Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

The Dog Copyrights, Upaya Menyelamatkan Anjing Telantar di Indonesia

Kompas.com - 02/11/2023, 10:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan data dari One Health Roadmap Eliminasi Rabies Nasional 2030 yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2019, populasi anjing di Indonesia telah mencapai 16 juta ekor.

Sementara, jumlah anjing liar selama beberapa tahun terakhir juga telah mengalami peningkatan dan memunculkan dampak yang signifikan.

Kementerian Kesehatan menyebutkan, salah satunya adalah lonjakan kasus rabies sebesar 82,4 persen yang mulai mengkhawatirkan masyarakat.

Upaya pengendalian populasi anjing liar telah dikerahkan, dengan sterilisasi massal sebagai pendekatan utama yang dilakukan oleh sejumlah pecinta hewan.

Animal Defenders Indonesia, salah satunya. Organisasi ini merupakan pionir penanganan program sterilisasi dan penyelamatan anjing liar, bekerja sama dengan pemerintah setempat.

Baca juga: Kotoran Hewan di Ragunan Jadi Energi Listrik Berkapasitas 234 kWh

Founder Animal Defenders Indonesia Doni Herdaru Tona menjelaskan, aktivitas utama organisasi ini berfokus pada empat pilar: Rescue, Rehab, Rehome, dan Educate.

Seperti organisasi lainnya, Animal Defenders Indonesia sangat mengandalkan dukungan dari teman-teman pecinta anjing untuk mendukung operasional shelter dalam menerima dan merawat anjing-anjing terlantar.

Mereka berusaha mencapai kemandirian finansial dengan berbagai usaha, mulai dari produksi dan penjualan makanan hewan yang kami olah sendiri hingga menyediakan layanan grooming dan perawatan hewan peliharaan lainnya.

"Namun, tanpa bantuan dari teman-teman lainnya kami sadar, kami masih sangat jauh untuk mencapai (kemandirian finansial) itu," ujar Doni, dalam rilis pers Rabu (2/11/2023).

Di sisi lain, seperti diketahui, di kalangan masyarakat Indonesia kata “anjing” bukanlah sesuatu yang asing. Bahkan, seringkali kata tersebut digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk mengungkapkan emosi atau ekspresi.

Menurut data yang ditemukan dari Brandwatch periode 2023, kata "anjing" telah disebutkan lebih dari 70.000 kali di X (twitter) dari bulan Januari hingga September 2023.

Baca juga: WWF Indonesia Tegaskan Satwa Liar Bukanlah Hewan Peliharaan

Kebiasaan manusia menggunakan kata "anjing" dalam postingan mereka di X, mencoba diubah melalui The Dog Copyrights.

Ini merupakan sebuah upaya yang lahir sebagai inisiatif guna membantu kelanjutan operasional shelter dalam menyelamatkan anjing-anjing liar.

The Dog Copyrights akan melacak dan memberi sanksi denda kepada user yang menggunakan kata "anjing" dan kata turunannya.

Organisasi ini akan mengaitkan sebuah misi penegakan hak cipta kata “anjing”, demi menolong para anjing. Dana yang terkumpul akan diteruskan langsung ke Animal Defenders Indonesia untuk mendukung operasional mereka dalam mengadakan program vaksinasi, sterilisasi massal, dan perawatan anjing telantar.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mengontrol populasi agar penyebaran rabies dapat ditekan. Dengan adanya The Dog Copyrights, harapannya bukan hanya Animal Defenders Indonesia yang akan memiliki sumber pendanaan berkelanjutan, tapi juga shelter-shelter dari organisasi hewan lain.

Baca juga: 10 Hewan Langka Paling Terancam Punah di Seluruh Dunia 2023, Ada Badak Jawa dan Harimau Sumatera

Seraya  memperluas area pelacakan ke platform media sosial lainnya, The Dog Copyrights akan menyalurkan donasi yang terkumpul untuk membantu shelter-shelter anjing liar di Indonesia tetap dapat melanjutkan misinya dari hasil denda penggunaan kata "anjing" yang akan terus disebutkan oleh manusia.

“Saya melihat ini sebagai antitesis dari stigma masyarakat terhadap anjing. Ngomong ‘anjing’ sekarang tidak lagi bermakna negatif (makian), tapi justru bisa berbuah positif karena membantu sesama makhluk hidup yang membutuhkan pertolongan," imbuh Doni.

Doni berharap akan ada lebih banyak pihak yang sadar akan pentingnya berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan manusia dan hewan, terutama anjing telantar di Indonesia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Nikel dan Wajah Baru Morowali, dari Tanah Leluhur ke Pusat Industri Dunia
Nikel dan Wajah Baru Morowali, dari Tanah Leluhur ke Pusat Industri Dunia
Swasta
Dukung Pendidikan Inklusif, Garudafood Beri Beasiswa Santri Tunanetra hingga Anak Prasejahtera
Dukung Pendidikan Inklusif, Garudafood Beri Beasiswa Santri Tunanetra hingga Anak Prasejahtera
Swasta
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Swasta
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
LSM/Figur
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
LSM/Figur
Krisis Iklim Makin Parah,  WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
Krisis Iklim Makin Parah, WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
LSM/Figur
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pemerintah
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Pemerintah
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Swasta
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
LSM/Figur
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Pemerintah
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Pemerintah
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Pemerintah
'Circularity Tour', Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
"Circularity Tour", Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau