Setiap pilihan dalam pemberantasan ikan sapu-sapu di Indonesia masih memaksa untuk trade off atau situasi pertukaran yang mengharuskan memilih sesuatu dan melepaskan opsi lain karena keterbatasan sumber daya. Pertama, opsi penguburan usai penangkapan ikan sapu-sapu dapat menghindarkan logam berat dari risiko masuk ke rantai makanan, tetapi boros biaya dan dikritik tidak etis.
Baca juga: Pakar IPB Beberkan Cara Berantas Lonjakan Populasi Ikan Sapu-sapu
Kedua, opsi dimakan usai penangkapan ikan sapu-sapu bisa memberikan nilai ekonomi dan pemanfaatan secara langsung. Namun, logam berat langsung masuk ke tubuh manusia.
Ketiga, opsi diolah sebagai pakan ternak dapat mengurangi limbah. Ini opsi juga berbahaya karena akumulasi logam berat pada daging ikan sapu-sapu beralih ke ternak dan berujung dimakan manusia.
Keempat, opsi diolah menjadi pupuk organik bisa memberikan nitrogen tinggi yang baik untuk tanah. Sayangnya, kandungan logam berat pad daging ikan sapu-sapu yang dolah berisiko terserap ke tanaman pangan.
Kelima, opsi hanya sekadar pencegahan tidak bisa menyelesaikan akar permasalahan dan populasi ikan sapu-sapu akan semakin membesar.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya