Susu Hanya Greenwashing
Pemerintah
BRIN Temukan Subspesies Baru Buah Bisbul Asli Papua
BRIN Temukan Subspesies Baru Buah Bisbul Asli Papua
Pemerintah
Percepat Ubah Sampah Jadi Energi, Pemerintah Tawarkan Berbagai Kemudahan untuk Pengelola
Percepat Ubah Sampah Jadi Energi, Pemerintah Tawarkan Berbagai Kemudahan untuk Pengelola
Pemerintah
Ledakan Populasi Ikan Sapu-Sapu Jadi Alarm Pencemaran Sungai Ciliwung
Ledakan Populasi Ikan Sapu-Sapu Jadi Alarm Pencemaran Sungai Ciliwung
Pemerintah
IDX Carbon Permudah Individu dan Retail Hapus Jejak Karbon
IDX Carbon Permudah Individu dan Retail Hapus Jejak Karbon
Swasta
Pemerintah Lelang Proyek 'WtE' di Medan-Bekasi, untuk Olah 7.000 Ton Per Hari
Pemerintah Lelang Proyek "WtE" di Medan-Bekasi, untuk Olah 7.000 Ton Per Hari
Pemerintah
PT Elnusa Sebut Pangkas 3.079 Ton CO2 dan Kurangi 178.606 Sampah Plastik
PT Elnusa Sebut Pangkas 3.079 Ton CO2 dan Kurangi 178.606 Sampah Plastik
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau