Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 7 Mei 2024, 07:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com – Forum air terbesar di dunia, World Water Forum (WWF) ke-10 yang digelar pada 18-25 Mei 2024 di Bali akan memberikan beberapa kesepakatan penting bagi Indonesia.

Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Firdaus Ali mengatakan, beberapa kesepakatan penting tersebut seperti kerja sama bilateral maupun multilateral bernilai triliunan rupiah.

"Ada beberapa proyek dengan nilai mencapai triliunan," kata Firdaus di Badung, Bali, Senin (6/5/2024), dilansir dari keterangan tertulis.

Baca juga: Investasi Pipa Air Minum Kecil, WWF Buka Peluang Bangun Infrastruktur

Firdaus menuturkan, Indonesia selaku tuan rumah tidak hanya bertekad menyukseskan WWF ke-10, tapi juga mendorong output dan outcome bisa dieksekusi oleh negara-negara di dunia pada level proyek dan aksi nyata di lapangan.

Firdaus menuturkan, WWF bukan sekadar kegiatan seremoni, melainkan pertemuan yang membicarakan realita di lapangan sehingga butuh langkah konkret.

"Makanya Presiden Bank Dunia sudah menyatakan akan turut hadir. Begitu juga dengan Internasional Monetary Fund (IMF) dan Asian Development Bank (ADB)," ujar Firdaus.

Dalam WWF ke-10 turut diselenggarakan pertemuan bisnis dengan para mitra strategis untuk membahas potensi kerja sama dan investasi terkait pembangunan infrastruktur air.

Baca juga: Desa Ini Bakal Pamerkan Tata Kelola Air Berbasis Kearifan Lokal ke Delegasi WWF

Sebagai tuan rumah, Indonesia akan meminta komitmen negara-negara mitra strategis dalam konteks kerja sama pembangunan infrastruktur air.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah telah juga mengungkapkan Indonesia akan menawarkan sejumlah proyek strategis senilai 9,6 miliar dollar AS atau Rp 154 triliun.

Beberapa proyek tersebut diseleksi oleh Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).

WWF ke-10 mengangkat tema besar "Water for Shared Prosperity".

Baca juga: Akses Air Bersih di Dunia Tak Merata, RI Usul Bentuk Global Water Fund

Tema ini sejalan dengan komitmen negara-negara di dunia yang ingin mencari solusi untuk meningkatkan dan mengelola sumber daya air yang berkelanjutan sebagai langkah untuk menghadapi perubahan iklim yang tidak pasti.

Forum akan fokus membahas empat hal, yakni konservasi air, air bersih dan sanitasi, ketahanan pangan dan energi, serta mitigasi bencana alam.

Sebanyak 244 sesi dalam forum tersebut diharapkan dapat memberikan hasil konkret mengenai pengarusutamaan pengelolaan air terpadu untuk pulau-pulau kecil atau Integrated Water Resources Management (IWRM) on Small Islands, pembentukan pusat keunggulan atau praktik terbaik untuk ketahanan air dan iklim atau Centre of Excellence on Water and Climate Resilience (COE), serta penetapan Hari Danau Sedunia.

Pemerintah Indonesia mengundang 43 duta besar dan 4 organisasi internasional untuk turut berpartisipasi dan menyukseskan WWF ke-10.

Baca juga: World Water Forum di Bali Bentuk Kemitraan Konservasi Air Global

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Tren Sustainability 2026, Perusahaan Fokus pada Regulasi dan Kepatuhan
Tren Sustainability 2026, Perusahaan Fokus pada Regulasi dan Kepatuhan
Pemerintah
Penyimpanan Energi Baterai Global Diproyeksikan Tumbuh Enam Lipat pada 2030
Penyimpanan Energi Baterai Global Diproyeksikan Tumbuh Enam Lipat pada 2030
Pemerintah
Suhu Ekstrem dan Kekeringan Ancam Sektor Energi Nuklir Eropa
Suhu Ekstrem dan Kekeringan Ancam Sektor Energi Nuklir Eropa
Pemerintah
Kematian Lalu Lintas Global Turun 21 Persen, Tapi Asia Tenggara Masih Rawan
Kematian Lalu Lintas Global Turun 21 Persen, Tapi Asia Tenggara Masih Rawan
Pemerintah
Buka Bogor Oncology Summit 2026, Menkes Budi Gunadi Minta Ubah Paradigma Penanganan Kanker
Buka Bogor Oncology Summit 2026, Menkes Budi Gunadi Minta Ubah Paradigma Penanganan Kanker
Pemerintah
Starbucks Barista Championship 2026 Mengangkat Keahlian Barista hingga Keberlanjutan Industri Kopi
Starbucks Barista Championship 2026 Mengangkat Keahlian Barista hingga Keberlanjutan Industri Kopi
Swasta
Upaya AQUA Menjaga Kualitas Air Sejak dari Hulu Merapi
Upaya AQUA Menjaga Kualitas Air Sejak dari Hulu Merapi
BrandzView
Cegah Anemia pada Ibu dan Anak, Nutrisi Berbasis Sains dan Skrining Dini Jadi Andalan
Cegah Anemia pada Ibu dan Anak, Nutrisi Berbasis Sains dan Skrining Dini Jadi Andalan
BrandzView
Komitmen Kembangkan Talenta Digital Bawa Telkom Raih Lestari Award 2026
Komitmen Kembangkan Talenta Digital Bawa Telkom Raih Lestari Award 2026
BrandzView
Bukan Predator, Mengapa Masyarakat Dayak Anggap Buaya Sebagai Saudara?
Bukan Predator, Mengapa Masyarakat Dayak Anggap Buaya Sebagai Saudara?
LSM/Figur
Populasi Ikan Kakatua Menurun, IPB Ingatkan Ancaman bagi Terumbu Karang dan Pesisir
Populasi Ikan Kakatua Menurun, IPB Ingatkan Ancaman bagi Terumbu Karang dan Pesisir
LSM/Figur
Praktik 'Greenwashing' Perusahaan Naik di Tengah Anjloknya Kualitas Laporan ESG
Praktik "Greenwashing" Perusahaan Naik di Tengah Anjloknya Kualitas Laporan ESG
Swasta
Penguatan Ekonomi Keluarga Jadi Bagian Strategi Menekan Kemiskinan di Papua
Penguatan Ekonomi Keluarga Jadi Bagian Strategi Menekan Kemiskinan di Papua
Pemerintah
Telur Ayam Umbaran vs Telur dalam Kandang: Mana Lebih Ramah Iklim?
Telur Ayam Umbaran vs Telur dalam Kandang: Mana Lebih Ramah Iklim?
Pemerintah
Regulasi Keberlanjutan Akan Makin Ketat, Ini Sektor Ekonomi Berisiko dan Paling Progresif
Regulasi Keberlanjutan Akan Makin Ketat, Ini Sektor Ekonomi Berisiko dan Paling Progresif
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau