KOMPAS.com-Studi terbaru dari PwC mengungkapkan mayoritas perusahaan tetap mempertahankan atau justru mempercepat target iklim mereka.
Selain itu, semakin banyak perusahaan yang berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pengurangan emisi, baik dalam operasional internal maupun di seluruh rantai bisnis mereka.
Temuan ini membantah anggapan bahwa upaya keberlanjutan mulai menurun akibat meningkatnya pengawasan politik.
Melansir ESG Today, Rabu (29/4/2026) studi tersebut juga menunjukkan bahwa upaya keberlanjutan kini semakin fokus pada rantai pasok.
Perusahaan-perusahaan mulai meningkatkan dan mematangkan kerja sama dengan para pemasok mereka, serta lebih transparan dalam melaporkan emisi Scope 3 atau emisi tidak langsung dari rantai bisnis.
Jumlah perusahaan yang melaporkan emisi Scope 3 naik 30 persen dibandingkan tahun lalu.
Temuan laporan tahunan "State of Decarbonization" yang ketiga ini, didapat setelah PwC menganalisis data dari 3.547 perusahaan di berbagai industri, wilayah, dan ukuran.
Baca juga: Asia ESG Summit Dorong Akuntabilitas Perusahaan di Dunia Nyata
Data tersebut diambil dari laporan keberlanjutan perusahaan, keterbukaan informasi lingkungan (CDP), laporan resmi pemerintah (CSRD dan 10-K), serta berbagai sumber data publik lainnya.
Laporan menemukan bahwa 82 persen perusahaan tetap mempertahankan atau mempercepat komitmen iklim mereka selama setahun terakhir, hampir sama dengan angka 84 persen pada tahun sebelumnya.
Meskipun jumlah perusahaan yang meningkatkan komitmennya menurun, jumlah perusahaan yang menambah atau mempercepat target dekarbonisasi masih jauh lebih banyak daripada mereka yang menarik diri.
Selain itu, meskipun pertumbuhan jumlah perusahaan yang menetapkan target dekarbonisasi baru melambat menjadi 7 persen, laporan ini menunjukkan bahwa target-target tersebut sekarang jauh lebih ketat.
Sebagian besar perusahaan kini menetapkan target yang selaras dengan sains atau telah diverifikasi secara resmi oleh pihak eksternal.
Studi ini juga menemukan bahwa perusahaan-perusahaan terus mengalami kemajuan dalam inisiatif pengurangan emisi mereka, di mana 69 persen perusahaan kini dinilai berada di jalur yang tepat untuk mencapai target Scope 1 (emisi langsung) dan Scope 2 (emisi dari energi yang dibeli).
Kemajuan dalam operasional dan penggunaan energi ini terjadi saat perusahaan menghadapi guncangan harga energi dan masalah kepastian pasokan.
Laporan tersebut mencatat bahwa investasi global dalam efisiensi energi sektor industri naik 45 persen antara tahun 2020 hingga 2025, mencapai sekitar 30 miliar dolar AS atau setara dengan Rp520,47 triliun.
Baca juga: 65 Persen Karhutla di Lahan Gambut, Ancam Target Iklim RI
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya