Bagi dia, peran media sangat penting dalam mendukung UMKM, khususnya memberitakan keberhasilan maupun hambatan yang dialami UMKM. Sehingga bisa diketahui para pemangku kepentingan.
Dalam paparannya, Hanna menyebut usaha yang digelutinya yakni anyaman dari daun lontar di Kabupaten Flores Timur.
Anyaman itu dijadikan banyak produk suvenir, mulai dari tas hingga topi. Dia mengaku, produk suvenirnya dijual di 52 negara.
"Yang paling banyak diminati pasar dunia yaitu keranjang dan alas meja. Saya ekspor ke 52 negara, setelah bekerjasama dengan salah satu brand yang punya cabang di seluruh dunia. Dia yang kemudian mendistribusikan produknya," kata Hanna.
Hanna juga mengapresiasi Bank Indonesia yang juga berperan membantu dirinya mengkomunikasikan ke pasar dan juga kerap dilibatkan dalam pameran.
"Selain itu, kebijakan di Provinsi NTT terkait bisnis sendiri, kami cukup banyak dibantu BI. Mereka mengkoneksikan kami dengan pemangku kepentingan yang tepat," ujarnya.
Analis Senior Deputi Direktur Pengembangan Inklusi OJK Puji Iman Siagian, mengatakan, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64 sampai 65 juta.
"Pelaku usaha di Indonesia didominasi oleh UMKM yakni 99,9 persen. Sedangkan 0,01 adalah usaha skala besar. Catatan UMKM ini tertinggi di ASEAN," kata dia.
Untuk penyerapan tenaga kerja yakni 97 persen. Sementara kontribusi UMKM untuk untuk produk domestik bruto (PDB) Indonesia yakni 61,1 persen. Sedangkan ekspor UMKM yakni 14 persen.
Redaktur Pelaksana Bisnis Indonesia Henri T Asworo, mengatakan, dukungan media untuk UMKM dengan menulis profil pelaku UMKM.
"Tulisan tentang profil pelaku UMKM tentunya akan bertahan lama dan banyak pembacanya, sehingga itu yang meski diangkat oleh media," kata Hendri.
Henri berharap, wartawan bisa menggali lebih dalam tentang profil pelaku usaha, sehingga pemberitaan kesuksesan pelaku usaha bisa menjadi inspirasi bagi warga lainnya.
Kegiatan hari itu ditutup dengan pemaparan President Akademi Kecerdasan Buatan Indonesia Bari Arijono.
Bari mengatakan, Kecerdasan buatan (AI), sangat membantu pekerjaan jurnalis, terutama dalam mengolah data.
"Ada empat hal yang menjadi panduan dalam AI yakni Copilot, Gemini, Claude dan Perplexity. Sehingga kesempatan ini harus digunakan sebaiknya oleh para wartawan," kata dia.
Kegiatan hari kedua, meski digelar selama sembilan jam, tapi diikuti dengan antusias oleh semua media.
Untuk kegiatan hari ketiga, Rabu (17/7/2024), anjangsana para wartawan ke Kantor Bisnis Indonesia di Wisma Bisnis Indonesia, 5-8 Floor Jl. KH Mas Mansyur No.12A, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat dan kunjungan ke Museum BI di Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat.
Ada banyak hal yang diperoleh saya dan rekan-rekan wartawan lainnya dalam rangkaian kegiatan ini, dengan tujuan bersinergi dengan BI dan OJK, untuk mendukung UMKM NTT menjadi lebih hebat, maju dan bersaing dengan daerah lainnya di Indonesia.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya