Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/05/2023, 21:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dianggap menjadi salah satu negara yang menjanjikan untuk pengembangan hidrogen, khususnya green hydrogen atau hidrogen hijau.

Direktur HDF Energy Asia Mathieu Geze sebagaimana dilansir dari Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), 10 Maret 2023, mengatakan, Indonesia memiliki sumber energi terbarukan yang sangat besar yang berpotensi untuk memproduksi hidrogen hijau.

Baca juga: Pelabuhan Rotterdam Kembangkan Pabrik Hidrogen Hijau 1 GigaWatt

"Indonesia adalah negara yang sangat menjanjikan untuk pengembangan hidrogen, khususnya hidrigen hijau. Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar seperti energi surya. Ini membuat pengembangan hidrogen dengan basis energi terbarukan menjadi lebih mudah untuk dikembangkan," kata Mathieu.

Mathieu menuturkan, perkembangan dan permintaan hidrogen di dunia berkembang sangat cepat. Hal itu tak terlepas dari keunggulan hidrogen di berbagai sektor.

Hidrogen memiliki keunggulan yang bisa diaplikasikan hampir semua sektor mulai dari pembangkit listrik, bahan baku industri, hingga sumber energi untuk kendaraan.

Baca juga: Bangun Pembangkit Hidrogen, PLN Kolaborasi dengan Perusahaan Perancis

“Keindahan hidrogen adalah itu dapat diaplikasikan untuk mendekarbonisasi hampir di setiap sektor yaitu listrik, mobilitas, panas, dan lain-lain,” ungkapnya.

Mathieu memaparkan pandangannya tersebut dalam METI Hydrogen Roundtable Talk pada 9 Maret 2023.

Ketua Umum METI Wiluyo Kusdwiharto menambahkan, hidrogen mendapatkan dampak positif dari industri Indonesia yang semakin berkembang.

"Kita harus memanfaatkan peluang ini dengan mengembangakn green hydrogen yang lebih ramah lingkungan," ujar Wiluyo.

Baca juga: Mengapa Hidrogen Penting untuk Transisi Energi?

Di tataran global, menurut Presiden Indonesian Association of Fuel Cell and Hydrogen Energy Eniya Listiani Dewi berujar bahwa hidrogen semakin dilirik karena menjadi energi masa depan.

Sementara itu, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Andriah Feby Misna menyampaikan bahwa dukungan pemerintah berperan penting dalam pengembangan hidrogen di Indonesia.

“"emerintah sepenuhnya mendukung perkembangan hidrogen di Indonesia lewat regulasi pendukung. Walaupun saat ini belum ada regulasi yang secara spesifik mengenai hidrogen, setidaknya sudah ada tujuh regulasi yang menyebutkan hidrogen," ujar Feby.

Baca juga: Tinggalkan PLTN, Jerman Sambut Energi Masa Depan: Hidrogen

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

AI Bisa Prediksi Kemungkinan Migrasi yang Disebabkan Iklim

AI Bisa Prediksi Kemungkinan Migrasi yang Disebabkan Iklim

LSM/Figur
Kesenjangan Gender di Sektor Pendidikan STEM Masih Tinggi

Kesenjangan Gender di Sektor Pendidikan STEM Masih Tinggi

Pemerintah
Kasus “Greenwashing” Turun untuk Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Kasus “Greenwashing” Turun untuk Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Swasta
Di Masa Depan, Peluang Pekerjaan Berbasis Kelestarian Lingkungan Sangat Besar

Di Masa Depan, Peluang Pekerjaan Berbasis Kelestarian Lingkungan Sangat Besar

LSM/Figur
Bumi Makin Banyak Tunjukkan Tanda-Tanda Krisis Iklim

Bumi Makin Banyak Tunjukkan Tanda-Tanda Krisis Iklim

Pemerintah
Proyek Pompa Hidram MMSGI di Kolam Pascatambang Jadi Sumber Air Bersih untuk Warga

Proyek Pompa Hidram MMSGI di Kolam Pascatambang Jadi Sumber Air Bersih untuk Warga

Swasta
IESR: Transisi Energi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

IESR: Transisi Energi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

LSM/Figur
Ekonomi Restoratif Dinilai Paling Tepat untuk Indonesia, Mengapa?

Ekonomi Restoratif Dinilai Paling Tepat untuk Indonesia, Mengapa?

LSM/Figur
Populasi Satwa Liar Global Turun Rata-rata 73 Persen dalam 50 Tahun

Populasi Satwa Liar Global Turun Rata-rata 73 Persen dalam 50 Tahun

LSM/Figur
Logam Berat di Lautan Jadi Lebih Beracun akibat Perubahan Iklim

Logam Berat di Lautan Jadi Lebih Beracun akibat Perubahan Iklim

Pemerintah
Tak Hanya Tekan Abrasi, Mangrove juga Turut Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat

Tak Hanya Tekan Abrasi, Mangrove juga Turut Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat

LSM/Figur
Konsumsi Daging Berkontribusi terhadap Kerusakan Lingkungan, Kok Bisa?

Konsumsi Daging Berkontribusi terhadap Kerusakan Lingkungan, Kok Bisa?

Pemerintah
Selenggarakan CSR Berkelanjutan, PT GNI Dapat Penghargaan di PKM CSR Award 2024

Selenggarakan CSR Berkelanjutan, PT GNI Dapat Penghargaan di PKM CSR Award 2024

Swasta
Kisah Warga Desa Mayangan yang Terancam Abrasi dan Inisiatif Kompas.com Tanam Mangrove

Kisah Warga Desa Mayangan yang Terancam Abrasi dan Inisiatif Kompas.com Tanam Mangrove

LSM/Figur
Langkah Hijau Kompas.com, Penanaman Mangrove untuk Selamatkan Pesisir Subang

Langkah Hijau Kompas.com, Penanaman Mangrove untuk Selamatkan Pesisir Subang

Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Selamat, Kamu Pembaca Terpilih!
Nikmati gratis akses Kompas.com+ selama 3 hari.

Mengapa bergabung dengan membership Kompas.com+?

  • Baca semua berita tanpa iklan
  • Baca artikel tanpa pindah halaman
  • Akses lebih cepat
  • Akses membership dari berbagai platform
Pilihan Tepat!
Kami siap antarkan berita premium, teraktual tanpa iklan.
Masuk untuk aktivasi
atau
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau