Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

RWE Pasok Listrik Tenaga Surya untuk Perusahaan Milik Mark Zuckerberg

Kompas.com, 19 Agustus 2024, 16:45 WIB
Add on Google
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perusahaan energi asal Jerman, RWE, mengumumkan telah meneken dua perjanjian jual-beli tenaga listrik (power purchase agreement/PPA) jangka panjang dengan Meta.

Listrik yang dihasilkan berasal dari dua proyek pembangkit listrik tenaga surya yang sedang dibangun di Amerika Serikat. Nantinya, pembangkit tersebut akan menyediakan energi terbarukan untuk operasional Meta, termasuk pusat data dan kantor.

Adapun pembangunan di lokasi yang sedang berjalan adalah proyek County Run Solar RWE dengan kapasitas 274 megawatt (MW) di Illinois dan proyek Lafitte Solar dengan kapasitas 100 MW di Louisiana, dengan rencana pengujian (commissioning) di kedua lokasi pada akhir 2025.

Baca juga:

Kepala Energi Terbarukan di Meta, Urvi Parekh, mengatakan bahwa kemitraan ini merupakan bagian penting dari upaya penggunaan energi terbarukan. 

"Bermitra dengan penyedia energi terbarukan seperti RWE untuk menghadirkan proyek-proyek tenaga surya baru, adalah bagian penting dari pendekatan kami dalam pengadaan energi," ujar Urvi, dikutip dari ESG Today, Senin (19/8/2024). 

Ia mengtakan, kolaborasi kedua pihak menjadi upaya sekaligus komitmen untuk mencocokkan 100 persen penggunaan listrik di pusat data dan kantornya dengan energi terbarukan.

Sebagai informasi, Meta telah menetapkan target untuk mencapai emisi nol di seluruh rantai operasionya pada tahun 2030. Meta juga merupakan salah satu korporat terbesar pembeli energi terbarukan.

Perusahaan ini mencapai target untuk memenuhi 100 persen kebutuhan energinya dengan sumber energi terbarukan pada tahun 2020.

Baru-baru ini Meta menyatakan bahwa mereka mempersiapkan akan menambah 9,8 GW energi terbarukan ke jaringan lokal di AS melalui proyek-proyek angin dan tenaga surya pada tahun 2025.

Baca juga:

Komitmen RWE

Sementara, RWE yang berbasis di Jerman, mengumumkan awal tahun ini bahwa mereka telah mengumpulkan $2 miliar dari penerbitan obligasi hijau perdana di AS untuk digunakan dalam mendanai proyek-proyek energi terbarukan.

Proyek baru di Illinois dan Louisiana ini akan menambah portofolio energi terbarukan perusahaan di AS sebesar 9,3 GW, termasuk angin, tenaga surya, dan baterai.

Perusahaan ini juga telah mengumumkan rencana untuk menginvestasikan 55 miliar euro di seluruh dunia pada tahun 2030 dalam proyek-proyek energi terbarukan, baterai, pembangkit listrik fleksibel, dan hidrogen. Termasuk sekitar 20 miliar euro yang diperkirakan akan diinvestasikan di AS.

Baca juga: Kebijakan TKDN Dinilai Hambat Investasi PLTS di Indonesia

"Investasi berkelanjutan RWE di pasar energi terbarukan AS didukung oleh peluang baru untuk bermitra dengan perusahaan teknologi terkemuka seperti Meta, yang mendorong permintaan energi bersih untuk mendukung operasional mereka," ujar CEO RWE Clean Energy, Andrew Flanagan. :

Perjanjian kali ini, kata dia, dapat menghasilkan dampak dengan platform energi terbarukan untuk mendorong dekarbonisasi di seluruh industri, sambil mendorong pertumbuhan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kemenhut Optimalkan Operasi Pemadaman Karhutla di 4 Provinsi Sumatera
Kemenhut Optimalkan Operasi Pemadaman Karhutla di 4 Provinsi Sumatera
Pemerintah
Produsen Mobil Terkemuka Sembunyikan Data Emisi Hingga 33 Persen
Produsen Mobil Terkemuka Sembunyikan Data Emisi Hingga 33 Persen
Pemerintah
Krisis Iklim Bikin Ibukota Malaysia dan Kota Satelitnya Kerap Dilanda Banjir
Krisis Iklim Bikin Ibukota Malaysia dan Kota Satelitnya Kerap Dilanda Banjir
Pemerintah
TransitionZero Luncurkan Platform Pemodelan Sistem Energi untuk Asia Tenggara
TransitionZero Luncurkan Platform Pemodelan Sistem Energi untuk Asia Tenggara
Swasta
Akal-Akalan Perusahaan Hadapi Aturan Emisi, Pindahkan Pabrik Polutif ke Tempat Lain
Akal-Akalan Perusahaan Hadapi Aturan Emisi, Pindahkan Pabrik Polutif ke Tempat Lain
Pemerintah
Air Bersih Langka, Kelaparan dan Krisis Pangan Dunia Mengintai
Air Bersih Langka, Kelaparan dan Krisis Pangan Dunia Mengintai
Pemerintah
Pendanaan Minim, RI Masih Butuh Rp163 Triliun untuk Jaga Biodiversitas
Pendanaan Minim, RI Masih Butuh Rp163 Triliun untuk Jaga Biodiversitas
Pemerintah
Dorong Pembangunan Berkelanjutan, IKA Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau
Dorong Pembangunan Berkelanjutan, IKA Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau
LSM/Figur
Filter Rokok Turut Merusak Lingkungan lewat Limbah, Polusi, dan Emisi
Filter Rokok Turut Merusak Lingkungan lewat Limbah, Polusi, dan Emisi
LSM/Figur
Gelombang Panas Picu Harga Jual Listrik di Eropa Jadi Negatif
Gelombang Panas Picu Harga Jual Listrik di Eropa Jadi Negatif
Pemerintah
Kehadiran DSI Disebut Bisa Permudah Implementasi EUDR untuk Produk Sawit
Kehadiran DSI Disebut Bisa Permudah Implementasi EUDR untuk Produk Sawit
LSM/Figur
Dari Literasi ke Aksi, Komunitas Buibu Baca Buku Gerakkan Kepedulian Iklim di 16 Provinsi
Dari Literasi ke Aksi, Komunitas Buibu Baca Buku Gerakkan Kepedulian Iklim di 16 Provinsi
LSM/Figur
Pemerintah akan Wajibkan Masyarakat Kembalikan Air Tanah ke Bumi
Pemerintah akan Wajibkan Masyarakat Kembalikan Air Tanah ke Bumi
Pemerintah
Bappenas Proyeksikan Kerugian Ekonomi akibat Krisis Iklim Capai Rp 2.005 Triliun
Bappenas Proyeksikan Kerugian Ekonomi akibat Krisis Iklim Capai Rp 2.005 Triliun
Pemerintah
PBB Minta Dunia Bersiap Hadapi Ancaman El Niño
PBB Minta Dunia Bersiap Hadapi Ancaman El Niño
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau