Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 20 Desember 2024, 16:24 WIB
Hotria Mariana,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Ekosistem mangrove terbukti menjadi pelindung sekaligus penopang ekonomi bagi warga pesisir Mangkang Wetan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Keberadaan tanaman ini tidak hanya mendukung mata pencaharian masyarakat setempat, tetapi juga menjadi rumah bagi beragam biota laut.

Direktur Utama IKAMaT Ganis Riyan Efendi mengatakan, kawasan Semarang Mangrove Center (SMC) memiliki luas sekitar 25 hektare yang ditumbuhi beragam spesies mangrove. Tidak hanya rhizophora, tetapi juga jenis lain, seperti api-api dan bruguiera yang tumbuh, baik di hamparan maupun di pematang tambak.

"Mangrove ini sebagai rumah bagi banyak biota. Salah satunya kepiting bakau yang memang harus ada ekosistem mangrove untuk memijah dan siklus hidupnya. Area ini juga menjadi tempat migrasi burung-burung dari Australia menuju ekuator," jelas Ganis.

Selain fungsi ekologis, SMC juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang didampingi Kesemat sejak 2001, sebelum resmi menjadi Environment Support Network (ESN) pada 2014.

"Di area SMC ini ada tiga produk unggulan, yaitu jajanan mangrove, kopi mangrove, dan batik mangrove. Ketiga produk ini sangat bergantung dengan buah mangrove yang tersedia di lokasi," ujar Ganis.

Salah satu warga Mangkang Wetan, Anwar, mengungkapkan peran vital mangrove bagi kehidupan warga pesisir. Selain berfungsi sebagai penguat tanggul alami, ekosistem mangrove menjadi tempat berkembang biaknya berbagai biota laut yang bernilai ekonomi.

"Manfaatnya mangrove bisa untuk penguat tanggul, termasuk rantai makanan. Selain bandeng yang kami budidayakan, ada kepiting, ikan, dan lain sebagainya. Sedikit banyaknya tangkapan kami itu dari mangrove yang ditanam," kata Anwar.

Melihat peran penting mangrove bagi warga pesisir, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk menanam 5.000 bibit mangrove di kawasan SMC, Kamis (19/12/2024). Kegiatan yang merupakan bagian dari program nasional Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2024 ini mengangkat tema "Mitigasi Bencana dan Tanggap Bencana".

Area Head Semarang PT Perusahaan Gas Negara Tbk Sugianto Eko Cahyono menuturkan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan menjadi percontohan bagi wilayah pesisir lainnya.

"Kami berharap, dengan adanya informasi yang bisa disampaikan ke publik juga akan bisa meningkatkan kesadaran. Ini juga bisa menjadi percontohan bagi masyarakat-masyarakat pesisir yang selama ini menjadi wilayah-wilayah yang marginal," ujar Eko.

Division Head Corporate Social Responsibility (CSR) PGN Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan, wilayah pesisir utara Jawa, khususnya Semarang, mendapat tantangan besar dalam perubahan iklim yang menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah.

"Abrasi di sini cukup cepat. Oleh karena itu, kami berkomitmen mengupayakan agar abrasi itu bisa dikelola dengan lebih baik. Salah satunya dengan penanaman mangrove," ujar Widagdo yang akrab disapa Dodo.

Untuk memastikan keberlanjutan program, ia melanjutkan, PGN akan melaksanakan program urban farming dan membagikan 1.500 bibit mangrove kepada warga Kota Semarang dalam dua hari ke depan. Adapun pembagian bibit akan dilakukan melalui kerja sama dengan 50 komunitas lokal di kantor PGN Jalan Pemuda Semarang.

Berdasarkan perhitungan IKAMaT dengan pendekatan tier 2, penanaman 5.000 bibit mangrove ini setara dengan 475,25 TCO2 ekuivalen. Untuk memastikan tingkat keberhasilan yang tinggi, IKAMaT melakukan studi ekologi dan survei pendahuluan.

"Kami melakukan survei pendahuluan untuk memastikan area-area yang potensial sehingga risiko gagal tumbuhnya rendah. Ekosistem pesisir sangat dinamis, setelah 3 bulan dipantau, tidak akan mungkin 100 persen berhasil. Karena itu, kami berupaya meminimalkan risiko dengan metode studi analisis," jelas Ganis.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Aktivitas Fisik Jadi Upaya Adaptasi Perubahan Iklim, Ini Alasannya
Aktivitas Fisik Jadi Upaya Adaptasi Perubahan Iklim, Ini Alasannya
LSM/Figur
United Tractors Dapat 2 Penghargaan pada Peringatan Bulan K3 Nasional 2026
United Tractors Dapat 2 Penghargaan pada Peringatan Bulan K3 Nasional 2026
Swasta
Kesepakatan Impor Migas RI-AS Dinilai Berisiko bagi Ketahanan Energi Nasional
Kesepakatan Impor Migas RI-AS Dinilai Berisiko bagi Ketahanan Energi Nasional
LSM/Figur
Panas Ekstrem Bisa Batasi Aktivitas Manusia, Lansia Paling Terdampak
Panas Ekstrem Bisa Batasi Aktivitas Manusia, Lansia Paling Terdampak
LSM/Figur
SOBI dan Parongpong RAW Lab, Bantu Masyarakat Ubah Sistem Pangan dan Olah Limbah
SOBI dan Parongpong RAW Lab, Bantu Masyarakat Ubah Sistem Pangan dan Olah Limbah
Swasta
65.000 liter Bahan Kimia Alkali Dituang ke Laut untuk Hadapi Pemanasan Global
65.000 liter Bahan Kimia Alkali Dituang ke Laut untuk Hadapi Pemanasan Global
Pemerintah
Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara
Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara
Pemerintah
Cara Kurangi Beban Sampah Bantargebang Bisa Dimulai dari Rumah Tangga
Cara Kurangi Beban Sampah Bantargebang Bisa Dimulai dari Rumah Tangga
Pemerintah
DBS Salurkan Rp 11,2 Miliar untuk 5 Bisnis Sosial Indonesia, Bantu Dokter di Desa Pakai AI
DBS Salurkan Rp 11,2 Miliar untuk 5 Bisnis Sosial Indonesia, Bantu Dokter di Desa Pakai AI
Swasta
Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar AI Dibanding Laki-laki
Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar AI Dibanding Laki-laki
Swasta
Bumi Memanas Lebih Cepat, Batas 1,5 Derajat Diprediksi Terlampaui Sebelum 2030
Bumi Memanas Lebih Cepat, Batas 1,5 Derajat Diprediksi Terlampaui Sebelum 2030
LSM/Figur
Indonesia Diprediksi Dilanda Gelombang Panas per April, Suhu di Atas Normal
Indonesia Diprediksi Dilanda Gelombang Panas per April, Suhu di Atas Normal
LSM/Figur
THR Tak Bikin Daya Beli Masyarakat Naik, Ahli Jelaskan Penyebabnya
THR Tak Bikin Daya Beli Masyarakat Naik, Ahli Jelaskan Penyebabnya
LSM/Figur
Mikroba Laut Dalam Jadi Sekutu Hadapi Perubahan Iklim
Mikroba Laut Dalam Jadi Sekutu Hadapi Perubahan Iklim
Pemerintah
Pulihkan Kualitas Air, 7.000 Liter Eco Enzyme Dituangkan ke Sungai Jeletreng Tangsel
Pulihkan Kualitas Air, 7.000 Liter Eco Enzyme Dituangkan ke Sungai Jeletreng Tangsel
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau