Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 2 November 2023, 14:00 WIB
Heru Dahnur ,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

BANGKA, KOMPAS.com - Angka inflasi di Kepulauan Bangka Belitung selama Oktober 2023 tercatat mencapai 3,80 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya 3,55 persen (year on year).

Meskipun terjadi lonjakan, angka inflasi Bangka Belitung dinilai masih terkendali karena berada dalam sasaran inflasi nasional 3+1 persen.

Sementara tingkat inflasi tahun kalender tercatat sebesar 2,74 persen (ytd).

Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepulauan Bangka Belitung Agus Taufik mengatakan, dua daerah yang menjadi rujukan yakni Tanjungpandan, Belitung, dan Kota Pangkalpinang, Bangka.

Baca juga: Buah Sukun Bisa Jadi Alternatif Pangan Pengganti Beras

Secara tahunan, inflasi kota Tanjungpandan sebesar 5,43 persen (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 120,87. Inflasi tersebut bersumber dari komoditas angkutan udara, beras, dan ikan bulat.

Sedangkan Kota Pangkalpinang mengalami inflasi 2,88 persen (yoy) dengan IHK 115,58 yang bersumber dari komoditas beras, rokok kretek filter, dan angkutan udara.

"TPID dan Bulog terus menggalakkan Operasi Pasar/Pasar Murah, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, serta sidak pasar," kata Agus pada awak media di Pangkalpinang, Rabu (1/11/2023).

Agus menuturkan, selama Oktober 2023, telah dilaksanakan operasi pasar murah pola subsidi di Kabupaten Bangka Barat, Bangka Selatan, dan Bangka Tengah menggunakan Dana Insentif Daerah (DID).

Hingga Oktober 2023, telah terlaksana 209 kali operasi pasar/pasar murah dan SPHP di Bangka Belitung.

Baca juga: Air Virtual dalam Peta Ketahanan Pangan

"TPID provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga telah melakukan rapat koordinasi (high level meeting) untuk menjaga stabilitas harga pangan terutama beras serta melakukan pemantauan langsung ke gudang distributor dan pedagang eceran di pasar tradisional bersama Satgas Pangan," ujar Agus.

Pemerintah provinsi juga telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung No.510/244 tanggal 13 Oktober 2023 tentang harga komoditi beras.

Bank Indonesia bersinergi dengan pemerintah daerah melalui program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) juga ikut serta mendorong ketersediaan pangan lokal melalui peningkatan luas tanam dan produktivitas komoditas pangan.

Budidaya terutama pada aneka cabai, padi, bawang merah, sayur mayur, dan ikan air tawar. Upaya-upaya tersebut melibatkan kelompok tani, pondok pesantren, kelompok wanita tani, PKK, dan mitra lainnya guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar Bangka Belitung.

Baca juga: Capai Kedaulatan Pangan Butuh Peta Jalan Pertanian Berkelanjutan yang Komprehensif

Beberapa panen yang telah dilaksanakan diantaranya panen bawang merah di Kelompok Tani Titian Tani Bangka Tengah dengan produktivitas 8 ton per hektar, panen cabai merah di Asosiasi Pelaku Usaha Cabai Bangka dengan produktivitas 12ton dan panen sayuran di piloting project kelurahan.

Sementara secara spasial, kota Tanjungpandan mengalami deflasi bulanan sebesar 0,62 persen (mtm), dan merupakan angka deflasi terdalam se-Sumatera. Deflasi bulanan terutama bersumber dari komoditas ikan kerisi, ikan kembung, dan ikan bulat.

Sedangkan Kota Pangkalpinang mengalami deflasi bulanan sebesar 0,12 persen (mtm) yang bersumber dari tren penurunan harga komoditas angkutan udara, ikan selar, dan ikan tenggiri.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Walhi NTB Desak Pemerintah Moratorium IPR di 60 Titik
Walhi NTB Desak Pemerintah Moratorium IPR di 60 Titik
LSM/Figur
Banjir Rob Kian Meluas, Akademisi Unair Peringatkan Dampak Jangka Panjang bagi Pesisir Indonesia
Banjir Rob Kian Meluas, Akademisi Unair Peringatkan Dampak Jangka Panjang bagi Pesisir Indonesia
Pemerintah
Kalimantan dan Sumatera Jadi Pusat Kebakaran Hutan dan Lahan Selama 25 Tahun Terakhir
Kalimantan dan Sumatera Jadi Pusat Kebakaran Hutan dan Lahan Selama 25 Tahun Terakhir
LSM/Figur
Indonesia Perlu Belajar dari India untuk Transisi Energi
Indonesia Perlu Belajar dari India untuk Transisi Energi
LSM/Figur
Respons PT TPL usai Prabowo Minta Perusahaan Diaudit dan Dievaluasi
Respons PT TPL usai Prabowo Minta Perusahaan Diaudit dan Dievaluasi
Swasta
DLH DKI Siapkan 148 Truk Tertutup untuk Angkut Sampah ke RDF Rorotan
DLH DKI Siapkan 148 Truk Tertutup untuk Angkut Sampah ke RDF Rorotan
Pemerintah
Perancis Perketat Strategi Net Zero, Minyak dan Gas Siap Ditinggalkan
Perancis Perketat Strategi Net Zero, Minyak dan Gas Siap Ditinggalkan
Pemerintah
3.000 Gletser Diprediksi Hilang Setiap Tahun pada 2040
3.000 Gletser Diprediksi Hilang Setiap Tahun pada 2040
LSM/Figur
IATA Prediksi Produksi SAF 2025 1,9 Juta Ton, Masih Jauh dari Target
IATA Prediksi Produksi SAF 2025 1,9 Juta Ton, Masih Jauh dari Target
Pemerintah
Dorong Keselamatan Kerja, Intiwi Pamerkan Teknologi Las Berbasis VR Manufacturing Indonesia 2025
Dorong Keselamatan Kerja, Intiwi Pamerkan Teknologi Las Berbasis VR Manufacturing Indonesia 2025
Swasta
Gelondong Bernomor Di Banjir Sumatera
Gelondong Bernomor Di Banjir Sumatera
Pemerintah
Permata Bank dan PT Mitra Natura Raya Dorong Konservasi Alam lewat Tour de Kebun Raya
Permata Bank dan PT Mitra Natura Raya Dorong Konservasi Alam lewat Tour de Kebun Raya
Swasta
Hujan Lebat Desember–Januari, PVMBG Ingatkan Siaga Longsor dan Banjir Saat Nataru
Hujan Lebat Desember–Januari, PVMBG Ingatkan Siaga Longsor dan Banjir Saat Nataru
Pemerintah
89 Persen Masyarakat Indonesia Dukung EBT untuk Listrik Menurut Studi Terbaru
89 Persen Masyarakat Indonesia Dukung EBT untuk Listrik Menurut Studi Terbaru
Pemerintah
Teluk Saleh NTB jadi Habitat Hiu Paus Melahirkan dan Melakukan Pengasuhan
Teluk Saleh NTB jadi Habitat Hiu Paus Melahirkan dan Melakukan Pengasuhan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau