Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 31 Agustus 2023, 15:08 WIB
Add on Google
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

BANDUNG BARAT, KOMPAS.com - Sebagai upaya untuk mencapai nol emisi karbon pada tahun 2050, PT Jababeka Tbk membentuk Net-Zero Industrial Cluster Community (NZICC).

Dalam deklarasi tahap awal yang dilaksanakan pada Kamis (31/8/2023) di Bandung Barat, Jawa Barat, sebanyak 15 tenant di kawasan industri Jababeka Cikarang digandeng.

COO PT Jababeka Infrastruktur Cynthia Hendrayani mengatakan, pada tahun 2024 mendatang ditargetkan sudah ada 100 tenant yang ikut bergabung ke NZICC dan berkontribusi untuk mewujudkan target nol emisi karbon Jababeka.

"Kalau ini bisa terbawa kemana-mana, paling enggak 100 tenant pada tahun berikutnya, kemudian ini akan menjadi snowball untuk mencapai seluruh kawasan berkomitmen terhadap sustainability," jelas Cynthia menjawab Kompas.com.

Sementara jelasnya, total tenant yang ada di kawasan industri Jababeka Cikarang ada sekitar 1.800-an.

Saat ini, sejumlah langkah telah dan bakal dilakukan oleh sejumlah tenant yang tergabung dalam NZICC, seperti energy recovery dan transportasi.

Baca juga: Cek di Sini, Harga Lahan Industri di Surabaya dan Sekitarnya

Terlebih, kawasan industri selalu berhubungan dengan transportasi logistik sebagai jasa pengantaran barang.

"Gimana cara kerja kita berlogistik menjadi lebih kolaboratif dan berpindah dari fossil base trucking ke arah electric vehicle (EV)," imbuh Cynthia.

Sedangkan 15 tenant yang dimaksud, antara lain L'oreal Indonesia Plant, Unilever, Hitachi Astemo Bekasi Manufacturing, Mattel, Mane, Chainwin, Dulux, Nippon Steel, TÜV NORD, Sari Takagi Elok Produk (STEP), Techno Metal Industry (TMI), Kerry Ingredients Indonesia, Eonchemicals Putra, Sibelco, dan Anugerah Pharmindo Lestari (APL).

Vice President Director PT Jababeka Tbk Tjahjadi Rahardja pada kesempatan yang sama memaparkan, langkah ini membutuhkan kolaborasi dari para tenant, pemerintah, dan seluruh stakeholders terkait.

Baca juga: Kawasan Industri Jababeka Komitmen Capai Nol Emisi Karbon 2050

"Pemerintah Indonesia sudah mencanangkan menjadi net-zero emission tahun 2060, tapi Jababeka dengan bantuan tenant mau coba net-zero emission pada 2050. Sepuluh tahun lebih cepat dari target pemerintah," ucap Tjahjadi.

Sebagai percobaan, Jababeka telah melakukan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Water Treatment Plant (WTP) kawasan industri Jababeka.

"Kami bekerja sama dengan Pertamina NRE untuk memasang PLTS atap di WTP," tambah Tjahjadi.

Deklarasi sekaligus peluncuran website NZICC ini merupakan satu rangkaian acara Jababeka Eco Summit 2023 yang dimulai sejak 25 Juli 2023.

Selain deklarasi komitmen dengan 15 tenant, Jababeka juga melakukan penanam mangrove di Pantai Utara (Pantura) Jawa pada awal Agustus 2023 sebanyak 15.000 bibit.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
BUMN
Padukan Kearifan Lokal dan Sains, Muhammadiyah Resmikan Sekolah Berbasis Konservasi di Papua Barat
Padukan Kearifan Lokal dan Sains, Muhammadiyah Resmikan Sekolah Berbasis Konservasi di Papua Barat
LSM/Figur
Grup Astra Lirik PLTS Atap untuk Tekan Emisi dan Konsumsi Energi
Grup Astra Lirik PLTS Atap untuk Tekan Emisi dan Konsumsi Energi
Swasta
Karhutla di Sumsel capai 182,54 hektare pada Januari-April 2026
Karhutla di Sumsel capai 182,54 hektare pada Januari-April 2026
Pemerintah
Sering Tak Disadari Penyelam, Kebiasaan Ini Bisa Rusak Terumbu Karang
Sering Tak Disadari Penyelam, Kebiasaan Ini Bisa Rusak Terumbu Karang
Pemerintah
BRIN Temukan 1.583 Spesies Baru Selama Hampir Enam Dekade Terakhir
BRIN Temukan 1.583 Spesies Baru Selama Hampir Enam Dekade Terakhir
Pemerintah
Boros Energi, Ahli Desak Konsumen Gunakan Pendingin Alternatif
Boros Energi, Ahli Desak Konsumen Gunakan Pendingin Alternatif
Pemerintah
Meriahkan Waisak 2026, DKI Jakarta Wujudkan Kota Inklusif lewat 'Illumination of Jakarta, Glow of Peace'
Meriahkan Waisak 2026, DKI Jakarta Wujudkan Kota Inklusif lewat "Illumination of Jakarta, Glow of Peace"
Pemerintah
Amazon, Google, Meta, dan Microsoft Kompak Investasi Teknologi Ramah Lingkungan
Amazon, Google, Meta, dan Microsoft Kompak Investasi Teknologi Ramah Lingkungan
Pemerintah
Batasi Medsos Dinilai Tak Efektif, PBB Desak Platform Lebih Aman untuk Anak
Batasi Medsos Dinilai Tak Efektif, PBB Desak Platform Lebih Aman untuk Anak
Pemerintah
Pagi Ini, Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berpolusi di Dunia
Pagi Ini, Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berpolusi di Dunia
Swasta
Perkuat Biodiversitas, Nuanu Creative City Tanam 1.000 Pohon Lokal
Perkuat Biodiversitas, Nuanu Creative City Tanam 1.000 Pohon Lokal
LSM/Figur
Bukit Asam Catat Lonjakan Emisi Operasional Batu Bara dalam 5 Tahun Terakhir
Bukit Asam Catat Lonjakan Emisi Operasional Batu Bara dalam 5 Tahun Terakhir
BUMN
Perempuan Lebih Rentan di Lingkungan Kerja 'Toxic'
Perempuan Lebih Rentan di Lingkungan Kerja "Toxic"
Swasta
Studi Sebut Swasembada Saja Tak Cukup Cegah Krisis Pangan Global
Studi Sebut Swasembada Saja Tak Cukup Cegah Krisis Pangan Global
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau