Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Empat Institusi Gelar Operasi Bibir Sumbing di Kupang

Kompas.com, 21 September 2024, 06:00 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Empat institusi menggelar bakti sosial (baksos) operasi bibir sumbing di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (20/9/2024).

Keempat institusi ini adalah Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) wilayah V, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, FK Universitas Jember dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Ben Mboi Kupang serta AMSA Undana.

Baksos yang dilaksanakan itu berupa seminar bertema mengenal bibir sumbing dan langit-langit serta tahapan tata laksananya yang dihelat di RSUP dr. Ben Mboi Kupang.

Selain seminar, kegiatan itu juga diisi dengan operasi bibir sumbing dan langit-langit secara gratis di RSUP dr. Ben Mboi Kupang, mulai Jumat-Minggu (22/9/2024) mendatang.

Ketua AIPKI Wilayah V Yuyun Yueniwatu mengapresiasi baksos bibir sumbing yang melibatkan banyak pihak.

Baca juga: 50 Tahun Berbakti, ASDP Fokus Bantu Pasien Bibir Sumbing

"Ke depannya tentu saja penanganan bibir sumbing tidak hanya menyelesaikan pasiennya tapi juga edukasi," ujar Yuyun.

Sebelum operasi bibir sumbing digelar seminar yang melibatkan dokter dan tenaga kesehatan.

"Edukasi ini mungkin pertama kali untuk tenaga kesehatan dan dokter. Ke depan inginnya juga kepada masyarakat umum. Jadi untuk menyelesaikan satu masalah itu kan enggak bisa hanya menyelesaikan masalahnya itu tapi penyebabnya," tutur Yuyun.

Direktur Utama RSUP Ben Mboi Kupang Annas Ahmad menambahkan, kegiatan seminar dan operasi bibir sumbing ini sebagai wujud dan tanggungjawab bersama mendedikasikan diri mengatasi masalah-masalah kesehatan dan sosial kemasyarakatan.

"Kami akan terus membuka diri dan siap bermitra dengan siapapun dan lembaga apapun, pada setiap upaya untuk membangun dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Annas

Koordinator kegiatan Robertus Arian menjelaskan, baksos ini adalah kegiatan medis yang berfokus pada operasi bibir sumbing dan langit-langit (cleft lip and/or palate) untuk memberikan kesempatan kepada pasien yang membutuhkan agar dapat menjalani operasi korektif guna memperbaiki penampilan fisik, serta fungsi mulut (kemampuan berbicara, makan, dan bernapas dengan normal).

Dia mengharapkan, baksos ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan bagi kehidupan para pasien.

"Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penanganan bibir sumbing sejak dini," ujar Arian.

Operasi bibir sumbing dan langit-langit diselenggarakan dengan persyaratan: pasien bibir sumbing berusia minimal 3 bulan, berat badan minimal 5 kg, dan bagi pasien celah langit-langit adalah berusia minimal 1 tahun dan memiliki berat badan minimal 10 kg.

Menurutnya, pelayanan bibir sumbing harus komprehensif, berorientasi fungsi, mempertimbangkan aspek kosmetik, dalam upaya menuju kualitas hidup pasien yang lebih baik.

Kegiatan seminar bibir sumbing dan langit-langit akan dilaksanakan secara gratis dengan tujuan utama peningkatan wawasan mengenai bibir dan langit-langit sumbing kepada 150 peserta.

Mereka terdiri dari dokter umum, dokter spesialis bedah plastik, dokter spesialis anak, dokter spesialis KFR, dokter spesialis THT-KL, dokter spesialis kedokteran jiwa, dokter gigi, dokter gigi spesialis bedah mulut, dokter gigi spesialis orthodensia, perawat, bidan, terapis wicara, dietisien atau nutrisionist di Puskesmas serta rumah sakit se-pulau Timor dan sekitarnya.

"Hari ini pesertanya memang kami batasi sesuai kapasitasnya yakni 150 dan sebagian besar memang dari dataran Timor, yakni dari Puskesmas dan rumah sakit swasta dan pemerintah," pungkas Arian.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
KLH Minta Pemda Waspadai Celah Kerugian Bisnis Perdagangan Karbon
KLH Minta Pemda Waspadai Celah Kerugian Bisnis Perdagangan Karbon
Pemerintah
Siswa SMAN 9 Manado Olah Limbah Tulang Ayam Jadi Peredam Suara
Siswa SMAN 9 Manado Olah Limbah Tulang Ayam Jadi Peredam Suara
Swasta
Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis
Gelombang Panas Bikin 57 Juta Hektar Hutan Tropis Kehilangan Kemampuan Fotosintesis
LSM/Figur
Ekspansi Pusat Data AI Bikin Emisi Karbon Microsoft Melonjak 25 Persen
Ekspansi Pusat Data AI Bikin Emisi Karbon Microsoft Melonjak 25 Persen
Pemerintah
Deloitte Rilis Metode Baru untuk Ukur Nilai Investasi Keberlanjutan
Deloitte Rilis Metode Baru untuk Ukur Nilai Investasi Keberlanjutan
Pemerintah
Urgensi Membangun Tata Kelola Transparan Sejak di Tingkat Tapak
Urgensi Membangun Tata Kelola Transparan Sejak di Tingkat Tapak
Pemerintah
'Ecomystic' dan Konstitusi Lingkungan Kurang Berdaya
"Ecomystic" dan Konstitusi Lingkungan Kurang Berdaya
Pemerintah
Maybank Marathon Bidik Ajang Lari Netral Karbon pada 2030
Maybank Marathon Bidik Ajang Lari Netral Karbon pada 2030
Swasta
IPB Kembangkan Empat Varietas Cabai Superpedas Lokal Pertama Indonesia
IPB Kembangkan Empat Varietas Cabai Superpedas Lokal Pertama Indonesia
Pemerintah
ITS Kembangkan Traktor Perahu Listrik, Ubah Pertanian di Lahan Gambut Jadi Lebih Ramah Lingkungan
ITS Kembangkan Traktor Perahu Listrik, Ubah Pertanian di Lahan Gambut Jadi Lebih Ramah Lingkungan
LSM/Figur
Satu Abad Panas Bumi Indonesia, Pemanfaatannya Didorong Tak Lagi Sekadar untuk Listrik
Satu Abad Panas Bumi Indonesia, Pemanfaatannya Didorong Tak Lagi Sekadar untuk Listrik
BUMN
IPB: Dana Desa Diproyeksikan Menurun, Desa Berpotensi Kehilangan Kesempatan Membangun
IPB: Dana Desa Diproyeksikan Menurun, Desa Berpotensi Kehilangan Kesempatan Membangun
LSM/Figur
65,5 Persen Kepala Keluarga Perempuan Tanpa Bansos Terancam Kenaikan Muka Air Laut
65,5 Persen Kepala Keluarga Perempuan Tanpa Bansos Terancam Kenaikan Muka Air Laut
Pemerintah
Warga Lereng Gunung Lewotobi Dapat Akses Air Bersih dari Pembangunan Sumur Bor
Warga Lereng Gunung Lewotobi Dapat Akses Air Bersih dari Pembangunan Sumur Bor
Swasta
Pemerintah Percepat Pipanisasi Air Bersih untuk Tekan Penurunan Muka Tanah
Pemerintah Percepat Pipanisasi Air Bersih untuk Tekan Penurunan Muka Tanah
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau