Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 18 Mei 2023, 11:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian PUPR tengah merevitalisasi Taman Balekambang yang terletak di Surakarta, Jawa Tengah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berpesan agar revitalisasi dilaksanakan dengan lebih mengedepankan keseimbangan dan keramahan lingkungan.

Oleh karena itu, sejumlah satwa di Taman Balekambang seperti rusa dan kelinci yang kerap berinteraksi dengan pengunjung akan tetap dipertahankan. Begitu juga dengan pohon-pohon besar tua yang masih kokoh berdiri.

"Jadikan botanical garden yang alami dengan tidak menebang pohon dan terlalu banyak menggunakan beton. Penggunaan pembatas tidak pakai beton tapi pakai batu alam," ujar Basuki, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR.

Selain penataan ruang terbuka hijau dan pembangunan gedung pertunjukan, Kementerian PUPR turut melakukan pengerukan danau.

Danau besar yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai wisata pemancingan dan sepeda air, akan dikembalikan fungsinya.

"Danau akan dikembalikan ke kondisi semula. Sedimentasinya sudah puluhan tahun. Kita renovasi seperti di Taman Mini Indonesia Indah," imbuh Basuki.

Revitalisasi taman yang dibangun pada tahun 1920-an oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro VII ini dilaksanakan oleh kontraktor PT PP senilai Rp 159,4 miliar dengan biaya APBN TA 2022-2023.

Baca juga: Tahun 2024, BSD City Akan Punya Taman Rekreasi Baru Seluas 5,5 Hektar

Di sisi lain, Tim Arsitek Taman Balekambang dari IAI, Satrio Nugroho menjelaskan, konsep dasar revitalisasi Taman Balekambang diambil dari tata ruang kota dengan konsep Mancapat.

"Definisi mancapat adalah dari kata dasar pat seperti dalam kata empat dan tempat, sistem empat unsur dalam organisasi dunia, klasifikasi benda dan konsep menurut kelima mata angin," kata Satrio dalam Seminar Taman Balekambang yang diselenggarakan oleh IAI, Bappeda Surakarta dan Propan Raya di Surakarta pada Rabu (17/5/2023).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Propan Raya, Yuwono Imanto yang juga berkontribusi dalam revitalisasi Taman Balekambang menyampaikan, Taman Balekambang telah melewati banyak transformasi.

Karenanya masyarakat perlu memahami keberadaan Taman Balekambang sebagai ruang terbuka publik dan proses transformasi menuju wajah baru sejalan dengan perkembangan teknologi era modern melalui revitalisasi, tanpa menghilangkan keasriannya.

"Oleh karena itu kami ingin membahas dari berbagai sisi mengenai perubahan yang terjadi," ucap Yuwono.

Ditargetkan revitalisasi Taman Balekambang bisa rampung pada Desember 2023 dan kembali bisa dikunjungi masyarakat.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau