Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
DR. (HC) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa
Pengamat Dunia Maritim

Pengamat Dunia Maritim

Aksesibilitas Pelabuhan bagi Kaum Disabilitas

Kompas.com, 21 Maret 2024, 11:21 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Tantangan lainnya adalah minimnya pelatihan staf pelabuhan dalam hal kebutuhan kaum disabilitas.

Staf pelabuhan mungkin tidak memiliki kesadaran yang cukup tentang kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh penumpang dengan disabilitas, yang dapat mengakibatkan kurangnya sensitivitas dalam memberikan bantuan atau dukungan yang diperlukan.

Akibatnya, pengalaman perjalanan bagi kaum disabilitas bisa menjadi tidak menyenangkan, bahkan diskriminatif.

Namun, semua harapan tidak hilang. Untuk mengatasi masalah ini, langkah-langkah konkret perlu diambil oleh pelabuhan penumpang.

Pertama, investasi dalam infrastruktur aksesibilitas yang memadai harus diprioritaskan. Ini mencakup pembangunan jalur akses yang ramah kursi roda, instalasi lift, dan penyesuaian lainnya untuk memastikan mobilitas yang lebih mudah bagi kaum disabilitas.

Pandangan terhadap fasilitas pelayanan umum saat ini semakin mengakui pentingnya inklusi dan aksesibilitas bagi kaum disabilitas. Ini mencakup berbagai bidang, dari transportasi hingga fasilitas kesehatan, serta ruang publik seperti taman dan gedung umum.

Di berbagai negara, kesadaran akan pentingnya memperhitungkan kebutuhan kaum disabilitas dalam perencanaan dan desain infrastruktur semakin meningkat.

Banyak kota telah mulai mengadaptasi sistem transportasi mereka dengan memasang lift, menambahkan jalur ramah bagi kursi roda, dan menyediakan fasilitas yang memudahkan akses bagi mereka yang menggunakan alat bantu berjalan atau kursi roda.

Langkah-langkah ini membantu kaum disabilitas untuk menjadi lebih mandiri dalam aktivitas sehari-hari mereka dan merasa lebih terlibat dalam kehidupan masyarakat secara keseluruhan.

Standar keselamatan dan kenyamanan

Perlu dipastikan pula bahwa jalur-jalur yang luas dan bebas hambatan disediakan di seluruh area pelabuhan. Ini memungkinkan penumpang dengan kursi roda, atau alat bantu, berjalan untuk bergerak dengan nyaman dan aman.

Jalur-jalur tersebut harus dirancang sehingga tidak terdapat rintangan seperti tangga atau ambang yang tinggi.

Selain itu, keberadaan lift atau ramatan yang memungkinkan akses ke berbagai tingkat di dalam pelabuhan sangatlah penting. Ini memastikan bahwa penumpang dengan mobilitas terbatas dapat dengan mudah mencapai area-area seperti lantai atas terminal atau geladak kapal.

Lift-lift tersebut harus dirancang untuk memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan, serta mudah diakses dan dioperasikan oleh semua penumpang.

Fasilitas toilet yang ramah disabilitas juga merupakan bagian penting dari aksesibilitas fisik di pelabuhan penumpang.

Toilet-toilet ini harus dirancang dengan memperhatikan kebutuhan penumpang dengan disabilitas, termasuk ruang yang luas, pegangan kokoh, dan fasilitas pendukung lainnya seperti kursi shower.

Memperhatikan aksesibilitas fisik dalam desain dan pengelolaan pelabuhan penumpang, adalah langkah kritis dalam menciptakan lingkungan yang ramah disabilitas dan inklusif bagi semua penumpang.

Langkah-langkah ini tidak hanya memenuhi kewajiban hukum yang mewajibkan aksesibilitas bagi kaum disabilitas, tetapi juga menegaskan komitmen moral untuk menjadikan setiap lingkungan publik terbuka bagi semua individu.

Dengan menciptakan lingkungan yang ramah disabilitas, pelabuhan penumpang memberikan kesempatan bagi semua penumpang untuk merasakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan dan aman.

Ini bukan hanya tentang memberikan akses fisik, tetapi juga tentang membangun lingkungan yang inklusif secara sosial dan budaya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
KLH: Kawasan Rendah Emisi Bisa Jadi Daya Tarik Wisata, Andong dan Becak Ikonnya
KLH: Kawasan Rendah Emisi Bisa Jadi Daya Tarik Wisata, Andong dan Becak Ikonnya
Pemerintah
Kabar Baik untuk Bumi, Hutan Mangrove Dunia Mulai Pulih Kembali
Kabar Baik untuk Bumi, Hutan Mangrove Dunia Mulai Pulih Kembali
Pemerintah
Program 'SNI Goes to Campus' Dorong Kesadaran Mutu Pangan Nasional
Program "SNI Goes to Campus" Dorong Kesadaran Mutu Pangan Nasional
Swasta
Google Targetkan Pasok Air Bersih Lebih Besar dari Konsumsi Pusat Data
Google Targetkan Pasok Air Bersih Lebih Besar dari Konsumsi Pusat Data
Pemerintah
Konsumsi Listrik AI Diprediksi Capai 945 TWh pada 2030
Konsumsi Listrik AI Diprediksi Capai 945 TWh pada 2030
Pemerintah
Ujian Berat bagi Asia Tenggara, El Nino Godzilla Perparah Dampak Konflik di Timur Tengah
Ujian Berat bagi Asia Tenggara, El Nino Godzilla Perparah Dampak Konflik di Timur Tengah
LSM/Figur
El Niño Datang, Sektor Pertanian Asia Mulai Terancam
El Niño Datang, Sektor Pertanian Asia Mulai Terancam
Pemerintah
Saat Plastik Tak Lagi Murah, Sistem Guna Ulang Jadi Makin Relevan
Saat Plastik Tak Lagi Murah, Sistem Guna Ulang Jadi Makin Relevan
BrandzView
Reformasi Subsidi BBM-LPG Bisa Hemat Ratusan Triliun untuk Energi Terbarukan
Reformasi Subsidi BBM-LPG Bisa Hemat Ratusan Triliun untuk Energi Terbarukan
LSM/Figur
Emil Salim Serukan Perubahan Model Pembangunan yang Lebih Holistik
Emil Salim Serukan Perubahan Model Pembangunan yang Lebih Holistik
LSM/Figur
BNPB: Karhutla hingga Banjir Landa Sejumlah Wilayah Indonesia
BNPB: Karhutla hingga Banjir Landa Sejumlah Wilayah Indonesia
Pemerintah
Reformasi Subsidi Energi Jadi Kunci Pulihkan Kredibilitas Fiskal dan Percepat Transisi Energi
Reformasi Subsidi Energi Jadi Kunci Pulihkan Kredibilitas Fiskal dan Percepat Transisi Energi
LSM/Figur
Dibanding Biofuel, EV Disebut Lebih Layak Jadi Alternatif untuk Tekan Impor BBM
Dibanding Biofuel, EV Disebut Lebih Layak Jadi Alternatif untuk Tekan Impor BBM
LSM/Figur
FEM IPB: Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen Belum Mampu Kurangi Ketimpangan
FEM IPB: Pertumbuhan Ekonomi 5,6 Persen Belum Mampu Kurangi Ketimpangan
Pemerintah
Kualitas Udara Indonesia Memburuk Pasca-Larangan Impor Sampah Plastik China
Kualitas Udara Indonesia Memburuk Pasca-Larangan Impor Sampah Plastik China
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau