Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Atensi BI-OJK dan Media Bak Secercah Asa untuk UMKM di NTT

Kompas.com, 20 Juli 2024, 15:29 WIB
Add on Google
Sigiranus Marutho Bere,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

Bagi dia, peran media sangat penting dalam mendukung UMKM, khususnya memberitakan keberhasilan maupun hambatan yang dialami UMKM. Sehingga bisa diketahui para pemangku kepentingan.

Dalam paparannya, Hanna menyebut usaha yang digelutinya yakni anyaman dari daun lontar di Kabupaten Flores Timur.

Anyaman itu dijadikan banyak produk suvenir, mulai dari tas hingga topi. Dia mengaku, produk suvenirnya dijual di 52 negara.

"Yang paling banyak diminati pasar dunia yaitu keranjang dan alas meja. Saya ekspor ke 52 negara, setelah bekerjasama dengan salah satu brand yang punya cabang di seluruh dunia. Dia yang kemudian mendistribusikan produknya," kata Hanna.

Hanna juga mengapresiasi Bank Indonesia yang juga berperan membantu dirinya mengkomunikasikan ke pasar dan juga kerap dilibatkan dalam pameran.

"Selain itu, kebijakan di Provinsi NTT terkait bisnis sendiri, kami cukup banyak dibantu BI. Mereka mengkoneksikan kami dengan pemangku kepentingan yang tepat," ujarnya.

Analis Senior Deputi Direktur Pengembangan Inklusi OJK Puji Iman Siagian, mengatakan, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64 sampai 65 juta.

"Pelaku usaha di Indonesia didominasi oleh UMKM yakni 99,9 persen. Sedangkan 0,01 adalah usaha skala besar. Catatan UMKM ini tertinggi di ASEAN," kata dia.

Untuk penyerapan tenaga kerja yakni 97 persen. Sementara kontribusi UMKM untuk untuk produk domestik bruto (PDB) Indonesia yakni 61,1 persen. Sedangkan ekspor UMKM yakni 14 persen.

Redaktur Pelaksana Bisnis Indonesia Henri T Asworo, mengatakan, dukungan media untuk UMKM dengan menulis profil pelaku UMKM.

"Tulisan tentang profil pelaku UMKM tentunya akan bertahan lama dan banyak pembacanya, sehingga itu yang meski diangkat oleh media," kata Hendri.

Henri berharap, wartawan bisa menggali lebih dalam tentang profil pelaku usaha, sehingga pemberitaan kesuksesan pelaku usaha bisa menjadi inspirasi bagi warga lainnya.

Kegiatan hari itu ditutup dengan pemaparan President Akademi Kecerdasan Buatan Indonesia Bari Arijono.

Bari mengatakan, Kecerdasan buatan (AI), sangat membantu pekerjaan jurnalis, terutama dalam mengolah data.

"Ada empat hal yang menjadi panduan dalam AI yakni Copilot, Gemini, Claude dan Perplexity. Sehingga kesempatan ini harus digunakan sebaiknya oleh para wartawan," kata dia.

Kegiatan hari kedua, meski digelar selama sembilan jam, tapi diikuti dengan antusias oleh semua media.

Untuk kegiatan hari ketiga, Rabu (17/7/2024), anjangsana para wartawan ke Kantor Bisnis Indonesia di Wisma Bisnis Indonesia, 5-8 Floor Jl. KH Mas Mansyur No.12A, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat dan kunjungan ke Museum BI di Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.

Ada banyak hal yang diperoleh saya dan rekan-rekan wartawan lainnya dalam rangkaian kegiatan ini, dengan tujuan bersinergi dengan BI dan OJK, untuk mendukung UMKM NTT menjadi lebih hebat, maju dan bersaing dengan daerah lainnya di Indonesia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pertamina Lirik Tebu jadi Bahan Baku Bensin Nabati
Pertamina Lirik Tebu jadi Bahan Baku Bensin Nabati
BUMN
BRIN Dorong Pengembangan PLTSa untuk Tangani Sampah di Wilayah 3T
BRIN Dorong Pengembangan PLTSa untuk Tangani Sampah di Wilayah 3T
Pemerintah
Menteri LH Perkuat Penegakan Hukum Kasus Karhutla
Menteri LH Perkuat Penegakan Hukum Kasus Karhutla
Pemerintah
BMKG Sebut Hujan Bakal Melanda hingga 20 April, Ini Wilayah yang Harus Waspada
BMKG Sebut Hujan Bakal Melanda hingga 20 April, Ini Wilayah yang Harus Waspada
Pemerintah
Waste4Change: Produksi Sampah Nasional Per Hari Setara 12 Candi Borobudur
Waste4Change: Produksi Sampah Nasional Per Hari Setara 12 Candi Borobudur
LSM/Figur
Pangkas Emisi, Perusahaan Logistik Global Beralih ke Avtur Ramah Lingkungan
Pangkas Emisi, Perusahaan Logistik Global Beralih ke Avtur Ramah Lingkungan
Swasta
Gas Metana di Atmosfer Melonjak Dalam 4 Tahun, Tertinggi pada 2021
Gas Metana di Atmosfer Melonjak Dalam 4 Tahun, Tertinggi pada 2021
LSM/Figur
Minim Aksi Iklim, Pendapatan Rata-Rata Masyarakat Dunia Diprediksi Turun 15 Persen
Minim Aksi Iklim, Pendapatan Rata-Rata Masyarakat Dunia Diprediksi Turun 15 Persen
Pemerintah
ISO Perbarui Standar Utama Manajemen Lingkungan
ISO Perbarui Standar Utama Manajemen Lingkungan
Swasta
Dosen Unej Teliti Tanaman Zaman Prasejarah di Geopark Ijen
Dosen Unej Teliti Tanaman Zaman Prasejarah di Geopark Ijen
LSM/Figur
Krisis Selat Hormuz, FAO Ingatkan Bahaya Inflasi Pangan Global
Krisis Selat Hormuz, FAO Ingatkan Bahaya Inflasi Pangan Global
Pemerintah
KKP Tak Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Seperti Era Susi Pudjiastuti, tapi Diberikan ke Nelayan
KKP Tak Tenggelamkan Kapal Asing Ilegal Seperti Era Susi Pudjiastuti, tapi Diberikan ke Nelayan
Pemerintah
Pakar IPB Beberkan Cara Berantas Lonjakan Populasi Ikan Sapu-sapu
Pakar IPB Beberkan Cara Berantas Lonjakan Populasi Ikan Sapu-sapu
Pemerintah
Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah di Kalangan Remaja Rendah, Ngantuk Saat Jam Pelajaran
Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah di Kalangan Remaja Rendah, Ngantuk Saat Jam Pelajaran
LSM/Figur
Kemenhut Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon, Disebut Lebih Jelas dan Terarah
Kemenhut Terbitkan Aturan Baru Perdagangan Karbon, Disebut Lebih Jelas dan Terarah
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau