BrandzView
Artikel ini merupakan kerja sama Kompascom dengan MSIG Life

Dukung Pendidikan Anak Prasejahtera, MSIG Life Bersinergi dengan ISCO Foundation

Kompas.com, 20 Desember 2024, 15:24 WIB
Agung Dwi E,
Erlangga Satya Darmawan,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) meluncurkan program Perkuat Pilar Ketahanan Keluarga (Pelita).

Pelita adalah umbrella program yang merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan atau environmental, social, and governance (ESG) perusahaan.

Fokus program tersebut adalah pemberdayaan keluarga melalui pendidikan dan peningkatan kesejahteraan.

Pada fase pertama, MSIG Life menggandeng ISCO Foundation untuk mendukung pendidikan 69 anak prasejahtera di Kebon Melati, Jakarta Pusat. MSIG Life mengalokasikan donasi sekitar Rp 130 juta pada tahun pertama.

Pemberian dana diberikan untuk membantu pembiayaan pendidikan, perbaikan fasilitas sanggar aktivitas, penyediaan makanan bergizi, serta pelaksanaan program pengembangan anak dan pelibatan aktif orangtua dalam pendidikan.

MSIG Life dan ISCO Foundation juga menghadirkan kegiatan edukasi bertema “Kelas Inspirasi: Sekolah Harus Tinggi, Ekonomi Keluarga Bisa Lebih Meningkat” pada Sabtu (14/12/2024).

Penyelenggaraan kegiatan itu bertujuan untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada orangtua agar terus mendukung anak-anaknya dalam mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan begitu, angka putus sekolah di Indonesia bisa diminimalisasi.

Chief Executive Officer dan Presiden Direktur MSIG Life Wianto Chen mengatakan, pendidikan adalah kunci utama untuk memperbaiki taraf hidup keluarga.

Namun, tantangan ekonomi sering kali menghalangi anak-anak prasejahtera untuk melanjutkan pendidikan.

Baca juga: Catatkan Kinerja Positif Sepanjang 2023, MSIG Life Berkomitmen Tumbuh Optimal dan Berkelanjutan

“Oleh karena itu, bersama ISCO Foundation, kami ingin membangun generasi muda yang percaya diri, termotivasi, dan siap menghadapi masa depan yang cerah,” ujar Wianto Chen dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (18/12/2024).

Pada kesempatan sama, Head of Customer and Marketing MSIG Life Lukman Auliadi menjelaskan makna program Pelita.

Pelita, jelasnya, adalah cahaya harapan yang difokuskan pada bidang pendidikan.

Melalui edukasi, program Pelita berupaya meningkatkan literasi dan inisiatif untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik serta mewujudkan aspirasi masa depan yang sejahtera.

Direktur Eksekutif ISCO Foundation Julinda Dewi Simbolon, Direktur MSIG Life Tomoyuki Monden, Komisaris Independen MSIG Life Nazly Parlindungan Siregar, Direktur MSIG Life Ken Terada, dan CEO dan Presiden Direktur MSIG Life Wianto Chen. Dok. MSIG Life Direktur Eksekutif ISCO Foundation Julinda Dewi Simbolon, Direktur MSIG Life Tomoyuki Monden, Komisaris Independen MSIG Life Nazly Parlindungan Siregar, Direktur MSIG Life Ken Terada, dan CEO dan Presiden Direktur MSIG Life Wianto Chen.

“Program ini juga ingin mendukung keluarga Indonesia untuk memperkuat harapan, meningkatkan kesejahteraan, dan menjadi lebih berdaya dalam menghadapi tantangan,” jelas Lukman.

Direktur Eksekutif ISCO Foundation Julinda Dewi Simbolon mengatakan, pendidikan adalah hak setiap anak untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

“Kemitraan dengan MSIG Life penting karena memungkinkan kami dalam mendukung anak prasejahtera, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA). Kami juga bisa memberdayakan orangtua agar lebih aktif dalam pendidikan anak mereka,” ucap Julinda.

Melalui kemitraan strategis ini, baik MSIG Life dan ISCO Foundation berharap dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi anak-anak prasejahtera dan keluarga mereka serta membawa harapan baru untuk generasi mendatang.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Isu Keandalan AI Kini Jadi Sorotan Petinggi Bisnis
Isu Keandalan AI Kini Jadi Sorotan Petinggi Bisnis
Pemerintah
Mayoritas Negara Diproyeksikan Gagal Capai Target Sistem Pangan 2030
Mayoritas Negara Diproyeksikan Gagal Capai Target Sistem Pangan 2030
Pemerintah
Baleg DPR RI Targetkan Pembahasan RUU Masyarakat Adat jadi UU Rampung di Awal 2027
Baleg DPR RI Targetkan Pembahasan RUU Masyarakat Adat jadi UU Rampung di Awal 2027
Pemerintah
Ancaman Laut Dunia, Praktik Illegal Fishing Makin Marak Meski Terus Ditekan
Ancaman Laut Dunia, Praktik Illegal Fishing Makin Marak Meski Terus Ditekan
Pemerintah
Microsoft Pangkas Pembelian Kredit Karbon hingga 80 Persen, Prioritaskan AI
Microsoft Pangkas Pembelian Kredit Karbon hingga 80 Persen, Prioritaskan AI
Pemerintah
Berbagai Tambang Batu Bara RI dengan Kapasitas 760 Juta Ton Berakhir Izinnya hingga 2035
Berbagai Tambang Batu Bara RI dengan Kapasitas 760 Juta Ton Berakhir Izinnya hingga 2035
LSM/Figur
Pemulihan Kawasan Bromo Pasca-Kebakaran Perlu Pertimbangkan Karakter Ekosistem
Pemulihan Kawasan Bromo Pasca-Kebakaran Perlu Pertimbangkan Karakter Ekosistem
LSM/Figur
Pipa Baja Galvanis Spindo Perkuat Jaringan Air Bersih Kubangsari Tasikmalaya
Pipa Baja Galvanis Spindo Perkuat Jaringan Air Bersih Kubangsari Tasikmalaya
BrandzView
135.793 Fasilitas Kesehatan Belum Laporkan Limbah B3, Pakar Ingatkan Risiko Pencemaran Air
135.793 Fasilitas Kesehatan Belum Laporkan Limbah B3, Pakar Ingatkan Risiko Pencemaran Air
LSM/Figur
Ancaman El Niño Buat Pelaku Bisnis Kian Cemas
Ancaman El Niño Buat Pelaku Bisnis Kian Cemas
Pemerintah
Astra Terima Kunjungan Menteri Pariwisata di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Perkuat Wisata Berbasis Budaya
Astra Terima Kunjungan Menteri Pariwisata di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Perkuat Wisata Berbasis Budaya
Desa Sejahtera Astra
Kemenhut: Ancaman Karhutla di Kawasan Bromo Belum Selesai Meski Api Sudah Terkendali
Kemenhut: Ancaman Karhutla di Kawasan Bromo Belum Selesai Meski Api Sudah Terkendali
Pemerintah
Mengapa Kita Selalu Terlambat Menghadapi Bencana?
Mengapa Kita Selalu Terlambat Menghadapi Bencana?
Pemerintah
Limbah Jagung dan Daun Pepaya Diolah Jadi Penangkal Nyamuk Malaria
Limbah Jagung dan Daun Pepaya Diolah Jadi Penangkal Nyamuk Malaria
LSM/Figur
Bukan Sekadar Teknologi Canggih, Inilah 'Fondasi Tak Kasatmata' Keselamatan PLTN
Bukan Sekadar Teknologi Canggih, Inilah 'Fondasi Tak Kasatmata' Keselamatan PLTN
LSM/Figur
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau