Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Indonesia Beserta Lokasinya

Kompas.com, 5 Mei 2023, 16:30 WIB
Add on Google
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com - Energi panas bumi adalah salah satu sumber energi baru yang ketersediannya melimpah ruah di Indonesia.

Banyaknya potensi energi panas bumi di Indonesia tak lepas dari lokasi Indonesia yang dilewati oleh cincin api Pasifik.

Pemanfaatan energi panas bumi untuk tenaga listrik bisa dilakukan dengan membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2014, pemanfaatan panas bumi untuk PLTP harus mendapatkan Izin Panas Bumi (IPB).

IPB adalah izin melakukan pengusahaan panas bumi untuk pemanfaatan tidak langsung, seperti pembangkitan tenaga listrik, pada wilayah kerja panas bumi tertentu.

Baca juga: Potensi Panas Bumi di Indonesia Berdasarkan Pulau

Daftar PLTP di Indonesia

Menurut Kementrian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), hingga Desember 2021 potensi panas bumi di Indonesia sebesar 23,766 gigawatt (GW) atau 23.766 MW.

Hingga 2021, total potensi panas bumi yang baru dimanfaatkan menjadi PLTP baru sebesar 2.286 MWe menurut Handbook of Energy & Economic Statistics of Indonesia 2022 yang dirilis Kementerian ESDM.

Hingga 2021, ada 17 PLTP yang tersebar dan beroperasi aktif di Indonesia. Berikut daftarnya:

1. PLTP Kamojang

Lokasi: Jawa Barat

Pemilik IPB: PT Pertamina Geothermal Energy

Total kapasitas: 235 MWe

Baca juga: Investasi Pembangkit Panas Bumi Dorong Energi Bersih

2 PLTP Lahendong

Lokasi: Sulawesi Utara

Pemilik IPB: PT Pertamina Geothermal Energy

Total kapasitas: 120 MWe

3 PLTP Sibayak

Lokasi: Sumatera Utara

Pemilik IPB: PT Pertamina Geothermal Energy

Total kapasitas: 12 MWe

4 PLTP Salak

Lokasi: Jawa Barat

Pemilik IPB: PT Pertamina Geothermal Energy

Total kapasitas: 376,8 MWe

Baca juga: Ditjen EBTKE Targetkan PLTP Blawan Ijen Unit 1 Beroperasi pada 2024

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Guru Besar IPB Kembangkan Lampu LED untuk Tangkap Ikan di Laut tanpa Umpan
Guru Besar IPB Kembangkan Lampu LED untuk Tangkap Ikan di Laut tanpa Umpan
Pemerintah
Total Denda Emisi Karbon Selama 2025 Capai Rp1.897 Triliun
Total Denda Emisi Karbon Selama 2025 Capai Rp1.897 Triliun
Pemerintah
Blackout Berulang Jadi Pertanda Bahaya Sistem Listrik yang Terpusat
Blackout Berulang Jadi Pertanda Bahaya Sistem Listrik yang Terpusat
LSM/Figur
Ekonom: Tata Kelola dan Komunikasi Jadi Penentu Keberhasilan PT DSI
Ekonom: Tata Kelola dan Komunikasi Jadi Penentu Keberhasilan PT DSI
Pemerintah
Blackout Massal di Sumatera, IESR Desak Investigasi Akar Masalahnya
Blackout Massal di Sumatera, IESR Desak Investigasi Akar Masalahnya
LSM/Figur
Krisis Iklim Perburuk Risiko Penyebaran Hantavirus
Krisis Iklim Perburuk Risiko Penyebaran Hantavirus
LSM/Figur
Warga Dunia Makin Susah Punya Rumah, Afrika Paling Terdampak
Warga Dunia Makin Susah Punya Rumah, Afrika Paling Terdampak
Pemerintah
Permintaan Kemasan Ramah Lingkungan Meningkat, Amplop Pengiriman Jadi Tren
Permintaan Kemasan Ramah Lingkungan Meningkat, Amplop Pengiriman Jadi Tren
Pemerintah
Ekspansi Produk, OVOC IPB University Gandeng Syamille Agro Farm Malaysia
Ekspansi Produk, OVOC IPB University Gandeng Syamille Agro Farm Malaysia
Pemerintah
Permintaan Tinggi Picu Perburuan Liar Kura-kura Sulcata dari Afrika ke Indonesia
Permintaan Tinggi Picu Perburuan Liar Kura-kura Sulcata dari Afrika ke Indonesia
LSM/Figur
Seragam dan Bangunan Sekolah di Malaysia Diarahkan Adaptif Krisis Iklim
Seragam dan Bangunan Sekolah di Malaysia Diarahkan Adaptif Krisis Iklim
Pemerintah
Studi: Emisi GRK dari Sawah Hampir Dua Kali Lipat sejak 1960-an
Studi: Emisi GRK dari Sawah Hampir Dua Kali Lipat sejak 1960-an
LSM/Figur
Mencairnya Es di Artik Lepas Polusi dan Bisa Hancurkan Warisan Budaya
Mencairnya Es di Artik Lepas Polusi dan Bisa Hancurkan Warisan Budaya
LSM/Figur
Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta dari Selada Hidroponik
Petani Disabilitas di Bulukumba Raup Puluhan Juta dari Selada Hidroponik
LSM/Figur
Badan Ekspor Danantara Dinilai Berpotensi Hambat Transisi Energi
Badan Ekspor Danantara Dinilai Berpotensi Hambat Transisi Energi
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau