Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lima Inovasi yang Merevolusi Dunia Konstruksi

Kompas.com, 4 Mei 2023, 12:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah sekitar dua setengah juta tahun sejak zaman batu, kita lepas dari kehidupan gua dan hanya mengandalkan perkakas yang terbuat dari berbagai jenis batu.

Sepanjang evolusi umat manusia, kita telah menyaksikan prestasi luar biasa dalam berbagai sektor, terutama dunia konstruksi.

Berbagai inovasi terus bermunculan yang tentu saja telah merevolusi dunia konstruksi selama empat dekade terakhir. Revolusi konstruksi ini pun dianggap telah mengubah dunia.

Mari kita lihat sejarah teknologi dan inovasi dunia konstruksi yang paling impresif dan membawa pengaruh luar biasa dalam kehidupan manusia:

1. Mekanisasi

Untuk sepenuhnya memahami dampak radikal dari mekanisasi, kita perlu mundur lebih jauh dari 40 tahun yang lalu.

Baca juga: Inovasi Toyota: Sulap Kotoran Ayam Jadi Bahan Bakar Kendaraan

Inovasi yang benar-benar luar biasa adalah munculnya perangkat hidrolik dan pneumatik pada pertengahan hingga akhir abad ke-19 yang menyebabkan terciptanya peralatan pemindah tanah dan peralatan lain yang sekarang menjadi hal biasa.

Teknologi abad ke-19 ini telah membantu secara signifikan mengurangi waktu dan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk proyek berskala besar.

Hingga kemudian pada awal abad ke-20, mekanisasi mulai ditandai dengan fungsionalitas dan kemampuan yang lebih canggih. Sekitar waktu inilah kita mengenal pemetik ceri, pengaduk beton, derek, dan perkakas listrik.

Periode ini juga kita menyaksikan munculnya mesin pembakaran internal yang menggantikan sekop tangan, gerobak dorong, dan hewan pekerja dengan jenis forklift, traktor, dan buldoser.

2. Desain Berbantuan Komputer atau Computer Aided Design (CAD)

Pada puncak Abad Pertengahan, para arsitek, juru gambar, tukang batu, dan tukang bangunan menciptakan beberapa bangunan paling megah di dunia menggunakan metode desain dan konstruksi yang canggih pada masanya.

Selama beberapa abad, metode ini sebagian besar tidak berubah. Namun, akhir abad ke-20, desain berbantuan komputer (CAD) muncul, mengubah dunia konstruksi untuk pertama kalinya.

Sebelumnya, masalah seperti saluran listrik, dan saluran arus bolak-balik tegangan tinggi, misalnya, saling bersaing dan berebut untuk mendapatkan ruang.

Tentu saja, "konflik" ini membingungkan para arsitek dan tukang bangunan, dengan denah dua dimensi dan gambar bagian-bagian lainnya.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Sulteng Masuk 3 Besar Nasional, Investasi Jadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan
Sulteng Masuk 3 Besar Nasional, Investasi Jadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan
Pemerintah
Eropa Masuki Era Pemasaran Hijau, Seperti Apa?
Eropa Masuki Era Pemasaran Hijau, Seperti Apa?
Pemerintah
Ancaman Perubahan Iklim, 96 Persen Terumbu Karang Terancam Punah pada 2075
Ancaman Perubahan Iklim, 96 Persen Terumbu Karang Terancam Punah pada 2075
Pemerintah
PBB: Dunia Harus Pangkas Emisi 18 Persen dalam Empat Tahun untuk Selamatkan Bumi
PBB: Dunia Harus Pangkas Emisi 18 Persen dalam Empat Tahun untuk Selamatkan Bumi
Pemerintah
Permintaan Green Skills Global Naik Dua Kali Lipat dari Ketersediaan Tenaga Kerja
Permintaan Green Skills Global Naik Dua Kali Lipat dari Ketersediaan Tenaga Kerja
Pemerintah
Perubahan Iklim Perparah Pencemaran Limbah Tambang Beracun di Wilayah Pesisir
Perubahan Iklim Perparah Pencemaran Limbah Tambang Beracun di Wilayah Pesisir
Pemerintah
Dorong Lapangan Kerja dan Teknologi, Bank Dunia Resmikan Strategi Digital Global
Dorong Lapangan Kerja dan Teknologi, Bank Dunia Resmikan Strategi Digital Global
Pemerintah
Singapura Gelontorkan 75 Juta Dollar Singapura untuk Dekarbonisasi Listrik
Singapura Gelontorkan 75 Juta Dollar Singapura untuk Dekarbonisasi Listrik
Pemerintah
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Karhutla Bakar 637.011 Hektar Lahan, Organisasi Lintas Iman Desak Siklus Tahunan Diputus
Pemerintah
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
ASRI Menyapa Surabaya, Dorong Siswa dan Guru Wujudkan Sekolah Berkelanjutan
Swasta
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Lonjakan Belanja Militer Perparah Perubahan Iklim dan Keamanan Global
Pemerintah
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pengembangan PLTS Terapung Perlu Mitigasi agar Tak Ganggu Fungsi Badan Air
Pemerintah
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
Rotan Kian Sulit Didapat, Perajin Anyaman Mahakam Ulu Terpaksa Beralih ke Plastik
LSM/Figur
'Cage Free Eggs', Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
"Cage Free Eggs", Mengangkat Isu Kesejahteraan di Sebutir Telur
LSM/Figur
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
Pelajar Galang Dana lewat Golf untuk Wujudkan Harapan Anak dengan Penyakit Kritis
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau