Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lestarikan Hutan Bakau, Ini 4 Cara yang Bisa Dilakukan

Kompas.com, 7 April 2023, 09:26 WIB
Nada Zeitalini Arani,
ADW

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hutan bakau atau mangrove  adalah ekosistem penting yang tumbuh di antara daratan dan lautan. Oleh sebab itu, hutan ini memberikan banyak manfaat. Salah satunya adalah melindungi kawasan pesisir dari ombak yang datang agar tidak mudah terjadi abrasi.

Berdasarkan data resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2021, total luas hutan bakau di Indonesia mencapai 3.364.076 hektare (Ha). Dari luas ini, hutan mangrove terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu bakau lebat, sedang, dan jarang.

Selain melindungi dari abrasi, hutan bakau juga menjadi habitat hewan laut, seperti ikan, kepiting, dan udang. Namun, saat ini cukup banyak aktivitas manusia yang mulai merusak keberadaan hutan bakau.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Departemen Kehutanan, Kelautan, dan Perikanan berupaya melakukan pelestarian hutan bakau secara masif. Namun, upaya ini juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat. 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Semarang pun membagikan cara memulihkan hutan bakau yang bisa dilakukan masyarakat, Kamis (19/11/2020). Berikut ulasannya. 

1. Mengadakan bibit

Pengadaan bibit bakau merupakan cara untuk menyelamatkan kelestarian bakau. Sebab, saat ini bibit bakau yang tumbuh di hutan hanya mengandalkan pohon induk.

Jika terus demikian, bibit bakau akan semakin langka. Oleh karena itu, dibutuhkan peran manusia untuk membantu pengadaan bibit bakau.

2. Kesehatan bibit

Bibit memang menjadi sumber kelestarian hutan bakau. Selain pengadaan dan pelatihan, perlu juga memperhatikan kesehatan bibit bakau. Sebab, tidak semua bibit memiliki kualitas yang bagus untuk ditanam.

Baca juga: 5 Manfaat Hutan Bakau untuk Lingkungan, Manusia, dan Hewan

Untuk mengetahui kualitas bibit bakau yang bagus, perhatikan batang, cabang, daun, dan akarnya. Biasanya bibit bakau yang sehat tidak mengalami cacat atau terkena hama tanaman.

3. Reboisasi

Cara selanjutnya untuk menjaga kelestarian hutan bakau adalah reboisasi atau penanaman kembali hutan bakau yang rusak.

Setelah mengadakan dan menyeleksi bibit yang berkualitas masyarakat perlu melakukan reboisasi sehingga hutan bakau tidak punah dan tetap bermanfaat bagi makhluk hidup.

4. Tata ruang

Dekorasi atau menata kembali pantai, permukiman-permukiman penduduk, serta vegetasi menjadi cara untuk memulihkan hutan bakau. Dengan penataan ruang, hutan bakau justru bisa dijadikan sebagai ekowisata.

Dengan begitu, semakin banyak wisatawan yang datang, semakin banyak pula masyarakat yang dapat diedukasi untuk memeliharan dan melestarikan hutan bakau. 

Itulah cara untuk membantu melestarikan hutan bakau di Indonesia.Yuk, lestarikan hutan bakau agar ekosistem pantai tetap terjaga.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
51 Persen Terumbu Karang Dunia Memutih akibat Gelombang Panas 2014–2017
51 Persen Terumbu Karang Dunia Memutih akibat Gelombang Panas 2014–2017
LSM/Figur
Januari 2026 Termasuk Bulan Terpanas dalam Sejarah
Januari 2026 Termasuk Bulan Terpanas dalam Sejarah
Pemerintah
PBB Sebut Kerja Sama Iklim Global Terancam, Ajak Negara untuk Bersatu
PBB Sebut Kerja Sama Iklim Global Terancam, Ajak Negara untuk Bersatu
Pemerintah
Harimau Beku Ditemukan dalam Freezer, 2 Orang di Vietnam Ditangkap
Harimau Beku Ditemukan dalam Freezer, 2 Orang di Vietnam Ditangkap
Pemerintah
Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane Bisa Berdampak pada Kesehatan Jangka Panjang
Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane Bisa Berdampak pada Kesehatan Jangka Panjang
Pemerintah
Donald Trump Sebut Krisis Iklim Penipuan, Ilmuwan Ingatkan Dampaknya pada Kesehatan
Donald Trump Sebut Krisis Iklim Penipuan, Ilmuwan Ingatkan Dampaknya pada Kesehatan
LSM/Figur
Krisis Iklim, Perusahaan Prioritaskan Ketahanan Rantai Pasok
Krisis Iklim, Perusahaan Prioritaskan Ketahanan Rantai Pasok
LSM/Figur
Penyu Bertelur Lebih Awal dan Lebih Sedikit akibat Krisis Iklim
Penyu Bertelur Lebih Awal dan Lebih Sedikit akibat Krisis Iklim
LSM/Figur
IPB University Dampingi Masyarakat Adat Kembangkan Sea Farming di Wakatobi
IPB University Dampingi Masyarakat Adat Kembangkan Sea Farming di Wakatobi
LSM/Figur
Ecoenzym Dituang ke Sungai Cisadane Atasi Pestisida, Ahli Jelaskan Dampaknya
Ecoenzym Dituang ke Sungai Cisadane Atasi Pestisida, Ahli Jelaskan Dampaknya
LSM/Figur
Sungai Cisadane Ditargetkan Bersih Pestisida dalam 2 Minggu, Bagaimana Ekosistemnya?
Sungai Cisadane Ditargetkan Bersih Pestisida dalam 2 Minggu, Bagaimana Ekosistemnya?
LSM/Figur
Jangan Masukkan Sampah Plastik Bernilai Ekonomi Tinggi ke RDF, Mengapa?
Jangan Masukkan Sampah Plastik Bernilai Ekonomi Tinggi ke RDF, Mengapa?
Swasta
KLH Setop Operasional Boiler Pabrik Kertas di Tangerang karena Cemari Udara
KLH Setop Operasional Boiler Pabrik Kertas di Tangerang karena Cemari Udara
Pemerintah
Aksi Iklim Ambisius Bisa Selamatkan 1,32 Juta Jiwa pada 2040
Aksi Iklim Ambisius Bisa Selamatkan 1,32 Juta Jiwa pada 2040
LSM/Figur
Target Ambisius Eropa Pangkas Emisi 90 Persen pada 2040
Target Ambisius Eropa Pangkas Emisi 90 Persen pada 2040
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau