Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Festival Isi Piringku" Danone Indonesia Dorong Perempuan Berdaya Bentuk Generasi Sehat

Kompas.com, 31 Desember 2024, 15:00 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Memperingati Hari Ibu dan mendorong pentingnya peran perempuan dalam keluarga, Danone Indonesia menggelar edukasi nutrisi bertajuk "Festival Komunitas Isi Piringku" di Bogor, Jawa Barat (20/12/2024).

Kegiatan mengangkat tema“Perempuan Berdaya dengan Nutrisi dan Pola Asuh Optimal untuk Indonesia Maju” dan dihadiri 1.500 peserta secara hibrid dari berbagai daerah, termasuk Bogor, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur.

Fatma Saifullah Yusuf, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, menyatakan perempuan memainkan peran penting dalam membentuk generasi mendatang, di antaranya melalui pencegahan stunting.

"Dengan memberikan gizi seimbang, nutrisi yang baik, dan pola asuh yang tepat, anak-anak memiliki hak untuk tumbuh sehat dan membentuk karakter yang baik, guna mewujudkan Generasi Emas 2045," ujar Fatma Saifullah Yusuf.

"Melalui kegiatan hari ini, kita dapat berbagi pengalaman tentang pemberian nutrisi dan pola asuh anak," tambahnya.

Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia, menyatakan bahwa Danone Indonesia berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam membentuk generasi emas.

“Salah satu inisiatif kami adalah program Bersama Cegah Stunting dengan pendekatan intervensi pada pola makan, pola asuh, dan sanitasi. Salah satu program dalam rangkaian Bersama Cegah Stunting adalah Isi Piringku, yang mengedukasi orang tua tentang gizi seimbang, hidrasi sehat, dan minum susu," jelasnya.

"Dengan salah satu inisiatifnya yakni Festival Isi Piringku yang sudah di mulai sejak tahun 2022 yang bekerjasama multipihak dengan Spektra, Yasmina, RPI, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah. Kerjasama sudah berjalan di 5 Provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur serta Nusa Tenggara Barat dan 14 Kota/Kabupatan yang telah menyasar 3,500 penerima manfaat,” lanjutnya.

Ketua TP PKK Kota Bogor, Windhy Hery Antasari menyampaikan, pihaknya menyambut positif Festival Isi Piringku yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ibu yang bertujuan memperkuat jaringan dan kerjasama, serta menginspirasi masyarakat terlibat dalam edukasi kesehatan, gizi, dan pola asuh.

"Selain itu, festival ini juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk pengembangan dan implementasi program Isi Piringku. Dengan adanya program ini, kapasitas ibu dapat ditingkatkan untuk selalu memperhatikan kesehatan anak dan keluarganya,” ujarnya.

Dalam penanganan masalah stunting, pendekatan tidak hanya terbatas pada mengatasi kekurangan gizi, tetapi juga melibatkan seluruh anggota keluarga, termasuk ayah.

Iip Ilham Firman, Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Politik dan Hukum, menjelaskan, “stunting sering dikaitkan dengan peran perempuan dalam keluarga. Ibu sering diminta bertanggung jawab penuh atas kesehatan anak tanpa bantuan memadai dari pasangan."

"Kementerian PPA menerima arahan dari presiden untuk memperkuat peran ibu dan keluarga dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Seharusnya ada kemitraan antara perempuan dan laki-laki dalam membagi peran di rumah tangga," jelasnya.

"Dalam memerangi stunting, kita perlu melihat peran laki-laki dan perempuan sebagai setara, termasuk dalam akses sumber daya dan pengasuhan. Suami perlu diberikan edukasi tentang pemeriksaan kehamilan dan alat kontrasepsi pasca melahirkan,” lanjutnya.

Zee Zee Shahab, Influencer Parenting dan Ibu dari 2 Anak menyampaikan, "sebagai ibu, pola asuh anak sangat krusial karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Anak adalah peniru ulung, sehingga orang tua harus memberikan contoh yang baik, seperti mengonsumsi makanan sesuai pedoman Isi Piringku."

"Orang tua juga perlu mengedukasi anak sejak dini tentang pentingnya gizi seimbang. Saya juga percaya bahwa orang tua, termasuk saya sebagai ibu, harus berdaya dengan selalu memperbarui pengetahuan dan tetap selangkah lebih maju dari anak. Ini bisa dilakukan dengan rutin belajar, mencari informasi, serta bergabung dengan komunitas,” ujarnya.

Fatma Saifullah Yusuf, juga memberikan apresiasi kepada Danone Indonesia yang telah menjadi mitra edukasi pencegahan stunting melalui penyuluhan kepada guru dan anak seperti dalam program kolaborasi yang dijalankan di daerah lainnya, termasuk Pasuruan. 

Festival Isi Piringku 2024, tidak hanya menyajikan sesi talkshow edukasi, cooking class, namun juga ribuan ibu yang hadir dapat mengunjungi booth edukasi seperti untuk mengecek kualitas air minum, inisiatif sosial Warung Anak Sehat hingga mengecek kandungan kadar zat besi dalam tubuh sebagai bagian untuk pencegahan anemia pada ibu.

Baca juga: GenBest Talk Ajak Generasi Muda Kota Sorong Ikut Andil dalam Pengentasan Stunting

"Kami berharap hasil yang baik melalui program yang telah hadir sejak tahun 2022 ini dapat terus berdampak terhadap kesehatan anak kita di masa mendatang dan tenntunya tidak berhenti disini. Karena untuk membangun SDM Indonesia yang ungul tidak dapat dilakukan sekali, sehari dan sendiri. Untuk itu, mari semangat membangun Indonesia Emas 2045” tutup Vera.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Sekjen PBB: Investasi Energi Bersih Global tembus 2,2 Triliun Dollar AS
Sekjen PBB: Investasi Energi Bersih Global tembus 2,2 Triliun Dollar AS
Pemerintah
Kemandirian BUMN Jadi Fondasi Strategis Menuju ESG dan Negara Kesejahteraan
Kemandirian BUMN Jadi Fondasi Strategis Menuju ESG dan Negara Kesejahteraan
LSM/Figur
IEA: Keluarnya AS Tak Pengaruhi Komitmen Transisi Energi di Asean
IEA: Keluarnya AS Tak Pengaruhi Komitmen Transisi Energi di Asean
Pemerintah
Kubah Es Raksasa di Greenland Berpotensi Mencair Lagi, Ini Penjelasan Pakar
Kubah Es Raksasa di Greenland Berpotensi Mencair Lagi, Ini Penjelasan Pakar
LSM/Figur
Empat Negara Asia Ini Layak Jadi Referensi Implementasi Program WTE
Empat Negara Asia Ini Layak Jadi Referensi Implementasi Program WTE
LSM/Figur
Pertamina Hulu Mahakam Rehabilitasi 345 Hektar DAS Manggar dan Sungai Wain Kalimantan Timur
Pertamina Hulu Mahakam Rehabilitasi 345 Hektar DAS Manggar dan Sungai Wain Kalimantan Timur
Pemerintah
5 Model Adaptasi untuk Hadapi Krisis Iklim, Ekowisata hingga Asuransi
5 Model Adaptasi untuk Hadapi Krisis Iklim, Ekowisata hingga Asuransi
LSM/Figur
Perempuan Migran Rentan Alami Kekerasan dan Eksploitasi Menurut UN Women
Perempuan Migran Rentan Alami Kekerasan dan Eksploitasi Menurut UN Women
Pemerintah
Lautan Dunia Pecahkan Rekor Panas pada 2025, Pakar Jelaskan Penyebabnya
Lautan Dunia Pecahkan Rekor Panas pada 2025, Pakar Jelaskan Penyebabnya
LSM/Figur
Walhi Sebut Banjir Aceh akibat Hilangnya 1.100 Hektar Hutan di DAS Jambo Aye
Walhi Sebut Banjir Aceh akibat Hilangnya 1.100 Hektar Hutan di DAS Jambo Aye
LSM/Figur
Darurat Sampah di Tangsel, Hujan Perparah Keadaan
Darurat Sampah di Tangsel, Hujan Perparah Keadaan
LSM/Figur
Pemulihan Pasca-Bencana Sumatera, Perlu Inovasi Pemanfaatan Kayu dan Lumpur Sisa Banjir
Pemulihan Pasca-Bencana Sumatera, Perlu Inovasi Pemanfaatan Kayu dan Lumpur Sisa Banjir
LSM/Figur
BRI Peduli Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Banjir di Banjar Kalsel
BRI Peduli Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Banjir di Banjar Kalsel
BUMN
Diabetes Merugikan Ekonomi Global Hingga Triliunan Dolar
Diabetes Merugikan Ekonomi Global Hingga Triliunan Dolar
Pemerintah
Awal Januari 2026, BNPB Catat Banjir Landa 8 Provinsi
Awal Januari 2026, BNPB Catat Banjir Landa 8 Provinsi
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau