JAKARTA, KOMPAS.com - Belantara Foundation bersama mitra sektor swasta asal Jepang menanam bibit pohon secara simbolis di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim (SSH), Riau, Kamis (11/6/2026).
Hal ini dilakukan dalam rangka Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia 2026, hasil kerja sama dengan Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura dan Kelompok Tani Hutan.
Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna mengungkapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan periode 2021-2030 sebagai Dekade Restorasi Ekosistem untuk mendorong pemulihan kawasan yang terdegradasi secara masif.
"Sesuai dengan misi dari United Nation Sustainable Development Goals yaitu no one left behind, kami menggunakan pendekatan kolaborasi multipihak, salah satunya dengan menggandeng sektor swasta dari Jepang untuk mendukung gerakan restorasi hutan terdegradasi di Sumatera khususnya Riau," kata Dolly dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).
Baca juga: Degradasi Padang Lamun Berpotensi Lepaskan Karbon ke Atmosfer
Dia menambahkan, target pemulihan lahan terdegradasi mencapai 1,5 miliar hektare pada 2030. Sehingga, restorasi ekosistem menjadi langkah strategis untuk mitigasi perubahan iklim, meningkatkan ketahanan pangan, menjaga suplai air, serta melindungi keanekaragaman hayati
Menurut Dolly, sektor swasta memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan lahan yang terdegradasi. Penanaman pohon di Tahuran SSH merupakan bagian dari program Forest Restoration Project: SDGs Together! yang telah dijalankan sejak 2020.
Program ini berfokus pada pemulihan hutan terdegradasi guna mengembalikan fungsi iklim mikro dan tata air, mengurangi risiko bencana lingkungan seperti erosi, longsor, kebakaran lahan, serta menjaga kualitas udara dan sumber daya air.
Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan kualitas habitat satwa liar sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Baca juga: Alih Fungsi Lahan di Asia Tenggara Picu Krisis Polusi Udara, RI Paling Dirugikan
Di sisi lain, Representative Director APP Japan Ltd, Tan Ui Sian menyatakan pihaknya akan terus mengajak berbagai pemangku kepentingan di Jepang untuk mendukung program Forest Restoration Project: SDGs Together.
Menurut dia, program tersebut mendukung sejumlah target SDGs, antara lain konsumsi dan produksi berkelanjutan, aksi penanganan perubahan iklim, perlindungan ekosistem daratan, serta penguatan kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.
"Kami berharap dapat mengajak lebih banyak multi-stakeholders dari mancanegara untuk mendukung program Forest Restoration Project: SDGs Together," ungkap Tan.
Sementara, Kepala KPHP Minas Tahura, Sri Wilda Hasibuan menyampaikan kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim yang memiliki luas lebih dari 6.000 hektare saat ini menghadapi ancaman deforestasi dan degradasi akibat aktivitas ilegal seperti perambahan lahan dan pembalakan liar.
Ia menyebut kerja sama dengan Belantara Foundation dan mitra dari Jepang yang dimulai pada pertengahan 2022 menjadi upaya memulihkan kawasan hutan yang rusak sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon Indonesia.
"Program ini bertujuan memulihkan kawasan hutan yang terdegradasi agar dapat berkontribusi pada upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta mendukung pemenuhan Nationally Determined Contribution (NDC) Pemerintah Indonesia," beber Sri.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya