Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suhu Kutub Utara Naik 20 Derajat Celsius di Atas Normal, Lampaui Ambang Pencairan Es

Kompas.com, 7 Februari 2025, 15:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com - Suhu di Kutub Utara melonjak lebih dari 20 derajat celsius pada Minggu (2/2/2025) dan melewati ambang batas pencairan es.

Laporan tersebut disampaikan layanan pemantau perubahan iklim bentukan Uni Eropa, Copernicus Climate Change Service (C3S), sebagaimana dilansir The Guardian, Selasa (4/2/2025).

Suhu di utara Svalbard, Norwegia, telah meningkat hingga 18 derajat celsius lebih panas dari pada suhu rata-rata tahun 1991–2020 pada Sabtu (1/2/2025), dengan suhu aktual mendekati titik leleh es yaitu 0 derajat celsius. 

Baca juga: Bisakah Menanam Pohon di Kutub Utara Atasi Pemanasan Global?

Pada Minggu, anomali suhu telah meningkat hingga lebih dari 20 derajat celsius.

Mika Rantanen, seorang ilmuwan di Institut Meteorologi Finlandia, menuturkan fenomena tersebut merupakan peristiwa pemanasan musim dingin yang sangat ekstrem.

"Mungkin bukan yang paling ekstrem yang pernah diamati, tetapi masih berada di batas atas dari apa yang dapat terjadi di Kutub Utara," kata Rantanen, dikutip dari The Guardian.

Sebelumnya, 2024 secara resmi dinyatakan sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah pencatatan menurut C3S.

Baca juga: Karena Perubahan Iklim, Padang Tundra Arktik Lepaskan Lebih Banyak Emisi

Untuk kali pertama juga, suhu rata-rata 2024 telah naik 1,5 derajat celsius bila dibandingkan pada masa pra-industri pada tahun 1850-an.

Di sisi lain, daerah kutub Bumi memanas jauh lebih cepat karena es laut yang memantulkan cahaya mencair. 

Julien Nicolas, seorang ilmuwan dari C3S, mengatakan laut yang sangat panas di Atlantik timur laut memperkuat pemanasan yang disebabkan oleh angin.

"Peristiwa ini relatif jarang, tetapi kami tidak dapat menilai frekuensinya tanpa analisis lebih lanjut. Kami mengetahui bahwa peristiwa serupa terjadi pada Februari 2018," kata Nicolas.

Baca juga: Es di Samudra Arktik Diprediksi Akan Mencair Lebih Cepat

Data C3S juga menunjukkan suhu rata-rata harian lebih dari 20 derajat celsius di atas rata-rata di dekat kutub utara pada Minggu, dengan suhu absolut di atas -1 derajat celsius sejauh utara 87 derajat Lintang Utara.

Temuan tersebut dikonfirmasi oleh pelampung salju Arktik, yang mencatat suhu absolut 0,5 derajat celsius pada Minggu.

"Semua model yang saya lihat menunjukkan anomali suhu lebih dari 20 derajat celsius. Saya akan mengatakan 20 sampai 30 derajat celsius," papar Nicolas.

Memanas

Arktik, Kutub Utara, telah memanas hampir empat kali lebih cepat daripada rata-rata global sejak 1979, dan panas ekstrem telah menjadi lebih panas dan lebih sering terjadi.

Baca juga: Hampir Semua Es Laut Arktik Diperkirakan Bisa Mencair pada Musim Panas 2027

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau