Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tahun 2023, Inggris Alami Juni Paling Panas Sepanjang Sejarah

Kompas.com, 5 Juli 2023, 07:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com – 2023 ini, Inggris untuk pertama kalinya mengalami bulan Juni terpanasnya sepanjang sejarah sejak pencatatan suhu dimulai pada 1884.

Badan cuaca Inggris, The Met Office, melaporkan bahwa suhu rata-rata Inggris pada Juni adalah 15,8 derajat celsius.

Suhu tersebut 0,9 derajat celsius lebih panas dibandingkan rekor sebelumnya yaitu 14,9 derajat celsius pada 1940 dan 1976.

Baca juga: Waspada DBD Meski Cuaca Panas Akibat Fenomena El Nino

Pecahnya rekor tersebut tak lepas dari faktor perubahan iklim dan pemanasan global, sebagaimana dilansir Associated Press.

Dikhawatirkan, fenomena ini akan lebih sering terjadi dalam beberapa tahun mendatang bila perubahan iklim dan pemanasan global tidak segera ditangkal.

Paul Davies dari The Met Office mengatakan, kemungkinan suhu yang lebih panas dibandingkan rekor sebelumnya sangatlah tinggi karena perubahan iklim.

“Pada 2050-an, peluang untuk melampaui rekor sebelumnya sebesar 14,9 derajat celsius bisa setinggi sekitar 50 persen, atau setiap dua tahun sekali,” kata Davies.

Baca juga: Tips Tetap Dingin di Tengah Suhu Panas, Nomor 8 Tarik Nafas Singa

Mayoritas wilayah Inggris, dari Kepulauan Orkney di Skotlandia utara hingga Cornwall di Inggris barat daya, melaporkan suhu regional tertinggi pada Juni.

Banyak di antara wilayah-wilayah di Inggris mengalami peningkatan suhu 2,5 derajat celsius di atas rata-rata.

Suhu tertinggi yang tercatat pada Juni di Inggris adalah 32,2 derajat celsius.

Tingginya suhu yang melanda Inggris juga menyebabkan dampak lain. Ribuan ikan di kanal-kanal dan sungai dilaporkan mati.

Baca juga: Perbedaan Pemanasan Global dan Perubahan Iklim

Badan lingkungan hidup Inggris, Environment Agency, melaporkan bahwa selain suhu yang panas, faktor lain yang menyebabkan kematian ribuan ikan tersebut adalah badai petir, polusi, dan lainnya.

“Tim Perikanan Environment Agency telah menanggapi banyak laporan ikan mati atau tertekan sepanjang waktu di seluruh negeri," kata Manajer Perikanan Environment Agency Graeme Storey.

Sebelumnya, sejumlah The Met Office mengatakan bahwa 2022 sejauh ini adalah tahun terpanas yang tercatat di Inggris.

Suhu rata-rata pada 2022 adalah 10,03 derajat celsius, atau 0,89 derajat celsius lebih tinggi dari rata-rata suhu pada 1991-2020.

Baca juga: Darat dan Lautan Catatkan Rekor Terhangat, Upaya Perlawanan Pemanasan Global Dipertanyakan

Beberapa negara Eropa lain, termasuk Perancis dan Spanyol, juga melaporkan rekor suhu tertinggi yang sama tahun lalu.

Sejak pencatatan dimulai lebih dari seabad lalu, sebanyak 10 rekor suhu tertinggi tahunan di Inggris telah terjadi sejak tahun 2003.

Para ilmuwan menyebutkan, kejadian tersebut jelas menunjukkan bahwa pemanasan global telah memengaruhi iklim di Inggris.

Baca juga: Eropa Jadi Benua yang Menghangat Paling Cepat karena Pemanasan Global

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
2 Nuri Maluku Diamankan dari Kapal di Banda, BKSDA Perketat Pengawasan Jalur Laut
2 Nuri Maluku Diamankan dari Kapal di Banda, BKSDA Perketat Pengawasan Jalur Laut
Pemerintah
Daur Ulang Plastik Fleksibel Terkendala Biaya dan Regulasi
Daur Ulang Plastik Fleksibel Terkendala Biaya dan Regulasi
LSM/Figur
Berdayakan Pekerja Sektor Informal Persampahan, Coca-Cola Indonesia gandeng Mahija
Berdayakan Pekerja Sektor Informal Persampahan, Coca-Cola Indonesia gandeng Mahija
Swasta
1.500 Ecoenzym Dituang ke Sungai Cisadane, Ahli Jelaskan Efektivitasnya
1.500 Ecoenzym Dituang ke Sungai Cisadane, Ahli Jelaskan Efektivitasnya
LSM/Figur
Generasi Sandwich Mudah Burnout akibat Beban Ekonomi dan Tekanan Kerja
Generasi Sandwich Mudah Burnout akibat Beban Ekonomi dan Tekanan Kerja
LSM/Figur
Cuaca Ekstrem Meningkat, Ilmuwan Desak Sistem Peringatan Bencana yang Lebih Personal
Cuaca Ekstrem Meningkat, Ilmuwan Desak Sistem Peringatan Bencana yang Lebih Personal
LSM/Figur
BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak, Tangani Serangan Beruang di Talamau
BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak, Tangani Serangan Beruang di Talamau
Pemerintah
Sampah Organik MBG Jadi Sumber Ekonomi Tambahan Pemulung di Duren Sawit
Sampah Organik MBG Jadi Sumber Ekonomi Tambahan Pemulung di Duren Sawit
Swasta
Program Hidroponik Berbasis PLTS Dukung Inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong
Program Hidroponik Berbasis PLTS Dukung Inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong
BUMN
Sukabumi Resmikan Fasilitas Biogas dan Solar Dryer House
Sukabumi Resmikan Fasilitas Biogas dan Solar Dryer House
LSM/Figur
Sinar Matahari Bisa Turunkan Keanekaragaman dan Biomassa Padang Rumput
Sinar Matahari Bisa Turunkan Keanekaragaman dan Biomassa Padang Rumput
LSM/Figur
450 Spesies Ular Terancam Punah, Studi Soroti Peran Orangtua Bentuk Persepsi Anak
450 Spesies Ular Terancam Punah, Studi Soroti Peran Orangtua Bentuk Persepsi Anak
LSM/Figur
Banjir Bandang Berulang Jadi Tanda Rusaknya Ekosistem Hutan
Banjir Bandang Berulang Jadi Tanda Rusaknya Ekosistem Hutan
Pemerintah
Pencairan Es Antartika Ubah Sirkulasi Laut dan Pengaturan Iklim Global
Pencairan Es Antartika Ubah Sirkulasi Laut dan Pengaturan Iklim Global
LSM/Figur
Satgas RDF Rorotan Dibentuk, Warga dan Pemprov Jakarta Sepakat Cari Sumber Bau
Satgas RDF Rorotan Dibentuk, Warga dan Pemprov Jakarta Sepakat Cari Sumber Bau
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau