Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AKI 2024 di Magelang Dorong Lahirnya Talenta Baru Ekonomi Kreatif

Kompas.com - 25/07/2024, 21:00 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

“Mungkin banyak pengunjung yang tertarik dengan tema unik kain-kain batik kami yang terinspirasi ikon-ikon unik dari mata pelajaran, seperti matematika, fisika, kimia, biologi, dan olahraga,” jelas Dheni.

Dia menambahkan jika Guru Batik berhasil mengemas cerita di setiap motif kainnya untuk menjadi branding yang kuat, “Hal ini menyebabkan brand kami dapat langsung melekat ke pikiran pengunjung," jelas Dheni.

Pengalaman berbeda dibagikan Puri Wening Minarti, pemilik dari Tongkonan Qufe. Saat Pameran AKI di Magelang lalu, produsen kopi organik dari daerah Toraja ini memberikan sample gratis kopi seduhan per varian single origin.

Sisi edukasi ke pengunjung juga ditonjolkan agar mereka lebih mengapreasiasi setiap perjalanan pembuatan kopi dari mulai penanaman yang melibatkan penyandang disabilitas dan pemberdayaan petani wanita, hingga pengolahan limbah pascapanen menjadi produk minuman dan kerajinan.

Ada juga pengalaman dari Marica.Id, produsen media pembelajaran digital anak sekolah dasar. Untuk gelaran AKI 2024, Senie Destya, founder Marica.id mengajukan Game Digital berjudul Petualangan Marica.

Baca juga: Kemenkop-UKM Ungkap Produk Impor Ilegal Terbukti Matikan Sektor UMKM

 

“Tujuan kami kami di pameran AKI 2024 adalah untuk mendapatkan awareness dan publikasi media untuk mengenalkan produk Marica dan mengumpulkan data peminat," ungkap Senie Destya.

"Kami memberikan promo bermain game gratis buku digital di pameran AKI 2024. Pengunjung sangat antusias Ketika mencoba game kami, ditambah lagi mereka dapat langsung mengeksplorasi berbagai produk kami buku dan activity kit,” tutup Senie.

 

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Aliansi Perbankan Net Zero Hentikan Kegiatan Sementara
Swasta
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
Paparan Logam dan Sulfat dalam Polusi Udara Berpotensi Tingkatkan Risiko Asma
LSM/Figur
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak
LSM/Figur
Krisis Iklim Makin Parah,  WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
Krisis Iklim Makin Parah, WALHI Desak Revisi UU Kehutanan Berparadigma Keadilan Ekologis
LSM/Figur
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pesimis Kualitas Udara Jakarta Membaik, Menteri LH Ungkap Sumber Masalahnya
Pemerintah
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Badak di Kalimantan Timur Sisa Dua, Kemenhut Siapkan Induk Pengganti
Pemerintah
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Sudah Saatnya Penyelenggara Event Lebih Sustainable
Swasta
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
Studi Jawab Polemik Dampak Kebisingan Turbin Angin pada Manusia
LSM/Figur
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Produksi Daging Sapi di Brasil Picu Kenaikan Emisi Metana
Pemerintah
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Menteri LH: Banyak Produsen AMDK Pakai Air Tanah, Konservasi Cuma Mantra
Pemerintah
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Laut Asam Melemahkan Gigi Hiu, Ancaman Baru bagi Predator Puncak
Pemerintah
'Circularity Tour', Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
"Circularity Tour", Aqua Libatkan Pelari Maybank Marathon dalam Aksi Lingkungan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Alarm Punah! Badak Jawa Diprediksi Hilang 50 Tahun Lagi, Translokasi Jadi Jalan
Pemerintah
Hampir 80 Persen Hiu Paus di Lokasi Wisata Luka Akibat Ulah Manusia
Hampir 80 Persen Hiu Paus di Lokasi Wisata Luka Akibat Ulah Manusia
Pemerintah
Penelitian Lebih dari Satu Dekade Ungkap Populasi Hiu Paus di Papua
Penelitian Lebih dari Satu Dekade Ungkap Populasi Hiu Paus di Papua
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau