Prospek ini tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan, namun juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor konstruksi dan pertanian.
Dalam konteks global yang semakin mendesak untuk membatasi kenaikan suhu rata-rata bumi hingga 2 derajat Celsius, sebagaimana ditegaskan dalam pernyataan pers Konferensi Perubahan Iklim COP29 tahun ini, pengembangan teknologi seperti CalyChar menjadi semakin krusial.
Pengurangan emisi gas rumah kaca dari atmosfer kini bukan hanya sebuah pilihan, melainkan keharusan mutlak untuk menjaga kelestarian planet kita. Melalui proyek ini, para peneliti berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya global untuk mengatasi tantangan perubahan iklim.
Dr. Humbul Suleman, pemimpin proyek dan dosen senior di Sekolah Komputasi, Teknik & Teknologi Digital Universitas Teesside, menggambarkan CalyChar sebagai "langkah maju yang menarik".
Dengan kemampuannya yang ditingkatkan dalam menyerap CO2, material ini berpotensi menjadi solusi yang lebih ekonomis dan berkelanjutan dibandingkan dengan metode mitigasi iklim lainnya.
Suleman meyakini bahwa CalyChar dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperlambat laju pemanasan global.
Senada dengan Suleman, Prof. Ond?ej Mašek dari Pusat Penelitian Biochar Inggris di Sekolah Geosains Universitas Edinburgh, menekankan pentingnya integrasi material inovatif seperti CalyChar dalam mencapai target nol emisi bersih.
Mašek menjelaskan bahwa Universitas Edinburgh, dengan keahliannya yang mendalam dalam teknologi biochar, berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi penangkapan karbon dari CalyChar.
"Bersama dengan Universitas Teesside, kami mengeksplorasi cara untuk mempercepat penerapannya dalam aplikasi dunia nyata, mulai dari pengayaan tanah hingga konstruksi berkelanjutan," papar Mašek.
Paul Rouse, manajer dana yang terlibat dalam proyek ini, menyoroti sinergi teknologi yang menjadi kunci keberhasilan CalyChar.
Rouse meyakini bahwa proyek ini tidak hanya akan meningkatkan kemampuan dalam mengatasi perubahan iklim, tetapi juga akan mendorong inovasi berkelanjutan dan mendukung tujuan iklim Inggris.
"Ketika dunia menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin besar, inisiatif seperti CalyChar menawarkan harapan untuk masa depan yang lebih bersih dan hijau," ungkap Rouse. (Ade S/National Geographic Indonesia)
Baca juga: Rumput Laut, Kacang, hingga Buah Zaitun Bisa Serap Emisi Karbon Secara Efektif
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya